27 views 6 mins 0 comments

Ketika Peta Penjualan Ritel Berubah, Sales Promotion Girl Harus Berdiri Semakin di Depan


Bagaimana peran SPG ketika peta penjualan sudah berubah?

Surabayastory.com – Peta penjualan barang-barang ritel sudah banyak berubah. Bertransformasi mengikuti perluasan jangkauan internet yang semakin mengisi bagian utama dalam kehidupan manusia saat ini. Banyak toko ritel yang berguguran. Digerus dengan transaksi via jaringan (online) yang tak terlihat namun membukukan nilai yang semakin besar.

Adakah daya saing baru yang bisa dihadirkan? Persaingan bukan sekadar bertumpu pada kompetisi harga dan mutu produk, melainkan lebih banyak pada keunggulan pelayanan, hospitality yang persuasif dan mampu mempengaruhi/mengajak konsumen.

Ketika produk mulai diperkenalkan atau sudah punya nama dan penggemar setia. Namun kita tak boleh diam, karena para pesaing juga memacu dirinya dengan berbagai strategi cerdik. Peran Sales Promotion Girl (SPG) di sini menjadi penting. Berdiri di bagian terdepan dan menjadi pintu masuk terharap produk yang ingin dibangun atau dikuatkan eksistensinya.

 

Di tengah persaingan ketat, kita perlu mengembangkan hal-hal berikut:

 

  1. Pertegas Kehadiran Anda. Di tengah suasana supermarket yang ramai, penuh merk pesaing, dan warna-warni kemasan serta perangkat promosinya, biasanya Anda ‘tenggelam’ dan tidak tampak. Berusahalah lebih hadir. Tampakkan diri Anda. Manfaatkan betul modal diri Anda untuk lebih terlihat di mata konsumen. Caranya, bersikap proaktif secara wajar. Tidak ber-laku lajak (over acting).

 

  1. Tambah 3S. Tambahkan dan perbanyak lah frekuensi 3S ‘senyum, sapa, salam’. Manfaatkan betul jarak perhatian Anda mulai 5m, 3m, 1m, sebagai cara ampuh mencuri perhatian konsumen. Jangan patah semangat bila sapaan Anda belum bersambut. Jangan berpikiran bahwa setiap sapaan harus berujung pada transaksi. Apresiasi konsumen bisa diawali dengan informasi dan simpati.

 

  1. Lebih Pede. Perbaiki penampilan diri untuk menambah rasa percaya diri. Jangan minder dan takut bersaing dengan SPG lain yang berada satu tempat. Berbanggalah, karena Anda punya kartu-kartu As yang bisa diandalkan, misalnya ketrampilan berbicara, penguasaan informasi produk,  keluwesan, kemampuan memahami konsumen, dsb. (Hindarkan keunggulan yang berupa; banyak bicara, banyak bergerak; atau bergaya).

 

  1. Jangan Menolak/ Mengeluh. Upayakan tidak menolak permintaan dan pertanyaan konsumen. Yakinkan kepada mereka bahwa Anda selalu siap menjadi pendengar yang baik, memberikan penjelasan, dan siap mencari solusi. (Bila Anda tak mampu menjawab, mintalah izin mencatat nama dan alamatnya, untuk kemudian kita layani melalui cara lain. Mohon identitas dicatat dengan benar)

 

  1. Perhatikan Konsumen. Jangan pernah lagi remehkan konsumen Anda. Jangan Anda membedakan perhatian hanya dengan melihat pada busana dan gayanya. Ini bisa menipu. Lebih baik perhatikan bahasa tubuh (gesture) dan sikap keingin-tahuannya. Cara ini akan lebih alamiah dan akurat. Ingat, setiap orang memiliki kapasitas dan keputusan yang tidak terduga, di balik sikapnya yang terkadang acuh tak acuh.

 

  1. Rajin Mencatat. Tetaplah rajin mencatat tentang apa saja yang Anda ketahui, menyangkut diri dan identitas konsumen, soal permintaan yang khas, tentang pertanyaan yang belum terjawab, atau harapan-harapan konsumen yang masuk akal. (Tidak berlebihan dan mengada-ada)

 

  1. Kenali Pesaing. Banyaklah belajar dan mencari informasi tentang produk para pesaing,  apa saja keunggulannya, bagaimana cara penjualannya, produk mana paling laku, apa komentar konsumen tentang dia,  dsb. Boleh juga bertanya jawab dengan SPG-nya. Semuanya perlu dicatat dengan cermat.

 

  1. Promosikan Perusahaan. SPG tidak hanya mahir mempromosikan tiap-tiap jenis produk, melainkan juga harus piawai ‘memasarkan’ perusahaannya. Informasi tentang keunggulan dan kemajuan perusahaan juga dibutuhkan oleh konsumen yang peduli. Jalinlah hubungan produktif dengan konsumen, libatkan mereka ke dalam perusahaan, sehingga mereka merasa menjadi ‘keluarga besar’.

 

 

Memahami Konsumen Lebih Baik

 

Pengetahuan tentang siapa konsumen Anda, sangat penting, untuk bisa mendekatinya lebih baik.  Selalu posisikan konsumen lebih penting daripada Anda. Dengarkan cerita mereka dengan sabar dan antusias.

 

  • Antusiasme. Jika mereka sedang berbicara, tataplah wajahnya dengan senyum dan penuh antusias. Berilah anggukan kecil untuk memberi perhatian dan semangat kepadanya
  • Sebut Namanya. Bila memungkinkan, carilah tahu dan sebutlah namanya, nama instansinya, profesinya, organisasinya, bahkan nama kelompok hobinya. Setiap orang senang membicarakan soal ini.

 

  • Jangan Serobot. Sebelum Anda menjawab mereka, berhentilah sejenak. Itu memberikan kesan bahwa Anda telah merenungkan apa yang dikatakannya. Jangan langsung menimpali dan menyerobot pembicaraannya.

 

  • Keputusan Anak. Bila mereka berkelompok, berilah perhatian juga kepada anggota kelompok lainnya, bukan hanya ‘leader’nya. Pada sebuah keluarga, keputusan tidak selalu berada di tangan Ibu, tetapi bisa dipengaruhi anak-anaknya.

 

  • Bawalah contoh produk atau brosur/leaflet, sebagai alat-bantu penjelasan. Kuasai informasinya dan buatlah cerita yang menarik tentang produk itu.

 

  • Bergeraklah sewajarnya. Jangan terlalu merapat, tidak juga terlalu jauh. Bebaskan konsumen bergerak sesukanya. Jangan terus-menerus membuntuti. Cukup awasi, selalu cari kesempatan melancarkan senyum dan kerlingkan pandang ke arah wajah pelanggan.

 

  • Cekatan, tepat janji. Terkadang kita harus tinggalkan pelanggan saat menunggu barang, memilih barang, menanti klaim, atau proses pembayaran. Dengan sopan mintalah waktu, tawarkan pilihan, dan tanyakan namanya, apakah pelanggan menunggu di tempat ataukah dihubungi. Anda harus bergerak cekatan, dan menepati janji.

 

 Tjuk Suwarsono

Pemerhati promotion & public relations

 

Avatar photo
/ Published posts: 787

Bercerita berarti penyampaian cerita dengan cara bertutur. Yang membedakan adalah metode penyampaiannya.