ADVERTISEMENT
Rabu, Maret 11, 2026
Surabayastory.com
No Result
View All Result
  • HEADLINE
  • SURABAYA TODAY
    • SKETSA KOTA
  • CERITA KITA
  • RANA
  • FIKSI & PUISI
  • INSPIRASI PAGI
  • JEJAK
  • JENAKA
  • JELAJAH
  • LENSA
  • Login
  • Register
  • HEADLINE
  • SURABAYA TODAY
    • SKETSA KOTA
  • CERITA KITA
  • RANA
  • FIKSI & PUISI
  • INSPIRASI PAGI
  • JEJAK
  • JENAKA
  • JELAJAH
  • LENSA
No Result
View All Result
Surabayastory.com
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT

Kisah Penemuan Galileo Galilei

by surabayastory
21 Agustus 2019
in Cerita Kita
Reading Time: 2 mins read
0
A A

Setiap penemuan, selalu terselip kisah menarik yang menyertai. Bagaimana kisah Galileo Galilei tentang penemuan obyek ritmis dan pendulum sederhana?

.

sumber foto : wikipedia

.

ArtikelTerkait

Perkenalan Singkat dengan Buah Tin

Mengelola CSR Menjadi Community Development

Mencari dan Memahami Makna Waktu

Surabayastory.com – Usianya tujuh belas dan ia bosan mendengarkan Misa yang sedang diselenggarakan di katedral Pisa. Sementara mencari-cari suatu objek yang bisa menarik perhatiannya, siswa kedokteran yang muda itu mulai memusatkan diri pada sebuah kandelar yang berada tinggi di atas kepalanya, tergantung pada rantai yang panjang dan tipis, berayun dengan pelan ke kiri dan ke kanan dalam angin sepoi musim semi. Berapa lama waktu yang dibutuhkan oleh osilasi (goyangan) itu sendiri untuk berulang, ia bertanya-tanya, sambil mengukur goyangan itu dengan detak nadinya. Dengan keheranan ia mendapati bahwa lampu itu memerlukan banyak detakan nadi untuk menyelesaikan sebuah ayunan ketika benda itu hampir tidak bergerak sama sekali sementara angin membuatnya berayun lebih lebar. Nama pemuda itu, yang ditakdirkan untuk menciptakan penemuan-penemuan ilmiah lain yang penting, adalah Galileo Galilei.

Legenda mengenai bagaimana Galileo menemukan isokronisme pendulum sederhana, seperti yang dikisahkan oleh penulis biografinya Vincenzio Viviani, diragukan kebenarannya. Namun yang tidak bisa disangkal adalah kenyataan bahwa ia menemukannya dan pengaruhnya yang mendalam terhadap peradaban kita dalam abad-abad berikutnya. Buku ini adalah mengenai irama waktu, bagaimana irama itu pada akhirnya diatur oleh pendulum Galileo, pengaruh yang kuat dari osilasi pendulum terhadap persepsi kita mengenai irama itu, dan bagaimana osilasi ini kemudian didapati memanifestasikan dirinya sendiri dalam banyak fenomena alam lainnya.

Tiga bab pertama mengatur panggungnya, menggambarkan irama waktu sebagai tercatat sebelum kedatangan yang membuat stabil ayunan pendulum: penanaman rangkaian siang dan malam terhadap organisme hidup, sejarah kalender, yang ditandai oleh pergulatan peradaban untuk mengakurkan siklus lunar (bulan) dan solar (matahari), dan memperhitungkan interval waktu yang lebih pendek sampai Abad Pertengahan. Baik mekanisme biologi  yang dilakukan oleh alam untuk menanamkan irama dalam makhluk hidup maupun metoda yang dikembangkan oleh kebudayaan manusia untuk melacak periode-periode yang dipaksakan terhadap kita oleh alam tidak ada yang stabil maupun akurat. Namun mekanisme biologi memberikan keuntungan adaptif yang cukup untuk menjadikannya ciri-ciri kehidupan yang ada di mana-mana, dan selama beribu-ribu tahun yang terakhir memenuhi kebutuhan manusia dengan memadai.

.

Kemajuan Setelah Renaissance

Setelah Renaissance, bagaimanapun, kemajuan-kemajuan komersial dan ilmiah memaksakan sebuah tekanan yang penting untuk mengukur waktu dengan lebih akurat, dan kemajuan yang lebih jauh dari peradaban Barat telah dengan kerasnya dihambat tanpa penemuan jam yang stabil dan mantap. Navigasi maritim skala-besar seperti juga halnya ilmu pengetahuan modern bergantung kepadanya. Pendulum, dan kemudian mekanisme fisika yang sejenis lainnya, memenuhi tujuan ini dengan luar biasa.

Mengejutkan, ilmu fisika pada osilator harmonik—yaitu, pendulum Galileo—yang membuatnya mungkin untuk mengatur aliran waktu, memimpin jauh daripada hanya sebagai alat untuk membuat jam-jam yang akurat. Osilator ini telah didapati menjadi dasar tidak hanya mengenai apa yang kita dengar sebagai suara musik dan lihat sebagai warna cahaya, namun, melalui teori kuantum, juga mengenai apa yang kita mengerti sebagai struktur alam semesta. Tanpa osilator, tidak akan ada partikel: tidak ada udara untuk bernafas, tidak ada cairan untuk menopang kehidupan, dan tidak ada materi padat untuk membentuk bumi. Ini adalah sejarah mengenai sistem fisika dalam alam yang paling sederhana namun paling fundamental dan bagaimana itu menyatukan irama waktu dan eksistensi material kita. – vee

Bagikan tulisan ini:
Tags: Galileo GalileipendulumRenaissancesejarah waktu
Previous Post

Mengenal Buah Surga yang Berkhasiat di Dunia

Next Post

Kepedulian Kunci Harmoni Kehidupan

Artikel Terkait

Manfaat kesehatan buah/daun buah tin sangat banyak. Dengan kandungan nutrisinya yang berlimpah, buah tin berpotensi mampu mencegah banyak penyakit. (surabayastory,com)
Cerita Kita

Perkenalan Singkat dengan Buah Tin

1 tahun ago
CSR dalam konteks Community Development (pengembangan dan pemberdayaan masyarakat) merupakan salah satu bentuk investasi sosial demi peningkatan kualitas kehidupan dan lingkungan. (istimewa)
Cerita Kita

Mengelola CSR Menjadi Community Development

1 tahun ago
Waktu menjadi relatif tergantung kepada kerangka acuan yang digunakan. Dalam wacana fisika, waktu tidak memiliki kecepatan yang real, tempo yang terukur dan tidaklah mengalir. (surabayastory,com)
Cerita Kita

Mencari dan Memahami Makna Waktu

1 tahun ago
Dalam karya Wallace tentang Borneo ini, kita seakan diajak untuk berpetualang keliling Borneo dan Celebes, serta berkenalan dengan masyarakat dan alam lingkungan di sekelilingnya.(surabayastory.com)
Cerita Kita

Sejarah Awal Peradaban Borneo

1 tahun ago
Nenek moyang bangsa Nusantara menurunkan banyak warisan, ilmu pengobatan merupakan tradisi warisan. Minum jamu berkhasiat untuk mencegah penyakit, meningkatkan kesehatan, mengobati, dan mempercantik tubuh. (surabayastory.com)
Cerita Kita

Jamu Jawa, Tradisi Penyembuhan Nenek Moyang Nusantara

1 tahun ago
Ada 10 faktor utama yang perlu diperhatikan dalam usaha konservasi penanaman mangrove di wilayah pesisir. Tampak hutan mangrove di kawasan Wonorejo Surabaya Timur. (sa)
Cerita Kita

Faktor-faktor Penting dalam Penanaman Mangrove

2 tahun ago
Next Post

Kepedulian Kunci Harmoni Kehidupan

Berkenalan dengan Plankton

Teka-teki dan Absurditas Albert Camus

Comments 8

  1. 免費binance帳戶 says:
    8 bulan ago

    Your article helped me a lot, is there any more related content? Thanks!

    Balas
  2. Quality Housekeeping says:
    7 bulan ago

    Premium Manhattan service, ideal for our Financial District condo. Setting up monthly service. Top shelf service.

    Balas
  3. Dry Cleaning says:
    6 bulan ago

    Dry Cleaning in New York city by Sparkly Maid NYC

    Balas
  4. Ping-balik: télécharger 1xbet pour android
  5. Ping-balik: เครื่องออกกำลังกายกลางแจ้ง
  6. Ping-balik: Go X fleet
  7. Ping-balik: vg98
  8. Ping-balik: ถังบำบัดน้ำเสีย 2000 ลิตร

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

  • Perang Waterloo menjadi perang puncak bagi Napoleon Bonaparte. Satu-satunya kekalahan perang ini membuat Napoleon harus tersingkir dan meninggal dunia di pengasingan. Perang Waterloo adalah salah satu dari enam perang terbesar di dunia. (gazette665.files)

    Pertempuran Pamungkas Napoleon Bonaparte

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Belajar Tanda Nada Gitar bagi Pemula

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengenal Babylon, Kota Indah di Masa Lalu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sisi Manusiawi Sang Pangeran Dipenegoro

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Revolusi Mobil Listrik Tesla dan Elon Musk

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kurs

Kurs USD: Rab, 11 Mar.

RajaBackLink.com
">
Surabayastory.com

© 2024 Surabaya Story - Let's Make Story, Let's Make History

KATEGORI

  • HEADLINE
  • SURABAYA TODAY
  • CERITA KITA
  • RANA
  • FIKSI & PUISI
  • INSPIRASI PAGI
  • JEJAK
  • JENAKA
  • JELAJAH
  • LENSA

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • HEADLINE
  • SURABAYA TODAY
    • SKETSA KOTA
  • CERITA KITA
  • RANA
  • FIKSI & PUISI
  • INSPIRASI PAGI
  • JEJAK
  • JENAKA
  • JELAJAH
  • LENSA
  • Login
  • Sign Up

© 2024 Surabaya Story - Let's Make Story, Let's Make History

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist