10 views 3 mins 0 comments

Waspada, Penurunan Permukaan Bidang Jalan Simpang Dukuh Surabaya Bisa Membahayakan

Bidang jalan yang jeglong itu tak tampak. Berada di tengah jalan dan bisa membahayakan pengguna jalan.

 

Bagian bidang jalan yang jeglong di Jalan Simpang Dukuh nyaris tak terlihat. Padahal bisa membahayakan. (sa)

 

Surabayastory.com – Memasuki Jalan Simpang Dukuh yang searah, kita langsung berhadapan dengan ruas jalan yang lebar dan terlihat mulus. Namun jangan salah sangka, setelah belok habis jembatan, jangan terburu-buru menggeber kendaraan. Anda perlu waspada. Hanya sekitar 20 meter lepas jembatan, di depan warung soto kenari, ada bagian jalan yang turun mendadak. Penurunan bidang jalan (di Surabaya lazim disebut jeglongan), ini berada bagian tengah jalan. Tak terlihat karena tak ada retakan. Semuanya tampak hitam menyatu dengan aspal di sekelilingnya. Bila tak hati-hati, atau pegang kemudi dengan erat, bisa jadi Anda akan terpental.

 

Penurunan bidang jalan di bagian tengah ruas Jalan Simpang Dukuh bisa mengagetkan pengendara. (sa)

 

Ini bukan lubang, namun ada penurunan segmen jalan. Kemungkinan ada penurunan bagian bawah aspal (lantai kerja jalan) karena tekanan dari kendaraan yang lewat. Panjangnya kurang lebih 2 meter, lebar 1 meter, dengan kedalaman bagian sekitar 10-25 cm. Bila dihitung secara umum, memang tidak terlalu dalam, roda kendaraan bisa melintasnya. Namun yang membahayakan adalah “lubang” ini tidak terlihat. Ini akan menimbulkan kekagetan bagi pengguna jalan. Kemungkinan yang terjadi, bila mobil akan kaget dan banting setir ke kiri atau ke kanan. Ini berbahaya untuk kendaraan yang melintas di sampingnya. Untuk kendaraan roda dua, bila tak waspada, ketika roda masuk di segmen jalan jeglong itu, kemungkinan stir akan bergoyang dan pengendara kehilangan keseimbangan. Akhirnya, jatuh.

Penurunan bidang jalan ini kelihatannya sepele, namun bisa sangat membahayakan. Bila di pagi dan siang hari nyaris tak terlihat, risiko akan lebih besar ketika malam karena penerangan temaram.

 

Untuk sementara, menghindari jalan jeglong di Jalan Simpang Dukuh dengan memilih lajur kiri atau paling kanan. (sa)

 

Solusi yang dilakukan sangat gampang, bidang jalan yang menurun (mungkin karena settlement) itu, bisa langsung ditambal dengan aspal dengan ketebalan mengikuti level jalan yang ada. Sebelum bidang jalan ini diperbaiki, yang bisa diingat adalah setelah masuk Jl Simpang Dukuh, pilih lajur kiri atau justru melambung ke yang paling kanan. –sa

 

Avatar photo
/ Published posts: 788

Bercerita berarti penyampaian cerita dengan cara bertutur. Yang membedakan adalah metode penyampaiannya.