ADVERTISEMENT
Selasa, Januari 20, 2026
Surabayastory.com
No Result
View All Result
  • HEADLINE
  • SURABAYA TODAY
    • SKETSA KOTA
  • CERITA KITA
  • RANA
  • FIKSI & PUISI
  • INSPIRASI PAGI
  • JEJAK
  • JENAKA
  • JELAJAH
  • LENSA
  • Login
  • Register
  • HEADLINE
  • SURABAYA TODAY
    • SKETSA KOTA
  • CERITA KITA
  • RANA
  • FIKSI & PUISI
  • INSPIRASI PAGI
  • JEJAK
  • JENAKA
  • JELAJAH
  • LENSA
No Result
View All Result
Surabayastory.com
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT

Mengapa Ada Kebiasaan Jam Karet dan Cara Mengatasinya

by surabayastory
12 Juni 2020
in Cerita Kita
Reading Time: 2 mins read
0
A A
Waktu yang tak digunakan dengan baik akan menghablur dan tak pernah kembali lagi.

Waktu yang tak digunakan dengan baik akan menghablur dan tak pernah kembali lagi.

Tak pernah ada sukses yang diraih tanpa disiplin dalam penggunaan waktu. Masih pakai “jam karet” hari ini?

Waktu yang tak digunakan dengan baik akan menghablur dan tak pernah kembali lagi.

Surabayastory.com – Budaya jam karet memang bukanlah hal baru di Indonesia. Itu seakan sudah mengakar dan menjadi kultur yang sudah sangat dekat dengan kehidupan di Indonesia.  Bicara soal jam karet, seringkali acara atau kegiatan waktu selalu mundur. Misal, acara yang akan diselenggarakan pukul 09.00, undangan dibuat pukul 08.30, dengan asumsi kalau molor acara bisa tepat dimulai pukul 09.00. Konyolnya, acara baru bisa dimulai jam 10.00!

Hal-hal semacam ini terjadi di segala sektor, segala kesempatan. Memang susah sekali jika jam karet sudah jadi bagian dari masyarakat. Namun tidak bagi mereka yang ingin sukses dan maju.

ArtikelTerkait

Perkenalan Singkat dengan Buah Tin

Mengelola CSR Menjadi Community Development

Mencari dan Memahami Makna Waktu

Untuk bisa menempatkan diri untuk tak larut dalam budaya jam karet, ada baiknya untuk mengetahui mengapa jam karet itu ada, dan mengapa bisa terjadi.

Berikut ini ke-3 penyebab yang menjadikan budaya jam karet ini sulit dihilangkan dari kehidupan kita.

  1. Orang-orang Suka Menunda

Ya, suka menunda adalah penyebab utama dari budaya jam karet ini. Tak bisa dipungkiri, ada cukup banyak orang yang kerap menunda melakukan sesuatu. Misalnya menunda datang ke pertemuan, tentu saja hal semacam ini akan mempengaruhi waktu orang lain. Dan jika waktu seseorang sudah terganggu maka dampaknya bisa meluas ke berbagai hal lain. Mau tak mau, keterlambatan akan sering terjadi. Dan ini yang disebut jam karet.

  1. Orang-orang Menganggap Jam Karet Sudah Jadi Budaya

Banyak orang yang berpikiran buat apa datang cepat, toh akhirnya acaranya pasti molor. Dengan begitu, mereka menjadi malas datang tepat waktu (datang cepat) karena mereka meyakini bahwa biasanya acara akan jadi molor. Dari jam 9 jadi jam 9.30, dari jam 10 jadi jam 10.45 dan seterusnya. Dan jika kebiasaan ini sudah jadi kebiasaan, akan tidak mudah untuk dihilangkan.

  1. Kebiasaan Memaklumi Keadaan

Di Indonesia bukanlah hal yang tabu untuk memaklumi sesuatu, misalnya seseorang terlambat ke kantor. Kalau sang karyawan ditanya oleh atasannya, kenapa kamu terlambat? Jawabannya enteng saja: di jalan tadi macet pak.

Ya hal semacam ini tidaklah asing bagi sebagian orang. Akan selalu ada saja alasan agar kita dimaklumi. Jika toleransi terlalu sering diberikan akan menjadi tidak baik. Pemimpin jadi terlihat kurang tegas dan akibatnya disiplin pun rusak. Walhasil imbasnya adalah kebiasaan jam karet akan tumbuh dengan subur.

Disiplin tidak  menjamin kesuksesan, tapi tidak ada kesuksesan yang diraih

tanpa kedisiplinan.

 

Cara Mengatasinya

Cara mengatasi kebiasaan jam karet adalah menyadari diri sendiri. Soal waktu adalah soal personal. Soal pengaturan, perencanaan, pemanfaatan, kedisiplinan, serta optimasi. Dengan menyadari pentingnya waktu, maka setiap orang akan menggunakannya secara optimal. Hasilnya juga akan optimal dalam kehidupannya.

Selanjutnya adalah membangun budaya untuk tepat waktu. Setiap hari semua kegiatan direncanakan dan dicatat waktunya. Bila menghadapi orang yang sering tidak tepat waktu, buatlah rentang waktu yang lebih panjang. Kemudian sesekali sentil kalau sudah menunggu, dan banyak waktu yang terbuang. Bila dalam rentang waktu yang ditentukan belum juga datang, tinggal saja. Buat waktu pertemuan baru dan sampaikan kalau harus tepat waktu.

Evaluasi penggunaan waktu secara berkala akan membuat Anda bisa efektif dalam penggunaan waktu dan optimal dalam pencapaian kehidupan. –drs

Bagikan tulisan ini:
Tags: disiplin waktuJam karetmengatasi jam karetsebab jam karet
Previous Post

Sopir Hari Pertama

Next Post

Jejak Kenangan Kembang Kuning, Tentara Inggris, dan Deretan Kamboja Surabaya 1942

Artikel Terkait

Manfaat kesehatan buah/daun buah tin sangat banyak. Dengan kandungan nutrisinya yang berlimpah, buah tin berpotensi mampu mencegah banyak penyakit. (surabayastory,com)
Cerita Kita

Perkenalan Singkat dengan Buah Tin

1 tahun ago
CSR dalam konteks Community Development (pengembangan dan pemberdayaan masyarakat) merupakan salah satu bentuk investasi sosial demi peningkatan kualitas kehidupan dan lingkungan. (istimewa)
Cerita Kita

Mengelola CSR Menjadi Community Development

1 tahun ago
Waktu menjadi relatif tergantung kepada kerangka acuan yang digunakan. Dalam wacana fisika, waktu tidak memiliki kecepatan yang real, tempo yang terukur dan tidaklah mengalir. (surabayastory,com)
Cerita Kita

Mencari dan Memahami Makna Waktu

1 tahun ago
Dalam karya Wallace tentang Borneo ini, kita seakan diajak untuk berpetualang keliling Borneo dan Celebes, serta berkenalan dengan masyarakat dan alam lingkungan di sekelilingnya.(surabayastory.com)
Cerita Kita

Sejarah Awal Peradaban Borneo

1 tahun ago
Nenek moyang bangsa Nusantara menurunkan banyak warisan, ilmu pengobatan merupakan tradisi warisan. Minum jamu berkhasiat untuk mencegah penyakit, meningkatkan kesehatan, mengobati, dan mempercantik tubuh. (surabayastory.com)
Cerita Kita

Jamu Jawa, Tradisi Penyembuhan Nenek Moyang Nusantara

1 tahun ago
Ada 10 faktor utama yang perlu diperhatikan dalam usaha konservasi penanaman mangrove di wilayah pesisir. Tampak hutan mangrove di kawasan Wonorejo Surabaya Timur. (sa)
Cerita Kita

Faktor-faktor Penting dalam Penanaman Mangrove

1 tahun ago
Next Post
Jejak pemakamam Kembang Kuning Surabaya masih bisa terlihat hingga sekarang, meski sudah banyak yang hilang dan dipindahkan. (STD)

Jejak Kenangan Kembang Kuning, Tentara Inggris, dan Deretan Kamboja Surabaya 1942

Novel dan film-film James Bond 007 masih terus dinikmati hingga saat ini. Dr. No adalah salah satu novel dan film terbaik agen 007. (sugarplus)

Novel Paling Sadis Sekaligus Paling Romantis James Bond 007

Sigmund Freud memberi sudut pandang tersendiri tentang prinsip-prinsip kesenangan manusia. (freud.org)

Prinsip Kesenangan ala Sigmund Freud

Comments 9

  1. Kasey Alsina says:
    11 bulan ago

    Great awesome things here. I?¦m very glad to see your post. Thanks so much and i am looking ahead to contact you. Will you please drop me a mail?

    Balas
  2. binance kodu says:
    11 bulan ago

    I don’t think the title of your article matches the content lol. Just kidding, mainly because I had some doubts after reading the article.

    Balas
  3. Watch NFL Online Free says:
    10 bulan ago

    This web site is really a walk-through for all of the info you wanted about this and didn’t know who to ask. Glimpse here, and you’ll definitely discover it.

    Balas
  4. NHL Live Streams Free says:
    9 bulan ago

    Este site é realmente fantástico. Sempre que acesso eu encontro coisas incríveis Você também pode acessar o nosso site e descobrir detalhes! informaçõesexclusivas. Venha saber mais agora! 🙂

    Balas
  5. Ping-balik: checkslip
  6. Ping-balik: Buy Villa Phuket
  7. Ping-balik: Go X scooter
  8. Ping-balik: endoliftX ทำที่ไหนดี
  9. Ping-balik: จดแจ้ง อย ออนไลน์

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

  • Inilah Sistem Pencernaan Manusia yang Hebat  (info visual)

    Mengenal Sistem Pencernaan Manusia yang Hebat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Awal Perjumpaan dan Kisah Inggit-Soekarno

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PELUANG & KESEMPATAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tilang Karena Tak Lihat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jejak Sejarah Braat NV dan Pabrik-pabrik di Sepanjang Kalimas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kurs

Kurs USD: Sel, 20 Jan.

RajaBackLink.com
">
Surabayastory.com

© 2024 Surabaya Story - Let's Make Story, Let's Make History

KATEGORI

  • HEADLINE
  • SURABAYA TODAY
  • CERITA KITA
  • RANA
  • FIKSI & PUISI
  • INSPIRASI PAGI
  • JEJAK
  • JENAKA
  • JELAJAH
  • LENSA

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • HEADLINE
  • SURABAYA TODAY
    • SKETSA KOTA
  • CERITA KITA
  • RANA
  • FIKSI & PUISI
  • INSPIRASI PAGI
  • JEJAK
  • JENAKA
  • JELAJAH
  • LENSA
  • Login
  • Sign Up

© 2024 Surabaya Story - Let's Make Story, Let's Make History

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist