ADVERTISEMENT
Rabu, Februari 18, 2026
Surabayastory.com
No Result
View All Result
  • HEADLINE
  • SURABAYA TODAY
    • SKETSA KOTA
  • CERITA KITA
  • RANA
  • FIKSI & PUISI
  • INSPIRASI PAGI
  • JEJAK
  • JENAKA
  • JELAJAH
  • LENSA
  • Login
  • Register
  • HEADLINE
  • SURABAYA TODAY
    • SKETSA KOTA
  • CERITA KITA
  • RANA
  • FIKSI & PUISI
  • INSPIRASI PAGI
  • JEJAK
  • JENAKA
  • JELAJAH
  • LENSA
No Result
View All Result
Surabayastory.com
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT

Kisah tentang Bung Karno Tak Pernah Basi

by surabayastory
10 Juni 2020
in Headline, Sketsa Kota
Reading Time: 4 mins read
0
A A
Kisah tentang Bung Karno seperti sumur tanpa dasar. Tak pernah habis untuk digali dan ditimba airnya. (life)

Kisah tentang Bung Karno seperti sumur tanpa dasar. Tak pernah habis untuk digali dan ditimba airnya. (life)

Rasa cinta pada Bung Karno tidak hanya lahir dari hasil pergulatan logika dan pikiran. Ia bisa datang dari sebuah mitos, kepercayaan, sebuah wacana yang punya daya cengkeram kuat di dalam sanubari.

Kisah tentang Bung Karno seperti sumur tanpa dasar. Tak pernah habis untuk digali dan ditimba airnya. (life)

Surabayastory.com – Kisah tentang Bung Karno memang tak pernah basi. Ratusan buku telah ditulis orang, di dalam maupun luar negeri. Tetapi orang tidak pernah berhenti untuk membeli dan menikmati. Buku-buku tentang Bung Karno memang selalu menarik, meskipun sebagian diantaranya lebih merupakan “daur ulang” dari buku-buku atau tulisan-tulisan di berbagai media yang telah terbit sebelumnya.

Pada 2009 ini, misalnya, terbit buku “Bung Karno: Diantara Saksi dan Peristiwa”. Buku 179 halaman yang diterbitkan Penerbit Kompas ini disunting oleh Farel M. Risqy. Tulisan-tulisan di dalam buku ini pernah diturunkan di harian tersebut.

ArtikelTerkait

Mengenal Dongeng Cinderella dan Kisah Para Putri

Perkenalan Singkat dengan Buah Tin

Mengelola CSR Menjadi Community Development

Salah satu tulisan yang menarik adalah kisah Dewi Soekarno tentang Bung Karno menjelang wafatnya pada pertengahan tahun 1970.

“Pada saat Bapak meninggal 21 Juni 1970 berdekatan dengan Hari Kemerdekaan dan Pemilu. Mungkin Jenderal Soeharto tidak merasa enak kalau Bapak masih hidup, jadi dia pendekkan kehidupan Bapak. Saya yakin karena the way he died was not natural (cara meninggalnya tidak wajar, Red),” ujar Dewi.

Menurut Dewi, menjelang meninggalnya Bung Karno sangat menderita, dengan mengeluarkan suara mengorok yang keras sejak pukul 18.00 WIB sampai pada waktu meninggalnya sekitar pukul 04.00 WIB dini hari.

“Setelah itu, saya meminta lima dokter untuk memberi laporan pada saya. Mereka katakan, Ibu, kami tidak bisa kasih laporan apa-apa karena ini perintah dari atas. Siapa yang dimaksud dari atas, ya otoritas, tentu saja Jenderal Soeharto kan,” ujarnya.

Setelah Bung Karno meninggal, Dewi mengungkapkan bahwa dirinya bertanya pada dokter-dokter kenalannya di Amerika dan Prancis. Ia gambarkan bagaimana Bung Karno meninggal dengan suara ngorok yang keras. Semua dokter bilang, hal itu kelihatannya seperti orang yang bunuh diri dengan banyak minum obat tidur. Orang yang meninggal karena pil tidur atau injeksi akan mengorok selama berjam-jam. “Padahal bukan kebiasaan Bapak menggunakan obat tidur,” tutur Dewi.

Kisah Dewi tersebut adalah satu diantara 25 kisah tentang Bung Karno. Kisah-kisah tersebut dibadi tiga bab, yakni” Bab Ajaran dan Pemikiran”, kedua”Di Tengah Saksi dan Peristiwa”, dan”Sebelum dan Sesudah Berlalu”.

Kisah-kisah atau laporan-laporan di ketiga bab tersebut memang sangat menarik, seperti kesaksian Dewi di atas. Di bab satu, ada laporan bagaimana buku Di Bawah Bendera Revolusi karya Bung Karno banyak dicari orang di mana-mana, bahkan ada yang berani membeli 4.000 dollar AS.

Di bab tersebut juga ada kisah tentang Bung Karno dan Wahyu Jayabaya, mengapa Bung Karno dulu sering mengutip ramalan Raja Kediri abad ke-11 tersebut, juga tentang kunjungan Bung Karno ke Petilasan Raja Jayabaya di Desa Menang, Kediri. Selain itu, juga ada kisah tentang Riwu Ga, seorang laki-laki suku Sabu dari Flores yang mengikuti Bung Karno sejak masa pembuangan hingga kemerdekaan. Bahkan terus berhubungan dengan Bung Karno hingga 1965.

Kisah Inggit Ganarsih, yang menikah dengan Bung Karno pada 1923, adalah kisah lain dari sisi kehidupan Soekarno. Perempuan bukanlah seorang pahlawan seperti Christina Marta Tiahahu, pahlawan nasional dari Maluku, juga tidak seperti Jeanne d’Arc, pahlawan putri nasional Prancis yang mengangkat pedang mengusir Inggris dari tanah airnya. Tetapi Inggit adalah perempuan yang setia mengikuti Bung Karno saat dalam kesulitan, memberi inspirasi dan mendorong semangatnya. Oleh karena itu pantaslah kalau Inggit menerima gelar pahlawan nasional.

Konspirasi Barat

Tulisan tentang Operasi M16 dan CIA mendongkel Bung Karno tak kurang menariknya. Tetapi jangan bayangkan Anda disuguhi tulisan serius seperti laporan “Soekarno’s  Confrontation with United States: December 1964-September 1965” dan laporan-laporan serius sejenis yang menunjukkan konspirasi Barat, terutama Inggris dan AS, untuk menggulingkan Bung Karno.

Kisah yang ditulis dalam buku ini lebih menunjukkan sifat kemanusiaan Bung Karno di tengah niat CIA untuk menyingkirkannya, khususnya menyangkut pilot Amerika Allen Pope. Pilot tersebut tertangkap ketika sebuah pesawat pembom B-26 ditembak jatuh di Ambon pada 18 Mei 1958, setelah berhasil menenggelamkan sebuah kapal ALRI. Pope, yang ternyata agen CIA yang diutus dari pangkalan udara Clark, Filipina, akhirnya diadili dan dijatuhi hukuman mati.

Amerika Serikat sangat malu karena niat jahatnya ketahuan. Tetapi Bung Karno masih berusaha menyelamatkan muka Washington. Allen Pope tak pernah diadili dan hanya dikenai tahanan rumah berkat kunjungan Jaksa Agung Robert Kennedy yang menemui Bung Karno. Dengan jiwa besar, Bung Karno membebaskan Allen Pope.

“Saya tidak mau memakai soal ini sebagai propaganda. Sekarang pergilah. Kamu diam-diam saja di Amerika. Jangan kelihatan di depan umum. Jangan memberikan wawancara. Jangan mengeluarkan pernyataan. Kamu pulang saja, sembunyi, menghilang, dan kita lupakan saja apa yang terjadi”, kata Bung Karno.

Maka, Pope pun kembali ke tanah airnya tanggal 2 Juli 1962 berkat kebaikan hati Bung Karno. Tetapi apa yang membuat buku ini lebih menarik adalah kiprah orang-orang asing yang punya kedekatan dengan Bung Karno. Pertama adalah kisah Molly Bondan, seorang perempuan Australia yang membantu Indonesia sejak kemerdekaan. Kedua, adalah Thomas Atkinson, seorang warga Negara Inggris. Keduanya punya kedekatan dengan Bung Karno, dengan membantu menuliskan pidato dalam bahasa Inggris.

Molly Bondan dan Thomas Atkinson memang punya jasa terhadap negeri ini. Keduanya membantu republik ini dengan menjadi, antara penerjemah pidato-pidato Bung Karno dalam Bahasa Inggris. Keduanya juga menjadi “corong” republik ini. Molly pernah bekerja sebagai penyiar RRI, sementara Atkinson bekerja sebagai perwakilan kantor berita Antara di London sebelum ditarik di Deplu Jakarta, dan bekerja sebagai penerjemah hingga meninggal pada 1962 karena sakit.

Bung Karno memang punya kelas tersendiri ri mata tokoh-tokoh dunia. Howard Palfrey Jones, Dubes AS  untuk RI 1960-an, mengatakan, “Ia (Soekarno) mempunyai otak seperti seekor gajah. Pada masa-masa di penjara, ia  membaca dan membaca, dan tampaknya ia tidak melupakan satu pun. Ia dapat mengutip kata-kata para pengarang hingga panjang dan tepat. Tentang sosialisme dan revolusi, sebagian besar para pengarang terkenal, Prancis, Jerman, Inggris, Italia, Ceko, Rusia, Belanda, Amerika, Jepang. Dalam pidato yang sama, ia bisa mengutip kata-kata Thomas Jefferson dan Lenin, khususnya pada saat ia memimpin dengan netral dan merangkul keduanya (blok Barat dan Komunis).
Sementara Norodom Sihanouk, Raja Kamboja dari tahun 1941 sampai 1955 dan tahun 1993 sampai 2004 menyatakan, “Soekarno ahli bahasa yang ulung. Ia menguasai bahasa Belanda, Prancis, Jerman, juga bahasa Pali, bahasa suci India kuno yang masih digunakan biarawan Buddha. Bahasa Inggrisnya Inggrisnya luar biasa. Saya bisa bercakap-cakap tanpa memerlukan penerjemah dengan bahasa Prancis.”

Sosok Soekarno seakan seperti sumur tanpa dasar. Ditimba setiap hari, tapi pernah ada habisnya. Dieksplorasi dari banyak sisi juga tak kunjung menciut. Soekarno justru membesar dari waktu ke waktu. Tak ada rasa bosan untuk membaca dan menggali Soekarno, tak pernah kunjung usai untuk mendalami pikiran dan sepak terjangnya yang telah mengguncang dunia. Dengan slogan ingin bangsa Indonesia tidak minder, sejajar dengan bangsa-bangsa besar di dunia, Soekarno telah membangkitkan jiwa bangsa Indonesia sepanjang hayatnya.

Kisah-kisah yang tertulis dalam berbagai buku dan catatan, membuka wawasan dan inspirasi bagi anak bangsa Indonesia. –dph

Bagikan tulisan ini:
Tags: Bung KarnoCerita SoekarnoKisah Bung KarnoSoekarnoSoekarno IndonesiaSoekarno-Dewi
Previous Post

Cerita Unik dalam Kehidupan Pramoedya Ananta Toer

Next Post

Pengantar Karya Naguib Mahfouz dengan Setting Mesir Kuno

Artikel Terkait

Universalisme dongeng juga bisa dilihat dari satu kisah yang punya kemiripan di berbagai penjuru dunia. (Surabayastory.com)
Fiksi & Puisi

Mengenal Dongeng Cinderella dan Kisah Para Putri

1 tahun ago
Manfaat kesehatan buah/daun buah tin sangat banyak. Dengan kandungan nutrisinya yang berlimpah, buah tin berpotensi mampu mencegah banyak penyakit. (surabayastory,com)
Cerita Kita

Perkenalan Singkat dengan Buah Tin

1 tahun ago
CSR dalam konteks Community Development (pengembangan dan pemberdayaan masyarakat) merupakan salah satu bentuk investasi sosial demi peningkatan kualitas kehidupan dan lingkungan. (istimewa)
Cerita Kita

Mengelola CSR Menjadi Community Development

1 tahun ago
Waktu menjadi relatif tergantung kepada kerangka acuan yang digunakan. Dalam wacana fisika, waktu tidak memiliki kecepatan yang real, tempo yang terukur dan tidaklah mengalir. (surabayastory,com)
Cerita Kita

Mencari dan Memahami Makna Waktu

1 tahun ago
Dalam karya Wallace tentang Borneo ini, kita seakan diajak untuk berpetualang keliling Borneo dan Celebes, serta berkenalan dengan masyarakat dan alam lingkungan di sekelilingnya.(surabayastory.com)
Cerita Kita

Sejarah Awal Peradaban Borneo

1 tahun ago
Nenek moyang bangsa Nusantara menurunkan banyak warisan, ilmu pengobatan merupakan tradisi warisan. Minum jamu berkhasiat untuk mencegah penyakit, meningkatkan kesehatan, mengobati, dan mempercantik tubuh. (surabayastory.com)
Cerita Kita

Jamu Jawa, Tradisi Penyembuhan Nenek Moyang Nusantara

1 tahun ago
Next Post
Karya-karya Naguib Mahfouz banyak mengambil setting Mesir Kuno, jeda waktu yang disukai sang penulis. (ecosystem)

Pengantar Karya Naguib Mahfouz dengan Setting Mesir Kuno

Ayam bakar merupakan salah satu pilihan menu yang gampang dan banyak digemari di bisnis rumahan.

Membuat Menu Andalan untuk Bisnis Kuliner Rumahan

Orang-orang sukses selalu punya karakter dan kebiasaan yang mirip dan hampir sama.

Bagaimana Cara Orang Muda Membangun Sukses

Comments 6

  1. Ping-balik: ดูบอลสด ติดขอบสนามฟุตบอล
  2. Ping-balik: Go X designated parking
  3. Ping-balik: i loved this
  4. Ping-balik: Thai food nyc
  5. Ping-balik: essentials fear of god
  6. binance referans bonusu says:
    2 bulan ago

    Thank you for your sharing. I am worried that I lack creative ideas. It is your article that makes me full of hope. Thank you. But, I have a question, can you help me? https://www.binance.info/zh-TC/register?ref=DCKLL1YD

    Balas

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

  • Universalisme dongeng juga bisa dilihat dari satu kisah yang punya kemiripan di berbagai penjuru dunia. (Surabayastory.com)

    Mengenal Dongeng Cinderella dan Kisah Para Putri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menunggu Wajah Baru Joyoboyo Jadi Terminal Modern Surabaya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jejak Sepeda Onthel Hima di Surabaya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tempat Parkir Khusus Sepeda di Surabaya Belum Berguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengapa Sastra Penting untuk Kehidupan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kurs

Kurs USD: Rab, 18 Feb.

RajaBackLink.com
">
Surabayastory.com

© 2024 Surabaya Story - Let's Make Story, Let's Make History

KATEGORI

  • HEADLINE
  • SURABAYA TODAY
  • CERITA KITA
  • RANA
  • FIKSI & PUISI
  • INSPIRASI PAGI
  • JEJAK
  • JENAKA
  • JELAJAH
  • LENSA

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • HEADLINE
  • SURABAYA TODAY
    • SKETSA KOTA
  • CERITA KITA
  • RANA
  • FIKSI & PUISI
  • INSPIRASI PAGI
  • JEJAK
  • JENAKA
  • JELAJAH
  • LENSA
  • Login
  • Sign Up

© 2024 Surabaya Story - Let's Make Story, Let's Make History

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist