ADVERTISEMENT
Selasa, Januari 20, 2026
Surabayastory.com
No Result
View All Result
  • HEADLINE
  • SURABAYA TODAY
    • SKETSA KOTA
  • CERITA KITA
  • RANA
  • FIKSI & PUISI
  • INSPIRASI PAGI
  • JEJAK
  • JENAKA
  • JELAJAH
  • LENSA
  • Login
  • Register
  • HEADLINE
  • SURABAYA TODAY
    • SKETSA KOTA
  • CERITA KITA
  • RANA
  • FIKSI & PUISI
  • INSPIRASI PAGI
  • JEJAK
  • JENAKA
  • JELAJAH
  • LENSA
No Result
View All Result
Surabayastory.com
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT

Surat Cinta Kahlil Gibran 1928

by surabayastory
15 Desember 2018
in Cerita Kita
Reading Time: 2 mins read
0
A A

Surat-surat cinta Kahlil Gibran pada May Ziadah berpuluh jumlahnya. Dari tahun ketahun, surat-surat itu berkembang indah, dan menarik untuk dinikmati hingga akhir zaman.

 

ArtikelTerkait

Perkenalan Singkat dengan Buah Tin

Mengelola CSR Menjadi Community Development

Mencari dan Memahami Makna Waktu

 

Surabayastory.com – Ini adalah salah satu surat cinta Kahlil Gibran yang juga sempat diterbitkan. Sangat menarik sebagai surat yang kaya dengan prosa yang kuat dan penuh dengan keindahan. Fragmen ini adalah surat cinta Kahlil Gibran pada May Ziadah yang ditulis tahun 1928. Karya ini diambil dari Buku Potret Diri Kahlil Gibran yang disusun dan diterjemahkan dari bahasa Arab ke dalam bahasa Inggris oleh Anthony R.Ferris. Mari kita nikmati.

*****

 

May sayang,

Aku berhutang untuk segala yang kusebut “Aku” terhadap wanita, sejak aku kecil. Wanitalah yang membuka jendela mataku dan pintu-pintu jiwaku. Kalau saja bukan karena Ibu, saudara perempuan dan teman wanita, tentulah aku masih tidur lelap bersama orang-orang yang mencari ketenangan  dunia dalam dengkur mereka.

. . . Aku telah menemukan kesenangan dalam sakit. Kesenangan ini dengan segala pengaruhnya, berbeda dari segala kesenangan yang lain. Aku telah menemukan semacam ketentraman yang membuat aku mencintai sakitku. Orang sakit itu selamat dari persaingan manusia, tuntutan, kencan janji, pembicaraan yang ngelantur serta dering telepon. Aku telah menemukan kenikmatan yang lain lewat sakit ini yang lebih penting dan tak ternilai. Aku menemukan diriku lebih dekat kepada hal-hal yang abstrak dalam sakitku ini daripada dalam sehat. Manakala aku meletakkan kepalaku di bantal dan menutup mataku da melupakan segala urusan duniawi, aku menemukan diriku sedang melayang-layang laksana seekor burung menjelajahi lembah-lembah dan rimba raya yang tentram, yang terbungkus dalam selubung yang lembut. Aku dapatkan diriku akrab dengan mereka yang aku cintai, seraya menyeru dan bercakap dengan mereka, tetapi tanpa marah, dan dengan perasaan seperti yang mereka rasakan, dengan pikiran seperti yang mereka pikirkan. Kadang-kadang mereka meletakkan tangannya pada dahiku untuk memberkati.

. . . Aku ingin menjalani sakitku di Mesir atau di kampung halamanku, agar aku bisa dekat dengan orang-orang yang kucintai. Tahukah kau, May, bahwa setiap pagi maupun senja hari aku merasa seolah diriku berada di sebuah rumah di Kairo, bersama engkau yang duduk di depanku membacakan artikel terakhir yang belum di terbitkan.

. . . Tahukah kau, May, bahwa manakala aku memikirkan tentang keberangkatan yang di sebut orang kematian itu, aku merasakan kesenangan dalam memikirkan dan merindukan Keberangkatan itu. Lalu aku kembali pada diriku dan ingat bahwa ada sebuah kata yang mesti kukatakan sebelum keberangkatanku. Aku menjadi bingung di antara ketidakmampuanku dan keharusanku, lalu aku menyerah pada harapanku. Tidak, aku belum mengatakan kata itu, dan hanya asap yang keluar dari cahaya ini. Inilah yang membuat aku merasa bahwa menganggur itu lebih pahit daripada empedu. Kukatakan ini padamu, May, dan tidak kepada orang lain pun. Jika aku tidak berangkat sebelum aku mengeja dan mengucapkan kataku itu, aku akan kembali untuk mengatakan kata itu, yang kini sedang menggantung laksana awan di lazuardi hatiku.

. . . Apakah hal ini terasa asing bagimu? Sesuatu yang paling asing adalah yang paling dekat pada kebenaran yang hakiki. Dalam hasrat manusia terdapat satu tenaga kerinduan yang mampu mengubah kabut dalam diri kita menjadi matahari.

Gibran

Bagikan tulisan ini:
Tags: Fiksikahlil GibranPuisiSastraSurat cinta
Previous Post

Warna-warni Jalan Panggung

Next Post

Surat Cinta Kahlil Gibran 1919

Artikel Terkait

Manfaat kesehatan buah/daun buah tin sangat banyak. Dengan kandungan nutrisinya yang berlimpah, buah tin berpotensi mampu mencegah banyak penyakit. (surabayastory,com)
Cerita Kita

Perkenalan Singkat dengan Buah Tin

1 tahun ago
CSR dalam konteks Community Development (pengembangan dan pemberdayaan masyarakat) merupakan salah satu bentuk investasi sosial demi peningkatan kualitas kehidupan dan lingkungan. (istimewa)
Cerita Kita

Mengelola CSR Menjadi Community Development

1 tahun ago
Waktu menjadi relatif tergantung kepada kerangka acuan yang digunakan. Dalam wacana fisika, waktu tidak memiliki kecepatan yang real, tempo yang terukur dan tidaklah mengalir. (surabayastory,com)
Cerita Kita

Mencari dan Memahami Makna Waktu

1 tahun ago
Dalam karya Wallace tentang Borneo ini, kita seakan diajak untuk berpetualang keliling Borneo dan Celebes, serta berkenalan dengan masyarakat dan alam lingkungan di sekelilingnya.(surabayastory.com)
Cerita Kita

Sejarah Awal Peradaban Borneo

1 tahun ago
Nenek moyang bangsa Nusantara menurunkan banyak warisan, ilmu pengobatan merupakan tradisi warisan. Minum jamu berkhasiat untuk mencegah penyakit, meningkatkan kesehatan, mengobati, dan mempercantik tubuh. (surabayastory.com)
Cerita Kita

Jamu Jawa, Tradisi Penyembuhan Nenek Moyang Nusantara

1 tahun ago
Ada 10 faktor utama yang perlu diperhatikan dalam usaha konservasi penanaman mangrove di wilayah pesisir. Tampak hutan mangrove di kawasan Wonorejo Surabaya Timur. (sa)
Cerita Kita

Faktor-faktor Penting dalam Penanaman Mangrove

1 tahun ago
Next Post

Surat Cinta Kahlil Gibran 1919

Kota Surabaya yang sangat padat saat ini rawan terjadi kebakaran. Penanganan kebakaran sedang disimulasikan hingga gang-gang paling sempit. (sa)

Strategi Surabaya Menekan Angka Kebakaran

Situasi Terbaru Amblesnya Jalan Gubeng Surabaya

Comments 5

  1. Ping-balik: พรมปูพื้นรถยนต์
  2. Ping-balik: SIAMLOTTO
  3. Ping-balik: clothing manufacturer
  4. Ping-balik: ok casino เว็บพนัน คาสิโน บาคาร่า
  5. Ping-balik: นำเข้ามอเตอร์ โบลเวอร์

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

  • Inilah Sistem Pencernaan Manusia yang Hebat  (info visual)

    Mengenal Sistem Pencernaan Manusia yang Hebat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Awal Perjumpaan dan Kisah Inggit-Soekarno

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PELUANG & KESEMPATAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tilang Karena Tak Lihat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jejak Sejarah Braat NV dan Pabrik-pabrik di Sepanjang Kalimas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kurs

Kurs USD: Sel, 20 Jan.

RajaBackLink.com
">
Surabayastory.com

© 2024 Surabaya Story - Let's Make Story, Let's Make History

KATEGORI

  • HEADLINE
  • SURABAYA TODAY
  • CERITA KITA
  • RANA
  • FIKSI & PUISI
  • INSPIRASI PAGI
  • JEJAK
  • JENAKA
  • JELAJAH
  • LENSA

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • HEADLINE
  • SURABAYA TODAY
    • SKETSA KOTA
  • CERITA KITA
  • RANA
  • FIKSI & PUISI
  • INSPIRASI PAGI
  • JEJAK
  • JENAKA
  • JELAJAH
  • LENSA
  • Login
  • Sign Up

© 2024 Surabaya Story - Let's Make Story, Let's Make History

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist