ADVERTISEMENT
Jumat, Februari 20, 2026
Surabayastory.com
No Result
View All Result
  • HEADLINE
  • SURABAYA TODAY
    • SKETSA KOTA
  • CERITA KITA
  • RANA
  • FIKSI & PUISI
  • INSPIRASI PAGI
  • JEJAK
  • JENAKA
  • JELAJAH
  • LENSA
  • Login
  • Register
  • HEADLINE
  • SURABAYA TODAY
    • SKETSA KOTA
  • CERITA KITA
  • RANA
  • FIKSI & PUISI
  • INSPIRASI PAGI
  • JEJAK
  • JENAKA
  • JELAJAH
  • LENSA
No Result
View All Result
Surabayastory.com
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT

Surat Cinta yang Tak Wajar

by surabayastory
26 Oktober 2018
in Cerita Kita
Reading Time: 2 mins read
0
A A

 

Di awal tahun 1942, aku menerima sebuah surat dari seorang prajurit tak dikenal, seorang sersan di Darwin. Surat itu menjelaskan bagaimana dia telah menjalankan tugas penjagaan dengan seorang temanku, yang kemudian menunjukkan padanya fotoku (temanku membawanya sebelum dia meninggalkan rumah). Pada saat yang sama berkumandang peringatan tentang terjadinya serangan udara sehingga foto tersebut terpaksa masuk ke kantung baju sang sersan. Pada malam harinya dia menulis surat pada foto itu. Isinya tentang kesedihan (mungkin ditulis karena kesepian dan kesunyian mencekam, serta ketidakpastian apa yang akan menghadang di depan). Dan juga sebuah surat cinta yang memancarkan kehangatan.

ArtikelTerkait

Perkenalan Singkat dengan Buah Tin

Mengelola CSR Menjadi Community Development

Mencari dan Memahami Makna Waktu

Aku telah menulis surat kepada beberapa teman di ketentaraan. Demikian juga yang dilakukan begitu banyak gadis selama masa-masa tersebut. Aku mengesampingkan surat itu, tetapi karena ketulusan dan kejujurannya, aku membuat surat balasan beberapa waktu kemudian. Yang terjadi kemudian, pada bulan Februari 1942, para tentara ini dikalahkan oleh Jepang dan mereka ditahan. Kami kehilangan komunikasi untuk masa tiga setengah tahun.

Ketika perang berakhir, temanku yang mengambil foto tersebut tewas, bersama dengan ratusan lainnya dalam sebuah kamp yang kejam. Aku juga memastikan bahwa sersanku itu, yang menulis surat cinta padaku, juga tewas. Dan aku berusaha untuk terus menjalani hidup dan melupakan masa-masa sedih tersebut.

Tahun 1951 aku tengah berjalan-jalan di belakang kantorku  di Melbourne ketika lampu berubah di sebuah perempatan jalan. Seorang lelaki yang tertangkap basah melanggar lampu merah, dicecar  interograsi kecil oleh seorang polisi muda yang tengah bertugas dan memerintahkan untuk kembali ke ruas tempat dia berjalan kaki.

Marah karena didesak demikian, orang tersebut menginjakkan kakinya kembali ke trotoar dan tanpa sengaja kakinya menginjak kakiku, hingga merobekkan stocking dan melukai kakiku. Orang itu pun memohon maaf sebesar-besarnya, selanjutnya kami berjalan menuju kantor. Dia memohon agar diizinkan mengganti stocking dan janji bertemu di bar Mitre malam selanjutnya.

Kami sekarang berada di pintu kantorku, dalam ketergesaan, aku setuju untuk bertemu. Ketika dia berbalik untuk pergi dia tersenyum dan memberitahu namanya. Namanya sama dengan nama penulis surat rahasiaku pada tahun 1942. Aku benar-benar membuka ingatanku. Aku masih menyimpan surat itu, meski entah di mana aku tidak ingat. Banyak barang-barangku yang telah tercecer selama proses pindah rumah di tengah-tengah waktu yang sibuk.

Malam selanjutnya, di sebuah bar dia memberiku sepasang stocking baru dan aku memberinya surat itu. Awalnya, itu tidak berarti apa-apa baginya (bagaimana mungkin setelah tiga setengah tahun dalam kekejaman dan kelaparan?). Tetapi setelah membaca keseluruhan surat itu dia kembali mengingat. Kemudian pada malam itu ketika kami saling berpandangan satu sama lain, terasalah sesuatu yang sangat halus seakan memberitahu kami, seakan semua sudah digariskan. Peristiwa kebetulan itu terasa begitu kuat. Apalagi, pada saat itu kami berdua masih sama-sama bujangan. Kami menikah satu tahun kemudian.

Pada kesempatan hari ulang tahun pernikahan kami yang ke-40 tahun, yang dirayakan oleh putra dan putri kami, aku membacakan surat yang sangat istimewa itu (yang berusia lima puluh tahun)  di hadapan puluhan sahabat-sahabat dekat kami. Beberapa kawan ini, meski telah mendengar ceritaku selama bertahun-tahun, mungkin masih ragu kalau surat itu benar-benar ada. Jadi ketika aku bacakan, itulah buktinya. Aku berharap mereka bisa tersentuh dan merasakan surat itu. Dengan bantuan Tuhan, surat itu menyatukan dua orang yang jika sebaliknya yang terjadi, pasti tidak akan pernah bertemu. —Joan Luup

 

Bagikan tulisan ini:
Tags: hikmah kehidupanSurat cinta
Previous Post

Tentang Sebuah Mimpi

Next Post

Kebiasaan-kebiasaan Orang Sukses Dunia

Artikel Terkait

Manfaat kesehatan buah/daun buah tin sangat banyak. Dengan kandungan nutrisinya yang berlimpah, buah tin berpotensi mampu mencegah banyak penyakit. (surabayastory,com)
Cerita Kita

Perkenalan Singkat dengan Buah Tin

1 tahun ago
CSR dalam konteks Community Development (pengembangan dan pemberdayaan masyarakat) merupakan salah satu bentuk investasi sosial demi peningkatan kualitas kehidupan dan lingkungan. (istimewa)
Cerita Kita

Mengelola CSR Menjadi Community Development

1 tahun ago
Waktu menjadi relatif tergantung kepada kerangka acuan yang digunakan. Dalam wacana fisika, waktu tidak memiliki kecepatan yang real, tempo yang terukur dan tidaklah mengalir. (surabayastory,com)
Cerita Kita

Mencari dan Memahami Makna Waktu

1 tahun ago
Dalam karya Wallace tentang Borneo ini, kita seakan diajak untuk berpetualang keliling Borneo dan Celebes, serta berkenalan dengan masyarakat dan alam lingkungan di sekelilingnya.(surabayastory.com)
Cerita Kita

Sejarah Awal Peradaban Borneo

1 tahun ago
Nenek moyang bangsa Nusantara menurunkan banyak warisan, ilmu pengobatan merupakan tradisi warisan. Minum jamu berkhasiat untuk mencegah penyakit, meningkatkan kesehatan, mengobati, dan mempercantik tubuh. (surabayastory.com)
Cerita Kita

Jamu Jawa, Tradisi Penyembuhan Nenek Moyang Nusantara

1 tahun ago
Ada 10 faktor utama yang perlu diperhatikan dalam usaha konservasi penanaman mangrove di wilayah pesisir. Tampak hutan mangrove di kawasan Wonorejo Surabaya Timur. (sa)
Cerita Kita

Faktor-faktor Penting dalam Penanaman Mangrove

1 tahun ago
Next Post

Kebiasaan-kebiasaan Orang Sukses Dunia

Cagar budaya Surabaya memberi jiwa dalam pembangunan dan perkembangan kota. (sa)

Mengapa Cagar Budaya Perlu Bagi Sebuah Kota

Lukisan Presiden Sukarno (karya Basuki Abdullah)

Kata-kata Soekarno Pada Pemuda

Comments 5

  1. Ping-balik: เช่าเครื่องสเลอปี้
  2. Ping-balik: Ulthera
  3. Ping-balik: web
  4. Ping-balik: av
  5. Ping-balik: รับจด อย

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

  • Universalisme dongeng juga bisa dilihat dari satu kisah yang punya kemiripan di berbagai penjuru dunia. (Surabayastory.com)

    Mengenal Dongeng Cinderella dan Kisah Para Putri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menunggu Wajah Baru Joyoboyo Jadi Terminal Modern Surabaya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengapa Sastra Penting untuk Kehidupan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tempat Parkir Khusus Sepeda di Surabaya Belum Berguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jejak Sepeda Onthel Hima di Surabaya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kurs

Kurs USD: Jum, 20 Feb.

RajaBackLink.com
">
Surabayastory.com

© 2024 Surabaya Story - Let's Make Story, Let's Make History

KATEGORI

  • HEADLINE
  • SURABAYA TODAY
  • CERITA KITA
  • RANA
  • FIKSI & PUISI
  • INSPIRASI PAGI
  • JEJAK
  • JENAKA
  • JELAJAH
  • LENSA

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • HEADLINE
  • SURABAYA TODAY
    • SKETSA KOTA
  • CERITA KITA
  • RANA
  • FIKSI & PUISI
  • INSPIRASI PAGI
  • JEJAK
  • JENAKA
  • JELAJAH
  • LENSA
  • Login
  • Sign Up

© 2024 Surabaya Story - Let's Make Story, Let's Make History

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist