ADVERTISEMENT
Sabtu, Juni 6, 2026
Surabayastory.com
No Result
View All Result
  • HEADLINE
  • SURABAYA TODAY
    • SKETSA KOTA
  • CERITA KITA
  • RANA
  • FIKSI & PUISI
  • INSPIRASI PAGI
  • JEJAK
  • JENAKA
  • JELAJAH
  • LENSA
  • Login
  • Register
  • HEADLINE
  • SURABAYA TODAY
    • SKETSA KOTA
  • CERITA KITA
  • RANA
  • FIKSI & PUISI
  • INSPIRASI PAGI
  • JEJAK
  • JENAKA
  • JELAJAH
  • LENSA
No Result
View All Result
Surabayastory.com
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT

The Spy Who Loved Me Novel Sensual James Bond Sepanjang Zaman

by surabayastory
20 Juli 2024
in Fiksi & Puisi
Reading Time: 4 mins read
1
A A
Salah satu cover buku The Spy Who Love Me versi Bahasa Indonesia yang beredar di pasar buku Indonesia. (istimewa).

Salah satu cover buku The Spy Who Love Me versi Bahasa Indonesia yang beredar di pasar buku Indonesia. (istimewa).

Surabayastory.com  – Novel serial James Bond yang satu ini sangat fenomenal. Penggalan judulnya dipakai di mana-mana sebagai kutipan dari kata-kata ataupun karya artistik lainnya (tulis maupun visual). Novel The Spy Who Loved Me memang terus terajut sepanjang zaman. Novel ini termasuk tebal, untuk membacanya tak bisa sekali duduk. Kecuali bagi mereka yang mager (malas-gerak), keranjingan cerita-cerita detektif  Bond, atau gabut gak punya kerjaan.

Bagaimana isi ceritanya? The Spy Who Loved Me, yang pertama kali diterbitkan pada 16 April 1962, juga karya Ian Fleming yang unik. Ini satu-satunya kisah James Bond yang dinarasikan lewat gaya ‘orang pertama.’ Biasanya, lewat ‘orang ketiga’. Dalam gaya penulisan ‘orang ketiga’, si penulis cerita (yakni Ian Fleming) memposisikan diri di luar tokoh-tokoh yang ditulis dalam ceritanya. Dia hanya menceritakan bagaimana tokoh utamanya (James Bond) lalu menceritakan tokoh lainnya. Dalam gaya ‘orang pertama’, si penulis (yakni Ian Fleming) bercerita lewat tokoh utama novel ini (yakni Vivienne Michel). Si tokoh utama menjadi sentra yang memandang semua ‘orang kedua’ (yakni tokoh-tokoh lain dalam cerita). 

ArtikelTerkait

Mengenal Dongeng Cinderella dan Kisah Para Putri

Sekilas tentang Novel The Pearl karya John Steinbeck

Mahabharata Selintas Pandang

Untuk menguatkan gaya ‘orang pertama’ ini, Ian Fleming bahkan menulis prolog tentang karakter sentral Vivienne Michel sebagai co-author dari novel ini. Seolah-olah, Vivienne Michel menulis perjalanan hidupnya sendiri dan kemudian Ian Fleming menambahkan bagian terakhirnya. Padahal, hingga saat ini, tidak diketahui pasti apakah tokoh Vivienne Michel ini benar-benar ada atau hanya fiktif.

Novel Sensual

Sejumlah pengamat menilai, The Spy Who Loved Me adalah novel Ian Fleming seri James Bond yang paling eksplisit menggambarkan unsur sensualitas. Maka, dalam novel ini, kisah tentang Vivienne Michel (yang ia ceritakan sendiri) sangat mendominasi. Dua dari tiga bagian besar novel ini berkisah tentang dia. Bagian pertama, dengan judul besar SAYA, berkisah tentang kehidupan berat Viv. Bagian kedua, dengan judul besar MEREKA, berkisah tentang pertemuan Viv dengan para penjahat. Bagian terakhir, dengan judul besar DIA, baru berkisah tentang James Bond. Itu pun, dikisahkan, Bond tiba-tiba datang dan kemudian tiba-tiba menghilang.

Gaya penulisan ‘orang ketiga’ semacam ini sebenarnya bisa memberi rasa baru bagi serial novel dan cerpen James Bond. Eksperimen ini bisa mengangkat citra James Bond dari pemujanya. Namun, perobahan gaya ini tidak banyak mendapat reaksi. Justru, reaksi keras bermunculan terkait seksualitasnya yang terlalu transparan. Sampai-sampai, Ian Fleming tidak cukup percaya diri terhadap penerbitan novel itu. Sampai-sampai, ia memblokir penerbitan di negerinya sendiri –Inggris– meski tetap saja terbit di Amerika Serikat. Penerbitan di Inggris baru terjadi 1967 atau tiga tahun setelah Ian Fleming meninggal.

Reaksi tak terlalu positif ini juga berpengaruh dalam pembuatan filmnya –setelah copy right dipegang  Harry Saltzman dan Albert R. Broccoli. Fleming hanya memberi izin judulnya untuk dijadikan film, bukan isi ceritanya. Maka, saat film dengan judul The Spy Who Loved Me dirilis pada 1977, isinya sama sekali lain dengan isi novelnya. 

Film itu sendiri berkisah tentang seorang megalomania bernama Karl Stromberg (diperankan Curd Jürgens) yang ingin menghancurkan dunia dan menciptakan peradaban baru di bawah permukaan laut. Untuk mulai mewujudkan ide gilanya, ia membuat beberapa kapal selam Inggris dan Rusia lenyap di laut. Dari kasus ini, agen 007 (James Bond yang diperankan Roger Moore) dari Dinas Rahasia Inggris diturunkan. Di tempat lain, KGB juga menurunkan agen XXX (Mayor Anya Amasova yang diperankan Barbara Bach) dari Rusia. Dua agen rahasia ini lah yang dikisahkan saling jatuh cinta sesaat.

Bahkan, film itu juga dijadikan novel pada tahun yang sama oleh penulis skenario Christopher Wood. Judulnya adalah James Bond, The Spy Who Loved Me. Jadi, jika Anda mendapatkan novel yang isinya mirip di film, itu bukan karya orisinal Ian Fleming.

Meski demikian, masih ada sedikit aroma yang sama antara film James Bond itu dengan novel karya Ian Fleming. Dalam novel, ada figur penjahat bernama ‘Sluggsy’ dan ‘Horror’. Sluggsy digambarkan bertubuh pendek, kekar, punya penyakit khusus yang mencegah tumbuhnya rambut. Horror digambarkan sebagai pria kurus jangkung, dengan gigi baja. Dalam film ada tokoh jahat ‘Sandor’ dan ‘Jaws’. Sandor digambarkan bertubuh pendek dan berkepala botak. Jaws digambarkan bertubuh raksasa, super kuat, dengan gigi baja mengkilap. 

Novel ini juga terkait dengan seri lain James Bond. Misalnya, seperti dalam kisah Dr No, Bond juga menggunakan batal/ guling untuk menyamarkan dirinya sedang tidur. Seperti dalam The Man with The Golden Gun, kisah ini juga melibatkan celah di lemari pakaian di tembok yang berhubungan dengan kamar lain. Dalam kisah ini, Bond juga bercerita ringkas tentang operasi Thunderball.

Novel The Spy Who Loved Me adalah novel utama yang tak boleh dilewatkan bagi para pembaca cerita detektif. Selain menarik ditonton filmnya, James Bond 007 juga dramatis dibaca ceritanya. –sa

Bagikan tulisan ini:
Tags: 007cerita detektifIan FlemingJames Bondnovel sensualThe Spy Who Loved Me
Previous Post

Memahami Definisi dan Makna Cemburu

Next Post

JALAN MANUSIA

Artikel Terkait

Universalisme dongeng juga bisa dilihat dari satu kisah yang punya kemiripan di berbagai penjuru dunia. (Surabayastory.com)
Fiksi & Puisi

Mengenal Dongeng Cinderella dan Kisah Para Putri

2 tahun ago
Novel The Pearl mula-mula dimuat pada majalah Woman’s Home Companion tahun 1945 dengan judul The Pearl of the World. (surabayastory.com)
Fiksi & Puisi

Sekilas tentang Novel The Pearl karya John Steinbeck

2 tahun ago
Kisah Mahabharata adalah salah satu kisah paling mahsyur dari wayang. Kisahnya adalah kisah kehidupan yang pernah terjadi dan sangat mungkin akan kembali terjadi. (surabayastory.com)
Fiksi & Puisi

Mahabharata Selintas Pandang

2 tahun ago
Karya-karya Kahlil Gibran berakar pada kehidupan awalnya di Dunia Timur kemudian berkembang di Dunia Barat. Dalam perjalanan waktu karya-karya Gibran menjadi milik dunia. (istimewa)
Fiksi & Puisi

Perjalanan Karya Kahlil Gibran dari Timur, Menuju Barat, Menjadi Dunia

2 tahun ago
Dongeng membawa pengaruh besar dalam membangun karakter anak sejak dini. Banyak pula manfaat lainnya seperti mengenalkan kebiasaan membaca, memilah keadaan, membangun imajinasi, serta meletakkan dasar etika. (surabayastory.com)
Fiksi & Puisi

Mengapa Membaca Dongeng itu Penting

2 tahun ago
Ernest Hemingway (paling kanan) memamerkan ikan marlin biru seberat 324 pon pada Samuelson (paling kiri) yang mengaguminya, saat di Key West-Kuba, 1934. (brainpickings)
Fiksi & Puisi

Arnold Samuelson: Setahun Hidup Bersama Hemingway yang Mengesankan

6 tahun ago
Next Post

JALAN MANUSIA

Refleksi perahu-perahu tradisional di bandar lama Surabaya utara bisa menjadi inspirasi kita. (surabayastory)

REFLEKSI PAGI

Steve jobs adalah inspirasi mengubah masalah jadi tantangan. (corporate institute)

Bagaimana Orang Sukses Mengatasi Masalah

Comments 1

  1. Cornelius Degrate says:
    1 tahun ago

    In this great scheme of things you’ll receive an A+ just for effort and hard work. Where you confused everybody was first in your details. As it is said, the devil is in the details… And it couldn’t be much more true at this point. Having said that, allow me say to you what did work. Your article (parts of it) can be rather engaging which is probably the reason why I am taking the effort in order to comment. I do not make it a regular habit of doing that. Secondly, while I can easily see a leaps in reason you make, I am not really certain of exactly how you appear to unite the ideas which in turn produce the conclusion. For the moment I will, no doubt yield to your position however hope in the future you actually connect the facts better.

    Balas

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

  • Prakiraan suhu udara malam hari yang dingin di Surabaya. (accweather)

    Nanti Malam Surabaya Dingin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta Pandangan Pertama Dante Alighieri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menata Konsep Wisata Sungai di Kota Surabaya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Segar dengan Es Puter

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mencari dan Memahami Makna Waktu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kurs

Kurs USD: Sab, 6 Jun.

RajaBackLink.com
">
Surabayastory.com

© 2024 Surabaya Story - Let's Make Story, Let's Make History

KATEGORI

  • HEADLINE
  • SURABAYA TODAY
  • CERITA KITA
  • RANA
  • FIKSI & PUISI
  • INSPIRASI PAGI
  • JEJAK
  • JENAKA
  • JELAJAH
  • LENSA

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • HEADLINE
  • SURABAYA TODAY
    • SKETSA KOTA
  • CERITA KITA
  • RANA
  • FIKSI & PUISI
  • INSPIRASI PAGI
  • JEJAK
  • JENAKA
  • JELAJAH
  • LENSA
  • Login
  • Sign Up

© 2024 Surabaya Story - Let's Make Story, Let's Make History

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist