12 views 5 mins 0 comments

Ini Alasan Kenapa Wanita Harus Bekerja

Banyak alasan yang melatarbelakangi wanita masuk ke dunia kerja. Dari butuh hingga Cuma status.

 

 

Surabayastory.com – Di kota Surabaya dan kota-kota besar lain di dunia, wanita bekerja saat ini sudah menjadi hal yang lumrah. Bahkan di kalangan tertentu, wanita bekerja adalah sebuah keharusan. Banyak alasan dan latar belakang yang berbeda di sana. Namun secara umum, jika dipetakan ada beberapa yang menjadi alasan utama seorang wanita harus bekerja.

 

Di antaranya adalah sebagai berikut:

  1. Membantu Ekonomi Keluarga

 

 

Dalam kehidupan manusia, kebutuhan ekonomi merupakan kebutuhan primer yang dapat menunjang kebutuhan yang lainnya. Kesejahteraan manusia dapat tercipta manakala kehidupannya ditunjang dengan perekonomian yang baik pula. Dengan berkarir, seorang wanita tentu saja mendapatkan imbalan yang kemudian dapat dimanfaatkan untuk menambah dan mencukupi kebutuhan sehari-hari.

Dalam perkembangan masyarakat akhir-akhir ini memang sulit mencegah wanita masuk ke dunia kerja. Penyakit, bencana, kecelakaan, dan PHK sewaktu-waktu bisa menjadi ancaman yang membuat suami kehilangan sumber nafkah. Wanita yang bekerja bisa menjadi juru selamat keluarga dari kehancuran akibat hilangnya sumber pandapatan suami.

Pratiwi Sudarmono, calon astronot Indonesia di tahun 1980-an, mengatakan bahwa pria dan wanita adalah “mitra sejajar” dalam menunjang perekonomian keluarga. Dalam konteks pembicaraan keluarga yang modern, wanita tidak lagi dianggap sebagai mahluk yang semata-mata tergantung pada penghasilan suaminya, melainkan ikut membantu berperan dalam meningkatkan penghasilan keluarga untuk satu pemenuhan kebutuhan keluarga yang semakin bervariasi.

 

  1. Sebagai Pengisi Waktu

 

Pada zaman sekarang ini hampir semua peralatan rumah tangga memakai teknologi yang mutakhir, khususnya di kota-kota besar. Sehingga tugas wanita dalam rumah tangga menjadi lebih mudah dan ringan. Belum lagi mereka yang menggunakan jasa pramuwisma (pembantu rumah tangga), tentu saja tugas mereka di rumah akan menjadi sangat berkurang.

Hal ini bisa menyebabkan wanita memiliki waktu luang yang sangat banyak dan seringkali membosankan. Apalagi ketika anak-anak mulai disibukan dengan kegiatan sekolah, kegiatan ekstrakurikuler, dan les, seorang ibu rumah tangga seringkali merasa kesepian di rumah. Maka untuk mengisi kekosongan tersebut diupayakanlah suatu kegiatan yang dapat dijadikan sebagai alat untuk mengembangkan potensi yang ada dalam diri mereka.

 

  1. Peningkatan Sumber Daya Manusia

 

Jenjang pendidikan tinggi yang tak membedakan gender, menyebabkan terjadinya peningkatan SDM yang luar biasa pada wanita. Dunia kerja mulai melirik wanita karena mereka juga memiliki keahlian dan kemampuan seperti dimiliki pria. Para wanita pun merasa perlu menggunakan keahlian dan kemampuannya untuk meningkatkan penghasilan keluarga, kemajuan masyarakat, dan aktualitasi diri.

 

  1. Meningkatkan Status

Banyak wanita masa kini yang berpandangan, mereka akan memiliki status yang lebih tinggi di masyarakat bila ia seorang wanita yang bekerja dan memiliki penghasilan sendiri. Dengan berkarir, maka wanita merasa dibutuhkan dalam masyarakat sehingga timbulah kepercayaan diri. Selain itu tak jarang sang suami merasa bangga bila istrinya juga bekerja, apalagi di suatu perusahaan yang mapan atau instansi pemerintah.

 

  1. Ambisi Pribadi

 

Saat ini banyak wanita terpelajar dan berbakat di segala bidang yang ingin membuktikan bahwa wanita tak kalah dengan pria di tempat kerja. Mereka percaya bahwa mereka bisa meraih prestasi puncak di tempat kerja dengan kemampuan yang mereka miliki. Mereka tak mengindahkan peran tradisional yang harus dipikul seorang wanita: mengurus rumah tangga. Bagi mereka tugas itu harus dipikul secara bersama-sama antara suami dan istri, dan dibantu oleh pembantu atau pengasuh.

Hasil penelitian di kota Malang menunjukan bahwa sebanyak 83% wanita bekerja karena tuntutan ekonomi keluarga. Hanya 12% dari responden wanita yang menyatakan bekerja untuk memenuhi kebutuhan aktualisasi diri. Dan lebih sedikit lagi, hanya 5% wanita yang bekerja karena tak ingin menganggur di rumah.

Apapun alasan yang melatarbelakangi wanita bekerja, kalau terjadi masalah di rumah tentu yang paling banyak disorot adalah wanita. Ini tak lain dalam kultur manapun, sesuai kodratnya, seorang wanita yang sudah berkeluarga memiliki tugas utama mengurus keluarga. Sedangkan tugas mencari nafkah ada di pundak sang suami. Siapapun sulit untuk mengingkari dalil seperti ini. Bahkan juga kalangan feminis yang paling ekstrim sekalipun. Secara biologis seorang ibu memiliki fungsi reproduksi atau melahirkan keturunan, sehingga mau tak mau ia harus lebih banyak berada di rumah mengurus rumah tangga. Secara fisik seorang wanita juga lebih lemah sehingga tak bisa leluasa masuk di berbagai bidang pekerjaan. Selain itu wanita lebih sensitif dan emosional yang membuat ia kalah dengan pria dalam menghadapi berbagai masalah yang dihadapi di tempat kerja. –drs

Avatar photo
/ Published posts: 787

Bercerita berarti penyampaian cerita dengan cara bertutur. Yang membedakan adalah metode penyampaiannya.