ADVERTISEMENT
Senin, Agustus 3, 2026
Surabayastory.com
No Result
View All Result
  • HEADLINE
  • SURABAYA TODAY
    • SKETSA KOTA
  • CERITA KITA
  • RANA
  • FIKSI & PUISI
  • INSPIRASI PAGI
  • JEJAK
  • JENAKA
  • JELAJAH
  • LENSA
  • Login
  • Register
  • HEADLINE
  • SURABAYA TODAY
    • SKETSA KOTA
  • CERITA KITA
  • RANA
  • FIKSI & PUISI
  • INSPIRASI PAGI
  • JEJAK
  • JENAKA
  • JELAJAH
  • LENSA
No Result
View All Result
Surabayastory.com
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT

Menengok Jejak Pabrik Es Balok

by surabayastory
14 April 2020
in Jejak
Reading Time: 3 mins read
0
A A
Pabrik Es Petojo di masa kolonial Belanda. (ist)

Pabrik Es Petojo di masa kolonial Belanda. (ist)

Surabaya sudah sejak dulu dikenal sebagai kota pesisir yang gerah. Pabrik es balok maju untuk mendinginkan tenggorokan warga kota.

Pabrik Es Petojo di masa kolonial Belanda. (ist)

Surabayastory.com – Ketika lemari pendingin alias kulkas belum lazim dipunyai di rumah-rumah, di masa dulu, beli es balok adalah jawaban untuk mendinginkan minuman. Menikmati perjalanan es batu di Surabaya cukup menarik. Pabrik es yang paling dikenal adalah Pabrik Es Petojo (Ijsfabriek Petodjo). Jalan tempat pabrik ini berdiri ini juga Jl Petojo. Di zaman Belanda, jalan ini dinamai Radersmastraad. Namun bila dilihat dengan peta saat ini, pabrik es tersebut ada di pojok Jl Petojo dan Jl. Kidal. Bangunan utama pabrik es ini sudah hancur lebur. Hanya sisa-sisa bangunan pendukungnya yang ada di sepanjang Jl Kidal.

Dalam catatan pemerintah kota Surabaya, berkas laporan tentang tempat usaha pabrik es ini masih tertulis. Dengan Kode referensi nomor 3396, tertera nama Usaha Pabrik Es PT. Pasar Turi, dengan alamat Jl. Kidal 8, atas nama Khoe Teng Han. Data ini masuk catatan baru tahun 1966.

ArtikelTerkait

Cerita tentang Berdirinya Dewan Kesenian Surabaya Tahun 1971

Jejak Penerbangan Pertama di Surabaya

Cerita Charlie Chaplin Singgah di Surabaya dan Hindia Belanda

Hadirnya pabrik es di Surabaya tidak lepas dari banyaknya industri yang masuk di Surabaya menjelang akhir tahun 1800-an. Pada awalnya banyak bergerak dalam industri mesin uap, serta peralatan berat. Beberapa tokoh industrialis yang dikenal adalah Bezier en Jonkheym dengan industri mesin Bezier Jonkheym en Smith di Kalimas, C.F. Huysdens di Rustenburgerpad, dan F. Willems di Grisseescheweg. Industri besi lainnya adalah tempat tidur besi (ijzeren ledikanten) di Kalimas (milik Haije dan van Marle) Chineesche Voorstraat (dikelola oleh A. Matzen), dan Boomstraat (Meduwe Schmid). Industri bidang peralatan berat selesai di akhir tahun 1879.

Selanjutnya mulai berkembang industri konsumsi sehari-hari, seperti pabrik es batu, rokok, minyak goreng, roti dan lainnya. Bermunculan pula pabrik sabun di Kalongan (daerah Kembang Jepun), pabrik air minum (waterfabriek) di Kalimas (milik J.A.A. Nicolai). Selain itu juga berdiri dua pabrik es di Societeitstraat (Jl Veteran, daerah Tugu Pahlawan) yang dikelola oleh G. Kuneman dan J.J. Spiekerman.

Begitu pesatnya perkembangan kegiatan indsutri di Surabaya, pada tahun 1916, Gemeente Soerabaia (Pemerintah Kota Surabaya), mulai melakukan penataan kawasan industri.

Suasana pabrik es balok di akhir tahun 1800-an. (zwiggelaarauctions.nl)

Ketika Es Batu Datang ke Indonesia

Es batu mulai masuk ke Indonesia sejak tahun 1800-an. Kala itu, es batu digunakan untuk pelengkap minum bir. Minuman dingin masih jadi minuman mewah. Penikmatnya adalah keluarga Belanda yang kaya di Jakarta.

Untuk es batu, saat itu, harus impor dari Boston (Amerika). Es batu pertama kali masuk ke Indonesia tahun 18 November 1846, ketika sebuah kapal besar dari Amerika membongkar muatan es batu pesanan perusahaan Roselie en Co. Masyarakat terkaget-kaget. Penampakannya seperti butiran Kristal yang dingin, dan kalau dipegang bisa membuat tangan kaku.

Es batu diiklankan oleh Roselie en Co yang menjual es tersebut dengan harga 10 sen setiap 500 gram. Ini harga yang sangat mahal kala itu. Pesta-pesta besar juga menyajikan air es. Harganya: 15 gulden!

Es batu kemudian menjadi sebagai komoditas yang berharga, sehingga menyimpannya harus hati-hati agar tidak cepat mencair. Surat kabar Javasche Courant menceritakan, agar tidak cepat mencair, es batu dibungkus dengan selimut wol. Karena sangat ribet mengurusnya, es batu menjadi sajian mewah dan sangat mahal. Restoran mewah mulai menjual minuman dingin. Industri selimut wol juga naik daun.

Iklan minuman dingin dengan es batu. (Julius museum)

Impor es dari Amerika berakhir tahun 1870, seiring berdiri pabrik es di Batavia (Jakarta). Pabrik itu namanya Petojo Ijs di pinggir sungai Ciliwung. Pabrik ini memakai teknologi amoniak yang ditemukan di Eropa.

Setelah itu pabrik es balok di Indonesia dikembangkan oleh Kwa Wan Hong, yang semula jualan kayu dan kapur, kemudian banting setir ke pabrik es. Dimulai dengan pabrik es  N.V. Ijs Fabriek Hoo Hien di Semarang tahun 1895. Seiring waktu, ia bisa membangun tiga pabrik es di Semarang. Selanjutnya berkembang ke kota-kota lain seperti di Tegal dan Pekalongan. Hingga akhirnya membangun pabrik es di Surabaya. Pabrik pertama tahun 1924 dan pabrik es kedua tahun 1926.

Sementara Petodjo-ijs milik Ijsfabriek Petodjo, juga berkembang ke kota-kota lain seperti Cilacap, Solo Surabaya, dan Jogjakarta. Di Surabaya, dengan pabrik es yang besar kemudian jalan di depannya juga dinamai Jalan Petojo (yang sebelumnya bernama Jalan Radersmastraad), dan tercatat hingga saat ini. Logo yang dipakai sangat sederhana. Plang yang dipakai menggunakan bahan enamel berisi tulisan dengan dua warna (biru dan putih).

Plang Pabrik Es Petojo (platinaantik).

Permintaan es yang semakin besar di Surabaya membuat pabrik es Petojo juga semakin meningkatkan produksi. Para pekerjanya berasal dari daerah sekitar seperti Kedung Sroko, Kedung Tarukan, Karangmenjangan, hingga daerah Gubeng.

Permintaan es balok yang semakin banyak, menjadikan ini peluang bisnis yang menarik. Pabrik-pabrik es lain kemudian berdiri. Seperti pabrik es NV.Ijsfabrieken Ngagel di pertigaan kampung Bagong Ginayan dan Jl Ngagel. Kemudian pabrik es NV.Ijs en Handel Mij di Pasarturi dan NV.Vereenigde Ijsfabriek di Heerenstraat (Jl Rajawali).

Seiring dengan perkembangan teknologi, lemari es portable mulai masuk dan semakin lama harganya terjangkau di rumah-rumah. Ini yang membuat pabrik es batu tak semuanya eksis. Hingga awal tahun 1970-an, pabrik es balok masih berjalan. Namun tentu saja, kejayaan pabrik es balok sudah semakin meredup, termasuk pabrik es Petojo di Surabaya yang kini tenggal cerita. –sa

Bagikan tulisan ini:
Tags: cerita es balokpabrik es petojopabrik es Surabayasejarah es batu
Previous Post

Mulai Hari ini 8 Perjalanan KA Jarak Dekat dari Surabaya Dihentikan Sementara

Next Post

Ujicoba Traffic Light Ketintang – A. Yani

Artikel Terkait

Prosesi pelantikan pengurus pertama Dewan Kesenian Surabaya (DKS), 14 Februari 1972. (dok Suparto Brata)
Jejak

Cerita tentang Berdirinya Dewan Kesenian Surabaya Tahun 1971

6 tahun ago
Pilot Belanda Gijs Küller (1881 - 1959) ketika berada dalam pesawat Antoinette dalam penerbangan demo pertama di Surabaya, Indonesia (Hindia Belanda), 18 Maret 1911. (javapost)
Jejak

Jejak Penerbangan Pertama di Surabaya

6 tahun ago
Kedatangan Charlie Chaplin di Oranje Hotel, Surabaya disambut meriah dengan beberapa sesi foto, tahun 1932. (javapost)
Jejak

Cerita Charlie Chaplin Singgah di Surabaya dan Hindia Belanda

6 tahun ago
Suasana masyarakat desa Pujon Januari 1948 (javapost)
Jejak

Jejak Kenangan akan Pujon, Tempat Wisata Orang Surabaya Sejak Dulu

6 tahun ago
Demmo kendaraan hybrid roda tiga yang menjadi bagian dari sejarah transportasi Surabaya. (javapost)
Jejak

Jejak Sejarah Kendaraan Hybrid di Surabaya

6 tahun ago
Pekerja meluruskan dan memasang jeruji roda di pabrik sepeda HIMA di Surabaya sekitar tahun 1930 - 1940. (ist)
Jejak

Jejak Sepeda Onthel Hima di Surabaya

6 tahun ago
Next Post

Ujicoba Traffic Light Ketintang - A. Yani

Cara Mengelola Gaji Selama Covid-19

Surabaya tak menerapkan aturan jam malam. Namun buat apa bergerak di malam hari jika tak ada arti? (sa)

Tak Ada Jam Malam di Surabaya

Comments 51

  1. 注册Binance says:
    1 minggu ago

    Thanks for sharing. I read many of your blog posts, cool, your blog is very good.

    Balas
Next

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

  • langit2

    Dramatisnya Langit Surabaya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengenal Macam-macam Lingkungan di Sekitar Kita

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Makna Warna Merah di Bulan Februari

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kamus Monyet

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menelusuri Kembali Jalan Kenari Setelah 20 Tahun Tersembunyi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kurs

Kurs USD: Sen, 3 Agu.

RajaBackLink.com
">
Surabayastory.com

© 2024 Surabaya Story - Let's Make Story, Let's Make History

KATEGORI

  • HEADLINE
  • SURABAYA TODAY
  • CERITA KITA
  • RANA
  • FIKSI & PUISI
  • INSPIRASI PAGI
  • JEJAK
  • JENAKA
  • JELAJAH
  • LENSA

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • HEADLINE
  • SURABAYA TODAY
    • SKETSA KOTA
  • CERITA KITA
  • RANA
  • FIKSI & PUISI
  • INSPIRASI PAGI
  • JEJAK
  • JENAKA
  • JELAJAH
  • LENSA
  • Login
  • Sign Up

© 2024 Surabaya Story - Let's Make Story, Let's Make History

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist