ADVERTISEMENT
Rabu, Februari 18, 2026
Surabayastory.com
No Result
View All Result
  • HEADLINE
  • SURABAYA TODAY
    • SKETSA KOTA
  • CERITA KITA
  • RANA
  • FIKSI & PUISI
  • INSPIRASI PAGI
  • JEJAK
  • JENAKA
  • JELAJAH
  • LENSA
  • Login
  • Register
  • HEADLINE
  • SURABAYA TODAY
    • SKETSA KOTA
  • CERITA KITA
  • RANA
  • FIKSI & PUISI
  • INSPIRASI PAGI
  • JEJAK
  • JENAKA
  • JELAJAH
  • LENSA
No Result
View All Result
Surabayastory.com
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT

Surat Perisahan dari Che untuk Fidel Castro

by surabayastory
19 Januari 2019
in Cerita Kita
Reading Time: 3 mins read
0
A A

Negara-negara lain telah memanggil saya untuk menyumbangkan keringat

 

ArtikelTerkait

Perkenalan Singkat dengan Buah Tin

Mengelola CSR Menjadi Community Development

Mencari dan Memahami Makna Waktu

 

Surabayastory.com – Surat perpisahan Che Guevara ini dibacakan di depan publik oleh Fidel Castro pada 3 Oktober 1965. Surat ini mungkin tidak diharapkan Che untuk dibaca di depan publik. Berikut bunyi surat lengkapnya.

 

Havana, 1 April 1965

Fidel,

Saya sedang mengenang begitu banyak hal: saat aku bertemu dirimu di rumah Maria Antonia, saat kau mengajak aku berjuang bersama, dan semua ketegangan yang terjadi dalam persiapan revolusi. Lalu, suatu hari mereka lewat dan bertanya; siapa yang harus diberi tahu jika ada yang mati? Kemungkinan ini memang nyata bisa terjadi pada kita semua. Lalu kita tahu itu benar, bahwa dalam revolusi selalu terjadi seseorang menang atau nyawa melayang. Banyak teman kita yang mati dalam perjalanan panjang menuju kemenangan.

Hari ini, apa yang ada rasanya sudah bernada tidak terlalu dramatis lagi seperti dulu karena kita telah lebih matang. Namun, peristiwa akan berulang dengan sendirinya. Aku merasa sudah memenuhi bagian dari tugasku yang mengikat diriku dengan revolusi Kuba di wilayah ini. Maka aku mengucapkan selamat berpisah pada dirimu, pada semua rekan, pada rakyatmu yang kini juga rakyatku.

Saya secara formal mengundurkan diri dari jabatan di kepemimpinan partai, jabatan di kementerian, pangkat di komandan militer, dan kewargaan di Kuba. Tidak ada hal legal lagi yang mengikat saya dengan Kuba. Satu-satunya ikatan adalah alam lain — yakni yang tidak bisa diputuskan sebagaimana sekadar penunjukan jabatan.

Dengan mengkaji kehidupan masa lalu, saya yakin saya telah bekerja dengan integritas dan dedikasi yang cukup memadai untuk mengkonsolidasikan kemenangan revolusi. Kegagalan paling serius saya adalah sempat tidak terlalu percaya pada dirimu sejak peristiwa awal di Sierra Maestra dan tidak cepat memahami kualitas dirimu sebagai pemimpin dan sebagai revolusioner.

Saya telah menikmati hari-hari kejayaan. Di sampingmu, saya merasa bangga menjadi bagian dari rakyat kita dalam hari-hari menyedihkan sekaligus brilian saat ada krisis (rudal) di Karibia. Jarang ada negarawan yang lebih brilian seperti yang kau tunjukkan pada hari-hari krisis itu. Aku juga bangga mengikutimu tanpa rasa segan, bangga mengidentifikasi caramu berfikir, dan bangga dengan cara dirimu melihat dan menilai bahaya.

 

Sumber Kekuatan

Namun, negara-negara lain di dunia ini telah memanggil saya untuk menyumbangkan keringat kecil saya. Saya bisa melakukan hal ini yang tidak bisa kau lakukan karena tanggungjawabmu sebagai pemimpin Kuba. Maka, sudah tiba waktunya bagi kita untuk berpisah.

Kau harus tahu, aku melakukan ini dengan rasa gembira bercampur rasa duka. Saya tinggalkan di sini harapan paling murni saya sebagai seorang pembangun dan saya tinggalkan hal paling aku sayangi dari apa yang pernah kusayang. Dan, saya tinggalkan rakyat yang menerima saya sebagai seorang putra bangsa. Semua itu tentu menyedihkan dan menyakiti sebagian spirit saya. Tapi, saya akan bawa ke medan tempur baru soal keyakinan yang telah engkau ajarkan pada saya, yakni semangat revolusioner rakyat. Saya juga akan bawa ke medan tempur baru soal perasaan memenuhi kewajiban paling sakral: yakni memerangi imperialisme di mana saja berada. Ini sumber kekuatan saya, dan ini lebih daripada sekadar kesembuhan atas luka-luka yang paling dalam.

Saya nyatakan sekali lagi, saya lepas dari Kuba atas segala tanggungjawab. Jika nanti saat-saat terakhir saya ada di bawah angkasa yang lain, pikiran terakhir saya akan tetap pada rakyat di sini dan khususnya pada dirimu. Saya sangat berterimakasih atas pengajaranmu dan contoh-contoh yang langsung kau berikan, antara lain tentang bagaimana saya harus yakin sepenuhnya atas konsekuensi final dari tindakan saya.

Saya telah identik dengan politik luar negeri revolusi kita, dan saya akan terus begitu. Di mana pun saya, saya akan merasakan tanggungjawab menjadi seorang revolusioner, dan saya harus terus berperilaku seperti itu. Saya tidak menyesal karena tidak meninggalkan harta pada istri dan anak-anak saya; saya bahagia dengan keadaan seadanya. Saya tidak minta apa-apa, karena negara akan memberi mereka kehidupan yang cukup dan pendidikan yang memadai.

Masih ada banyak hal untuk saya ungkapkan pada dirimu dan pada rakyat kita, tapi saya rasa itu tidak terlalu perlu. Kata-kata saja tidak bisa mengekspresikan apa yang saya inginkan pada mereka, dan tidak ada poin tertentu dalam tulisan yang cakar ayam ini.(*)

 

Sumber:

Transkrip/Markup oleh Andrea Naffis/Brian Basgen

Dari : Ernesto Che Guevara Internet Archive

Bagikan tulisan ini:
Tags: CheChe GuevaraFidel CastroSurat Che
Previous Post

Mengenal Titik Refleksi dan Manfaatnya

Next Post

Cerita Perempuan di Balik Senyuman Mona Lisa

Artikel Terkait

Manfaat kesehatan buah/daun buah tin sangat banyak. Dengan kandungan nutrisinya yang berlimpah, buah tin berpotensi mampu mencegah banyak penyakit. (surabayastory,com)
Cerita Kita

Perkenalan Singkat dengan Buah Tin

1 tahun ago
CSR dalam konteks Community Development (pengembangan dan pemberdayaan masyarakat) merupakan salah satu bentuk investasi sosial demi peningkatan kualitas kehidupan dan lingkungan. (istimewa)
Cerita Kita

Mengelola CSR Menjadi Community Development

1 tahun ago
Waktu menjadi relatif tergantung kepada kerangka acuan yang digunakan. Dalam wacana fisika, waktu tidak memiliki kecepatan yang real, tempo yang terukur dan tidaklah mengalir. (surabayastory,com)
Cerita Kita

Mencari dan Memahami Makna Waktu

1 tahun ago
Dalam karya Wallace tentang Borneo ini, kita seakan diajak untuk berpetualang keliling Borneo dan Celebes, serta berkenalan dengan masyarakat dan alam lingkungan di sekelilingnya.(surabayastory.com)
Cerita Kita

Sejarah Awal Peradaban Borneo

1 tahun ago
Nenek moyang bangsa Nusantara menurunkan banyak warisan, ilmu pengobatan merupakan tradisi warisan. Minum jamu berkhasiat untuk mencegah penyakit, meningkatkan kesehatan, mengobati, dan mempercantik tubuh. (surabayastory.com)
Cerita Kita

Jamu Jawa, Tradisi Penyembuhan Nenek Moyang Nusantara

1 tahun ago
Ada 10 faktor utama yang perlu diperhatikan dalam usaha konservasi penanaman mangrove di wilayah pesisir. Tampak hutan mangrove di kawasan Wonorejo Surabaya Timur. (sa)
Cerita Kita

Faktor-faktor Penting dalam Penanaman Mangrove

1 tahun ago
Next Post
Siapa Mona Lisa sebenarnya masih menjadi misteri hingga kini. (louvre.fr)

Cerita Perempuan di Balik Senyuman Mona Lisa

Ini Alasan Kenapa Wanita Harus Bekerja

Surabaya Menuju Udara Bersih 2040

Comments 5

  1. Ping-balik: หนังสั้นจีน
  2. Ping-balik: ซื้อเหล้าออนไลน์
  3. Ping-balik: Bangkok Airport Transfer Service
  4. Ping-balik: แทงหวย
  5. Ping-balik: SAGAME350

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

  • Universalisme dongeng juga bisa dilihat dari satu kisah yang punya kemiripan di berbagai penjuru dunia. (Surabayastory.com)

    Mengenal Dongeng Cinderella dan Kisah Para Putri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menunggu Wajah Baru Joyoboyo Jadi Terminal Modern Surabaya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jejak Sepeda Onthel Hima di Surabaya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tempat Parkir Khusus Sepeda di Surabaya Belum Berguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengapa Sastra Penting untuk Kehidupan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kurs

Kurs USD: Rab, 18 Feb.

RajaBackLink.com
">
Surabayastory.com

© 2024 Surabaya Story - Let's Make Story, Let's Make History

KATEGORI

  • HEADLINE
  • SURABAYA TODAY
  • CERITA KITA
  • RANA
  • FIKSI & PUISI
  • INSPIRASI PAGI
  • JEJAK
  • JENAKA
  • JELAJAH
  • LENSA

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • HEADLINE
  • SURABAYA TODAY
    • SKETSA KOTA
  • CERITA KITA
  • RANA
  • FIKSI & PUISI
  • INSPIRASI PAGI
  • JEJAK
  • JENAKA
  • JELAJAH
  • LENSA
  • Login
  • Sign Up

© 2024 Surabaya Story - Let's Make Story, Let's Make History

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist