ADVERTISEMENT
Rabu, Februari 18, 2026
Surabayastory.com
No Result
View All Result
  • HEADLINE
  • SURABAYA TODAY
    • SKETSA KOTA
  • CERITA KITA
  • RANA
  • FIKSI & PUISI
  • INSPIRASI PAGI
  • JEJAK
  • JENAKA
  • JELAJAH
  • LENSA
  • Login
  • Register
  • HEADLINE
  • SURABAYA TODAY
    • SKETSA KOTA
  • CERITA KITA
  • RANA
  • FIKSI & PUISI
  • INSPIRASI PAGI
  • JEJAK
  • JENAKA
  • JELAJAH
  • LENSA
No Result
View All Result
Surabayastory.com
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT

Khasiat Tersembunyi Kunyit Putih

by surabayastory
9 Juni 2020
in Headline, Sketsa Kota
Reading Time: 6 mins read
1
A A
Ilustrasi kunyit putih dengan bentuk rimpang yang unik (sa)

Ilustrasi kunyit putih dengan bentuk rimpang yang unik (sa)

Rimpang kunyit putih memiliki kandungan yang berkhasiat mencegah dan mengobati penyakit kanker dan menjaga kesehatan liver.

Ilustrasi kunyit putih dengan bentuk rimpang yang unik (sa)

Surabayastory.com – Di kalangan awam, nama kunyit putih memang masih terasa sangat asing. Bahkan kalangan ibu-ibu yang setiap hari memasak di dapur kebanyakan hanya mengenal kunir/ kunyit merah. Karena  kunyit merah (jingga) inilah yang biasanya digunakan sebagai bumbu masakan.

Namun di kalangan para peracik obat tradisional, kunyit putih sudah tidak asing lagi. Kunyit putih banyak digunakan sebagai bahan untuk membuat jamu atau obat tradisional melalui berbagai ramuan. Nama kunyit putih semakin berkibar di kalangan ini ketika berbagai hasil penelitian menemukan bahwa kunyit putih ternyata mengandung senyawa kimia yang berkhasiat mencegah berkembangbiaknya sel-sel kanker.

ArtikelTerkait

Mengenal Dongeng Cinderella dan Kisah Para Putri

Perkenalan Singkat dengan Buah Tin

Mengelola CSR Menjadi Community Development

Secara fisik dan rasa,  kunir dan kunyit putih memang berbeda. Kunyit merah memiliki warna daging jingga/ oranye. Ukurannya pun cenderung lebih besar dibanding kunyit putih. Sedangkan dalam hal  rasa, rimpang kunyit putih lebih getir ketimbang saudaranya. Namun aromanya lebih khas dan kuat lantaran kandungan minyak atsirinya yang lebih banyak.

Yang perlu diperjelas adalah bahwa tidak semua kunyit putih memiliki khasiat menangkal kanker. Di tengah-tengah masyarakat sejak lama dikenal tiga jenis kunyit putih; yaitu kunyit putih gombyok atau kunyit putih pepet (Kaempferia rotunda), Curcuma zedoaria, dan Curcuma mangga. kunyit jenis pertama hanya bermanfaat untuk therapi penyakit diare dan disentri saja, seperti yang ditulis dalam buku Obat Asli Indonesia karangan Prof. Dr. Seno Sastroamijoyo. Jenis kedua dan ketiga memiliki khasiat untuk menyembuhkan berbagai penyakit, termasuk kanker dan tumor.

Kunyit putih pepet  mempunyai ciri: umbinya berwarna putih, berbentuk bintil-bintil, air ekstraknya lengket dan pekat dan bila dijadikan bubuk akan berwarna putih. Sementara Curcuma mangga mempunyai ciri-ciri sebagai berikut: bentuk umbinya  seperti  umbi jahe dan berwarna kuning muda (krem). Dalam keadaan segar baunya seperti buah mangga kweni. Bila telah diekstrak atau dijadikan bubuk warnanya tetap kuning muda (krem). Jenis kunir inilah yang benar-benar bisa mencegah dan mengobati kanker.

Kandungan Kunyit Putih

Dibanding dengan dua jenis kunyit putih lainnya, kunci pepet memiliki khasiat yang terbatas. Rimpang ini antara lain dapat berfungsi sebagai anti-inflasi (peradangan), anti-piretika dan membangkitkan selera makan.

Dalam masyarakat,  secara tradisional rimpang kunci pepet ini digunakan sebagai obat sakit perut dan disentri. Umbi-umbinya yang kecil dan berair mempunyai khasiat mendinginkan. Karenanya, tanaman ini juga dimanfaatkan sebagai bahan bedak, campuran jamu ibu melahirkan dan penambah nafsu makan. Selain itu Kaempferia rotunda digunakan dalam pembuatan harum-haruman, anti serangga, serta dijadikan bahan makanan sebagai sayuran atau lalapan.

Jenis kunyit putih yang lain, Curcuma zedoaria  sinonim dengan Curcuma paliida (Lour Heyne, 1987). Di Indonesia juga dikenal dengan nama temu putih. Di kalangan masyarakat Sunda, rimpang ini disebut  koneng tegal atau koneng bodas. Di Jawa disebut  temu pepet. Nama asing rimpang ini adalah White Tumeric (Inggris). Di India disebut Ambhalad, dan di Spanyol namanya Cedoaria dan di China namanya Er-chu.

Curcuma zedoaria masuk klasifikasi, divisio : Spermatophyta, subdivisio : Angiospermae, kelas : Monocotyledonae, bangsa : Zingiberales, suku : Zingiberaceae, marga : Curcuma, jenis : Curcuma zedoaria. (Backer and Van den Brink, 1968).

Curcuma zedoaria kaya akan komponen senyawa kimia yang antara lain terdiri dari concole, camphene, borneol, camphor, curemin, zedoarin, gum, resin hingga tepung. Rimpang kunyit putih jenis ini mengandung 1-2,5% minyak atsiri yang sebagian besar berupa seskuiterpen dan terdiri dari tak kurang dari 20 komponen antara lain zeadorane, epicurminol, dan lainnya. Kandungan kimia lainnya adalah: cineole, zingeberene, curcumin, curcumol dan curdione.

Secara tradisional rimpang ini digunakan sebagai anti-mikroba dan anti-fungal. Dalam rimpang ini terkandung  senyawa cyclopropanosesquiterpene, curcumenone dan 2  spirolactones, curcumanolide A dan curcumanolide B.  Pada shoots muda dari C. zedoaria terkandung  (+)-germacrone-4,5-epoxide, sebuah intermediet kunci pada biogenesis a germacrone-type sesquiterpenoids.

Curcuma zedoaria juga memiliki kandungan kimia: kurkuminoid (diarilheptanoid), dan polisakarida serta golongan lain. Diarilheptanoid yang telah diketahui meliputi : kurkumin, demetoksikurkumin, bisdemetoksikurkumin, dan 1,7 bis (4-hidroksifenil)-1,4,6-heptatrien-3-on.

Di dalam minyak atsiri Curcuma zedoaria, yang berupa cairan kental kuning emas terkandung : monoterpen dan sesquiterpen. Monoterpen terdiri dari: monoterpen hidrokarbon (alfa pinen, D-kamfen), monoterpen alkohol (D-borneol), monoterpen keton (D-kamfer), dan monoterpen oksida (sineol).

Seskuiterpen terdiri dari: golongan bisabolen, elema, germakran, eudesman, guaian dan golongan spironolakton. Kandungan lain meliputi : etil-p-metoksisinamat, 3,7-dimetillindan-5-asam karboksilat. Penelitian lain menyebutkan kandungan minyak atsiri pada Curcuma zedoaria berupa zat cineol (18.5%), cymene (18.42%), -phellandrene (14.9%).

Golongan seskuiterpen yaitu -Turmerone dan ar-turmeron yang diisolasi dari rhizoma Curcuma zedoaria menghambat produksi prostaglandin E2 terinduksi lipopolisakarida (LPS) pada kultur sel makrofag tikus RAW 264.7 dengan pola tergantung dosis. Senyawa ini juga menunjukkan efek penghambatan produksi nitric oxide terinduksi LPS pada sistem sel (Hong, 2002)

Senyawa yang beraksi sebagai antioksidan kemungkinan adalah 5-isopropylidene-3,8-dimethyl-1(5H)-azulenone (Mau, 2003).

Nama dan Khasiat Lain Kunyit Putih

Tunas muda Curcuma zedoaria sering dibuat sayuran dan umbi mudanya bisa dibuat lalap, sedangkan daunnya dipakai sebagai bumbu masak. Di India rimpangnya sering digunakan untuk bahan parfum. Di negara Brazil, rimpang tanaman ini digunakan sebagai obat penurun panas. Aktivitas ini dikarenakan adanya senyawa curcumenol.

Selain itu, untuk bahan obat dikenal juga kunyit putih jenis Curcuma mangga. Rimpang ini juga disebut  Curcuma alba L. atau  Curcuma  mangga Val. Temu mangga diklasifikasikan sebagai berikut: Divisi: Spermatophyta, Sub Divisi: Angiospermae, Kelas: Monocotyledonae, Ordo: Zingiberales, Famili: Zingiberaceae, Genus: Curcum, Spesies: Curcuma alba L, Sinonim: Curcuma mangga Val.

Tanaman ini dikenal dengan nama daerah temu mangga atau temu putih. Di Yogyakarta disebut kunir putih yang berbeda dengan kunyit putih (Kaemferia rotunda L) yang biasa disebut temu gombyok. Tanaman ini juga dikenal dengan sebutan temu bayangan, temu poh (Jawa), temu pao (Madura), temu mangga, temu putih (Melayu), koneng joho, koneng lalap, koneng pare (Sunda).

Temu mangga kaya akan kandungan kimia seperti tanin, kurkumin, gula, minyak atsiri, damar, flavonoid, dan protein toksis yang dapat menghambat perkembangbiakan sel kanker (Hariana, 2006). Kandungan kimia yang sudah diketahui dalam temu mangga ini antara lain saponin, polifenol, curcumin, 2-norbomane, 3-methylene, caryophylen oxide, cyclopentaneacetaldehyde, caryophylen, dan cinnamyltiglate.

Sejak zaman dulu nenek moyang kita mengonsumsi perasan rimpang kunyit putih ini selama masa nifas untuk membersihkan organ-organ yang berhubungan dengan persalinan. Namun ada saran kunyit putih sebaiknya tidak digunakan pada masa kehamilan karena dapat mengakibatkan keguguran.

Sebagian masyarakat Indonesia juga menggunakan  kunyit putih sebagai pereda masuk angin. Kandungan minyak atsiri yang tinggi membuat kunyit putih  berkhasiat untuk mengatasi masuk angin.

Caranya sederhana. Dengan kunyit putih 200 gram yang telah dicuci dan dikupas, parut, dan peras untuk diambil airnya. Setelah itu panaskan dan minum hangat-hangat. Jika terasa agak getir dapat ditambahkan madu secukupnya.

Para peneliti obat tradisional memang mengakui khasiat kunyit putih telah dikenal turun-temurun. Prinsipnya segala jenis akar rimpang memiliki khasiat yang hampir serupa. Rata-rata tanaman rimpang semacam jahe, kunyit, temu kunci memiliki kandungan minyak atsiri yang bagus untuk pencernaan, misalnya sebagai pereda perut kembung, mual, dan sakit perut.

Namun sejauh ini uji klinis khasiat kunyit putih baru dilakukan berkaitan dengan  pemanfaatan minyak atsiri untuk gangguan pencernaan. Sementara khasiat untuk kanker belum sampai pada tahap uji klinis dan saat ini penelitian lanjutan sedang dilakukan.

Meskipun belum semua khasiat kunyit putih ini terbukti lewat uji klinis, tak sedikit orang yang telah merasakan khasiatnya. Konsumsi perasan air kunyit putih dalam porsi wajar meskipun setiap hari terbukti tidak memberikan efek merugikan. Justru kunyit putih mampu mengatasi keluhan-keluhan pasien seperti gangguan pencernaan tersebut.

Kunyit putih juga diketahui  mempunyai khasiat sebagai penurun kadar kolesterol darah, asam urat dan pencegahan pengeroposan tulang atau yang dikenal dengan osteoporosis.

Berbagai penelitian menunjukan kunyit putih memiliki khasiat untuk mengobati berbagai penyakit.  Percobaan aktivitas ekstrak rimpang kunir putih terhadap mencit yang ditekan sistem imunnya dengan siklofosfamid menunjukan kunir putih mampu memperbaiki sistem imun yang ditunjukkan dengan meningkatnya aktivitas lisozim eksudat peritoneal, jumlah leukosit total dan anti bodi primer dan sekunder secara bermakna  Hasil uji pada mencit normal, kunir putih dapat meningkatkan indeks fagositik dan jumlah leukosit secara bermakna. Penelitian itu dilakukan Departemen Farmasi ITB pada tahun 2002.

Sementara dari Fakultas Farmasi UGM Yogyakarta dua tahun sebelumnya melakukan penelitian pengaruh pemberian perasaan rimpang kunyit putih terhadap regenerasi sel hati tikus. Hasilnya, kunyit putih berefek hepatoprotektor dan mempercepat regenerasi sel hepar tikus yang terangsang karbon tetraklorida (CCl4).

Hasil penelitian lainnya, adalah dari Balitbangkes Departemen Pertanian RI dalam Jurnal Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Volume XVI, Nomor 1 Tahun 2006. Ditemukan bahwa jus temu putih atau kunyit putih bersama dengan  temu mangga mampu mengatasi berbagai keluhan pada perut seperti sakit perut, diare, mual, sebah dan kembung. Uji coba telah  dilakukan pada tikus putih jantan.

Hasil percobaan yang terlihat pada feses tikus tersebut membuktikan bahwa kunyit putih mampu mengatasi diare serta berkhasiat sebagai peluruh kentut (karminatif). Di samping itu kunyit putih juga mempercepat penyembuhan luka dan memar.

Berdasarkan catatan Direktorat Pengawasan Obat Tradisional Ditjen POM, penelitian tentang kunyit putih atau kunir putih atau temu putih secara modern telah dilakukan di Cina sejak tahun 1988.  Di sana disebutkan kunyit putih diketahui banyak mengandung minyak atsiri yang terdiri atas curdione dan curcumol. Senyawa ini memiliki sifat antioksidan yang dapat menahan zat radikal bebas penyebab tumbuhnya sel kanker, anti-inflamasi (peradangan) serta dapat meningkatkan sel darah merah.

Rimpang kunyit putih yang masuk dalah khasanah jamu tradisonal Nusantara, telah lama menjadi bagian dalam kehidupan nenek moyang bangsa Indonesia. Besar manfaatnya dalam pencegahan dan pengobatan penyakit. Bila kita sejak masa lampu sudah mempunyai pengobatan sendiri yang terbukti ambuh selama berabad-abad, mengapa tidak terus mengekplorasinya? Mengapa pula kita bergantung dengan pengobatan Barat? –drs, dari berbagai sumber.

Bagikan tulisan ini:
Tags: jamu nusantarakhasiat jamu tradisionalKunyit putihmanfaat kunyit putihobat kanker
Previous Post

Cerita Galileo Galilei tentang Detak Waktu

Next Post

Di Bawah Kibasan Samurai Wanita

Artikel Terkait

Universalisme dongeng juga bisa dilihat dari satu kisah yang punya kemiripan di berbagai penjuru dunia. (Surabayastory.com)
Fiksi & Puisi

Mengenal Dongeng Cinderella dan Kisah Para Putri

1 tahun ago
Manfaat kesehatan buah/daun buah tin sangat banyak. Dengan kandungan nutrisinya yang berlimpah, buah tin berpotensi mampu mencegah banyak penyakit. (surabayastory,com)
Cerita Kita

Perkenalan Singkat dengan Buah Tin

1 tahun ago
CSR dalam konteks Community Development (pengembangan dan pemberdayaan masyarakat) merupakan salah satu bentuk investasi sosial demi peningkatan kualitas kehidupan dan lingkungan. (istimewa)
Cerita Kita

Mengelola CSR Menjadi Community Development

1 tahun ago
Waktu menjadi relatif tergantung kepada kerangka acuan yang digunakan. Dalam wacana fisika, waktu tidak memiliki kecepatan yang real, tempo yang terukur dan tidaklah mengalir. (surabayastory,com)
Cerita Kita

Mencari dan Memahami Makna Waktu

1 tahun ago
Dalam karya Wallace tentang Borneo ini, kita seakan diajak untuk berpetualang keliling Borneo dan Celebes, serta berkenalan dengan masyarakat dan alam lingkungan di sekelilingnya.(surabayastory.com)
Cerita Kita

Sejarah Awal Peradaban Borneo

1 tahun ago
Nenek moyang bangsa Nusantara menurunkan banyak warisan, ilmu pengobatan merupakan tradisi warisan. Minum jamu berkhasiat untuk mencegah penyakit, meningkatkan kesehatan, mengobati, dan mempercantik tubuh. (surabayastory.com)
Cerita Kita

Jamu Jawa, Tradisi Penyembuhan Nenek Moyang Nusantara

1 tahun ago
Next Post
Gambaran kibasan samurai wanita legendaris Empress Jingū, dalam cetak kayu karya Tsukioka Yoshitoshi bertarikh 1880. (wiki)

Di Bawah Kibasan Samurai Wanita

Sholehah Pacar Baru

Pramoedya Ananta Toer, penulis legendaris Indonesia, punya banyak sisi kehidupan yang unik. (berdikari)

Cerita Unik dalam Kehidupan Pramoedya Ananta Toer

Comments 9

  1. Twila Liebherr says:
    1 tahun ago

    F*ckin’ remarkable issues here. I am very satisfied to look your article. Thank you so much and i’m having a look ahead to touch you. Will you please drop me a mail?

    Balas
  2. Elias Kunkel says:
    12 bulan ago

    I believe this website has very great written written content blog posts.

    Balas
  3. binance says:
    12 bulan ago

    I don’t think the title of your article matches the content lol. Just kidding, mainly because I had some doubts after reading the article. https://www.binance.com/si-LK/register?ref=V2H9AFPY

    Balas
  4. Genoveva says:
    11 bulan ago

    Hey there! Do you know if they make any plugins to help with Search Engine Optimization? I’m trying
    to get my blog to rank for some targeted keywords but I’m not seeing very good success.
    If you know of any please share. Appreciate it! You can read similar art here:
    Change your life

    Balas
  5. Kum says:
    11 bulan ago

    I’m extremely impressed together with your writing abilities as neatly as with the format on your blog. Is that this a paid subject or did you modify it yourself? Anyway stay up the excellent high quality writing, it is uncommon to see a nice blog like this one these days. I like surabayastory.com ! It’s my: Lemlist

    Balas
  6. Buck says:
    11 bulan ago

    I am really impressed with your writing talents as well as with the layout on your weblog. Is this a paid subject or did you modify it your self? Anyway stay up the excellent high quality writing, it’s rare to look a great blog like this one today. I like surabayastory.com ! It’s my: Madgicx

    Balas
  7. Ping-balik: app de juegos para ganar dinero en venezuela
  8. Ping-balik: 123bet login
  9. Ping-balik: play

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

  • Universalisme dongeng juga bisa dilihat dari satu kisah yang punya kemiripan di berbagai penjuru dunia. (Surabayastory.com)

    Mengenal Dongeng Cinderella dan Kisah Para Putri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menunggu Wajah Baru Joyoboyo Jadi Terminal Modern Surabaya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jejak Sepeda Onthel Hima di Surabaya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengapa Sastra Penting untuk Kehidupan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tempat Parkir Khusus Sepeda di Surabaya Belum Berguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kurs

Kurs USD: Rab, 18 Feb.

RajaBackLink.com
">
Surabayastory.com

© 2024 Surabaya Story - Let's Make Story, Let's Make History

KATEGORI

  • HEADLINE
  • SURABAYA TODAY
  • CERITA KITA
  • RANA
  • FIKSI & PUISI
  • INSPIRASI PAGI
  • JEJAK
  • JENAKA
  • JELAJAH
  • LENSA

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • HEADLINE
  • SURABAYA TODAY
    • SKETSA KOTA
  • CERITA KITA
  • RANA
  • FIKSI & PUISI
  • INSPIRASI PAGI
  • JEJAK
  • JENAKA
  • JELAJAH
  • LENSA
  • Login
  • Sign Up

© 2024 Surabaya Story - Let's Make Story, Let's Make History

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist