ADVERTISEMENT
Selasa, Januari 20, 2026
Surabayastory.com
No Result
View All Result
  • HEADLINE
  • SURABAYA TODAY
    • SKETSA KOTA
  • CERITA KITA
  • RANA
  • FIKSI & PUISI
  • INSPIRASI PAGI
  • JEJAK
  • JENAKA
  • JELAJAH
  • LENSA
  • Login
  • Register
  • HEADLINE
  • SURABAYA TODAY
    • SKETSA KOTA
  • CERITA KITA
  • RANA
  • FIKSI & PUISI
  • INSPIRASI PAGI
  • JEJAK
  • JENAKA
  • JELAJAH
  • LENSA
No Result
View All Result
Surabayastory.com
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT

Cerita Cinta dr Soetomo Berakhir di Surabaya

by surabayastory
18 Oktober 2018
in Cerita Kita
Reading Time: 3 mins read
0
A A

Surabayastory.com – Kisah perjalanan hidup anak manusia bak anak panah yang melesat. Hanya bergerak maju tanpa tahu ke mana akhir akan dicapai. Dalam perjalanannya, arah maju itu bisa berbelok tertiup angin, terbentur dinding, terpelanting, jatuh, bangkit lagi. Menelusuri hambatan-tantangan kehidupan yang tiada akhir. Namun soal cinta dan rasa, manusia juga kerap tak sanggup menolaknya.

Putaran kehidupan yang menantang, juga menghinggapi dr Soetomo. Kita buka tirai sejenak, mari kita baca kisahnya.

ArtikelTerkait

Perkenalan Singkat dengan Buah Tin

Mengelola CSR Menjadi Community Development

Mencari dan Memahami Makna Waktu

Soetomo, salah satu pendiri Boedi Utomo di STOVIA, langsung mendapat perhatian pemerintah Hindia Belanda. Karena itu, agar kontaknya dengan para nasionalis terputus, dokter kelahiran Nganjuk, 30 Juli 1888 itu pun dipindah-pindahkan tugas. Antara tahun 1911-1919, ia ditempatkan di tujuh pos berbeda di berbagai tempat di Jawa serta di Sumatra Selatan dan Sumatra Timur. Tugasnya mula-mula di Semarang, lalu pindah ke Tuban, pindah lagi ke Lubuk Pakam, Deli Serdang (Sumatera Utara), lalu kembali lagi ke Malang (Jawa Timur). Saat bertugas di Malang, ia membasmi wabah pes yang melanda Magetan. Tahun 1912, Soetomo juga dipekerjakan di rumah sakit misionaris di Blora meski ia bukan penganut Kristen. Biasanya, Dokter Jawa yang beragama Kristen-lah yang dikirim ke klinik-klinik misionaris.

Dari Simpati dan Empati

Tugas di Blora itu memberi berkah lain. Soetomo bertemu wanita Belanda bernama Everdina Broering yang bersedih ditinggal suami. Berawal dari simpati dan empati, hubungan mereka berkembang. Mereka terus berjuang di antara banyak perbedaan. Hingga akhirnya tahun 1917, Soetomo menikahi Everdina. Tentu saja pernikahan ini kontroversial. Soetomo, yang setiap saat menggelorakan nasionalisme, ternyata malah menikahi wanita kerkebangsaan penjajah. Pun di pihak Everdina. Keluarga besarnya tidak setuju ia menikah dengan pribumi. Namun Everdina tetap pada keyakinannya hingga hubungan dengan keluarga besarnya harus terputus.

Namun, Everdina bukan tipe Belanda penjajah. Wanita kurus ini benar-benar menjadi isteri setia. Everdina rela menyediakan jamuan sederhana pada rekan-rekan Soetomo yang datang ke rumah untuk berdiskusi soal kebangsaan.

Soetomo, atas prestasinya di Indonesia, mendapat beasiswa untuk mendalami penyakit kulit dan kelamin di Belanda. Antara 1919 hingga 1923, Soetomo dan Everdina tinggal di Amsterdam dengan kehidupan sederhana dari uang beasiswa. Di Belanda, Soetomo ditemani Everdina juga bertemu dengan sejumlah pemuda pergerakan.

Kembali di Surabaya, pada 1924, Soetomo bekerja di RS Central Buggerlijk Ziekenhuis (CBZ) di Karangmenjangan. Pada saat yang sama, ia juga memberi kuliah penyakit kelamin di Nederlandsch Indische Artsen School (NIAS) yang sudah berdiri sejak 1913. Di sela-sela bekerja dan memberi kuliah, Soetomo pada 11 Juli 1924 mendirikan Indonesische Studie Club atau Pandu Bangsa Indonesia. Kemudian, pada 1930, ia terjun ke politik dengan mendirikan Partai Bangsa Indonesia yang bertujuan memerdekakan Indonesia. Tahun 1935 terjadi fusi antara PBI dengan Boedi Oetomo –yang sama-sama diketuai Soetomo– hingga terbentuklah Partai Indonesia Raya. Tanggal 15 Mei 1937, Parindra mengadakan Konggres dan Soetomo ditunjuk sebagai ketuanya.

Perjuangan besar dr Soetomo mendapat ujian. Siapa yang akan menyangka, di tengah gemuruh semangat perjuangan, Everdina mendadak sakit. Cuaca panas dan lembab di Surabaya mempengaruhi kondisi Everdina fisik yang kelewat keras bekerja di garis belakang. Tubuhnya makin rapuh, dan dibawa ke Celaket di Malang di lereng Gunung Penanggungan, untuk mendapatkan udara lebih segar. Di tengah perjuangannya melawan penyakit tubuhnya, Everdina membantu penduduk setempat dengan memberi obat-obatan, merawat luka dan memberi bantuan uang. Sementara dr Soetomo harus tetap melanjutkan perjuangan di Surabaya. Dr Soetomo mengunjunginya setiap akhir pekan.

Namun siapa yang sanggup menolak, kondisi Everdina semakin lemah hingga akhirnya meninggal dengan tenang di pangkuan Soetomo pada 17 Februari 1934. Kehilangan besar dirasakan oleh dr Soetomo dan warha Celaket dan Surabaya yang mengenalnya.

Prosesi pemakaman isteri dr. Soetomo itu mendapat perhatian besar dari masyarakat Indonesia dan Belanda. Dr. Soetomo menulis pidato yang dibacanya saat prosesi pemakaman dengan hati hancur. Naskah pidatonya sangat indah dan romatis yang membuktikan cintanya yang teramat dalam kepada mendiang isterinya.

Everdina kemudian dimakamkan di Pemakaman Umum Kembang Kuning Surabaya. Hingga saat ini, makam itu masih bisa dijumpai.

Sepeninggal Everdina, membuat dr Soetomo seakan kehilangan sebagian jiwanya. Ia menjadi “melemah” secara perlahan. Hanya berselang empat tahun, jiwa dr Soetomo sepenuhnya menyusul Everdina. Dr Soetomo wafat pada 30 Mei 1938 dalam usia 50 tahun. Hidup Soetomo diabadikan untuk kesetiaan terhadap isteri dan bangsa Indonesia. –ik 📌

Bagikan tulisan ini:
Tags: Cinta dr Soetomodr. soetomoEverdina
Previous Post

Kebahagiaan Sejati

Next Post

Tips Lolos Perguruan Tinggi Negeri Tanpa Bimbel

Artikel Terkait

Manfaat kesehatan buah/daun buah tin sangat banyak. Dengan kandungan nutrisinya yang berlimpah, buah tin berpotensi mampu mencegah banyak penyakit. (surabayastory,com)
Cerita Kita

Perkenalan Singkat dengan Buah Tin

1 tahun ago
CSR dalam konteks Community Development (pengembangan dan pemberdayaan masyarakat) merupakan salah satu bentuk investasi sosial demi peningkatan kualitas kehidupan dan lingkungan. (istimewa)
Cerita Kita

Mengelola CSR Menjadi Community Development

1 tahun ago
Waktu menjadi relatif tergantung kepada kerangka acuan yang digunakan. Dalam wacana fisika, waktu tidak memiliki kecepatan yang real, tempo yang terukur dan tidaklah mengalir. (surabayastory,com)
Cerita Kita

Mencari dan Memahami Makna Waktu

1 tahun ago
Dalam karya Wallace tentang Borneo ini, kita seakan diajak untuk berpetualang keliling Borneo dan Celebes, serta berkenalan dengan masyarakat dan alam lingkungan di sekelilingnya.(surabayastory.com)
Cerita Kita

Sejarah Awal Peradaban Borneo

1 tahun ago
Nenek moyang bangsa Nusantara menurunkan banyak warisan, ilmu pengobatan merupakan tradisi warisan. Minum jamu berkhasiat untuk mencegah penyakit, meningkatkan kesehatan, mengobati, dan mempercantik tubuh. (surabayastory.com)
Cerita Kita

Jamu Jawa, Tradisi Penyembuhan Nenek Moyang Nusantara

1 tahun ago
Ada 10 faktor utama yang perlu diperhatikan dalam usaha konservasi penanaman mangrove di wilayah pesisir. Tampak hutan mangrove di kawasan Wonorejo Surabaya Timur. (sa)
Cerita Kita

Faktor-faktor Penting dalam Penanaman Mangrove

1 tahun ago
Next Post

Tips Lolos Perguruan Tinggi Negeri Tanpa Bimbel

Kelebat Kereta di Kota Surabaya

Istimewanya Mata Kita

Comments 5

  1. Edi Poerwanto Soetardjan says:
    7 tahun ago

    Saya kok baru dengar ini, bahwa Dr. SUTOMO pernah bertugas di BLORA dan bertemu wanita Belanda disana yang akhirnya menjadi istri setianya….. Padahal saya hidup di Blora 9 Tahun tidak pernah mendengar kisah ini

    Balas
  2. Ping-balik: Aviator UZ
  3. Ping-balik: ratkridder.kz
  4. Ping-balik: Outing trip
  5. Ping-balik: โคมไฟ

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

  • Inilah Sistem Pencernaan Manusia yang Hebat  (info visual)

    Mengenal Sistem Pencernaan Manusia yang Hebat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Awal Perjumpaan dan Kisah Inggit-Soekarno

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PELUANG & KESEMPATAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tilang Karena Tak Lihat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jejak Sejarah Braat NV dan Pabrik-pabrik di Sepanjang Kalimas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kurs

Kurs USD: Sel, 20 Jan.

RajaBackLink.com
">
Surabayastory.com

© 2024 Surabaya Story - Let's Make Story, Let's Make History

KATEGORI

  • HEADLINE
  • SURABAYA TODAY
  • CERITA KITA
  • RANA
  • FIKSI & PUISI
  • INSPIRASI PAGI
  • JEJAK
  • JENAKA
  • JELAJAH
  • LENSA

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • HEADLINE
  • SURABAYA TODAY
    • SKETSA KOTA
  • CERITA KITA
  • RANA
  • FIKSI & PUISI
  • INSPIRASI PAGI
  • JEJAK
  • JENAKA
  • JELAJAH
  • LENSA
  • Login
  • Sign Up

© 2024 Surabaya Story - Let's Make Story, Let's Make History

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist