ADVERTISEMENT
Jumat, Januari 16, 2026
Surabayastory.com
No Result
View All Result
  • HEADLINE
  • SURABAYA TODAY
    • SKETSA KOTA
  • CERITA KITA
  • RANA
  • FIKSI & PUISI
  • INSPIRASI PAGI
  • JEJAK
  • JENAKA
  • JELAJAH
  • LENSA
  • Login
  • Register
  • HEADLINE
  • SURABAYA TODAY
    • SKETSA KOTA
  • CERITA KITA
  • RANA
  • FIKSI & PUISI
  • INSPIRASI PAGI
  • JEJAK
  • JENAKA
  • JELAJAH
  • LENSA
No Result
View All Result
Surabayastory.com
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT

Mengapa Durian Diikat di Pohon?

by surabayastory
16 Agustus 2018
in Cerita Kita
Reading Time: 3 mins read
0
A A
karikatur

karikatur

PUNYA pohon durian tentu menyenangkan. Apalagi rajin berbuah. Terlebih durian Bangkok, yang pohonnya pendek, buahnya mudah diraih tangan.

Tapi kalau pohon yang dimiliki lebih dari lima, itu berarti pekerjaan besar menanti. Terlebih jika satu pohonnya bisa berbuah sampai 250 biji. Biasanya ini jenis durian lokal. Pohonnya tinggi, bisa sampai 15-20 meter.

ArtikelTerkait

Perkenalan Singkat dengan Buah Tin

Mengelola CSR Menjadi Community Development

Mencari dan Memahami Makna Waktu

Dulu sekali, ketika musim durian, kita harus membangun dangau untuk istirahat penjaga sekaligus tempat menyimpan buah yang ranum. Mengapa harus dijaga? Supaya durian yang jatuh tak hilang diambil orang.

Maklum saja, durian yang enak adalah yang masak di pohon. Jika diturun-paksakan, hampir pasti rasanya anyep. Tidak lezat. Maka orang memilih menunggu durian benar-benar masak pohon. Dan jatuh secara alamiah.

Aku masih mengalami menunggu durian jatuh. Bersama dua penjaga bayaran, kami tiduran di dangau. Begitu ada bunyi ‘gedebug’, mereka bergegas membawa sentolop mencari di seputar semak-semak. Mereka minta aku tetap di tempat.

Mendekati subuh, semakin sering durian jatuh. Dan lagi-lagi, aku harus tetap di dangau. Padahal kepingin juga memainkan sentolop berbaterai lima yang sinarnya sangat terang.

Akhirnya aku tidak betah. Secara sembunyi-sembunyi ikut di belakang mereka. Ketika itu ada dua suara durian jatuh nyaris berurutan. Dan ketika mereka melihatku, salah satu berlari kembali ke dangau sambil berteriak.

Setelah kami berada di dangau, seorang di antara mereka mengatakan, salah satu di antara kami harus tetap berada di dangau. Mengapa? Sia-sialah tugas semalaman jika ada maling mengangkut habis durian yang sudah kita kumpulkan.

Aku mengangguk mulai mengerti. Mengerti betapa beratnya berjaga di kebun. Mengerti pula trik si maling durian yang membuat suara palsu seolah ada durian jatuh. Begitu penjaga pergi mencari, si maling turun tangan mengukuti durian di dangau. Itu sebabnya, menjaga durian jatuh minimal harus dilakukan dua orang.

Itu kisah abad lampau. Zaman now sudah jauh berbeda. Pada saat menjelang panen, durian diikat ke dahan terdekat. Jika saatnya masak dan jatuh, maka durian aman tergantung tali rafia di atas sana.

Siang hari baru digantol menggunakan arit yang diikat ke penggalah. Tidak pecah? Don’t worry, sesuai dengan kodratnya durian masak tak serta merta terbelah saat jatuh dari ketinggian.

Lalu mengapa diikat ke dahan? Ya itu tadi, supaya tidak kedahuluan maling. Maklumlah, harga durian mahal. Yang super, bisa mencapai 100K per biji.

Lantas, mengapa tidak bertahan dengan cara lama? Bukankah mengikat dan menggalah pekerjaan rebyek? Risiko jatuh, lagi. Dan ongkosnya tidak murah, sekitar Rp 2.500 per buah.

Masalahnya, tak ada lagi orang yang mau berjaga sepanjang malam. Juga siang. Apalagi, malingnya lebih lihai. Salah-salah kita dapat maling yang menyamar jadi penjaga…

Ikutan Tren

Kembali ke durian Bangkok. Aku tersenyum saat melihat si pemilik ikutan mengikat duriannya. Padahal, buah yang umumnya besar-besar itu dengan mudah diraih tangan. Sangat dekat dengan permukaan tanah.

Apa yang ditakutkan sehingga memasang tali? Takut hilang? Kalau diniati, maling pun dengan mudah menggaet yang di atas pohon. Takut jatuh? Nah ini dia, walaupun dibanting, durian tak mungkin terbelah. Kendati sudah matang pohon.

Rupanya, ikutan tren saja. Tidak tahu makna di balik itu. Kecuali pohonnya tinggi dan di halaman pula. Siapa tahu durian jatuh persis mengenai orang yang lalu di bawahnya. Bisa kaya tuh orang, kata seorang dokter sambil meringis. Kaya luka… ha-ha-ha, humoris juga tuh dokter.

Tidak Berbuah

Musuh durian adalah musim hujan kala proses bunga menjadi buah. Umumnya anyep. Sebaliknya, jika pas kemarau, boleh jadi buahnya manis dan legit.

Tidak semua buah sama rasa kendati satu pohon. Bahkan tidak semua biji sama rasa kendati satu buah. Dhus, jualan durian untung-untung rugi. Kalau rasa tak manis, pembeli enggan memakan. Artinya, ya ngga terjual. Afkir!

Makanya yang aman, menjual durian matang pohon. Tak usah khawatir, sebab ada waktu sekitar seminggu sebelum buah itu membuka dengan sendirinya. Tapi ingat, yang begini ini bukannya tambah manis, tapi justru kehilangan rasa.

Dua tiga hari setelah jatuh, itulah lezat-lezatnya durian. Kalau baru malam tadi, masih ada getah dan membelahnya mesti “berkelahi” dulu.

Mengapa aku kini bercerita tentang durian? Nah… sudah tiga musim ini pohon-pohon durianku tak ada yang berbuah. Juga milik tetanggaku. Padahal, durian Rembangan sangat terkenal. Andai semua pohonku berbuah, tentu sekarang aku sibuk berjualan. Tak sempat lagi menulis kisah ini.

—Yuleng Ben  Tallar

Bagikan tulisan ini:
Tags: duriandurian jatuhmengapa durian diikat
Previous Post

Jejak Nasionalisme dr. Soetomo

Next Post

Membuat Jembatan Penyeberangan Orang di Surabaya Lebih Manusiawi

Artikel Terkait

Manfaat kesehatan buah/daun buah tin sangat banyak. Dengan kandungan nutrisinya yang berlimpah, buah tin berpotensi mampu mencegah banyak penyakit. (surabayastory,com)
Cerita Kita

Perkenalan Singkat dengan Buah Tin

1 tahun ago
CSR dalam konteks Community Development (pengembangan dan pemberdayaan masyarakat) merupakan salah satu bentuk investasi sosial demi peningkatan kualitas kehidupan dan lingkungan. (istimewa)
Cerita Kita

Mengelola CSR Menjadi Community Development

1 tahun ago
Waktu menjadi relatif tergantung kepada kerangka acuan yang digunakan. Dalam wacana fisika, waktu tidak memiliki kecepatan yang real, tempo yang terukur dan tidaklah mengalir. (surabayastory,com)
Cerita Kita

Mencari dan Memahami Makna Waktu

1 tahun ago
Dalam karya Wallace tentang Borneo ini, kita seakan diajak untuk berpetualang keliling Borneo dan Celebes, serta berkenalan dengan masyarakat dan alam lingkungan di sekelilingnya.(surabayastory.com)
Cerita Kita

Sejarah Awal Peradaban Borneo

1 tahun ago
Nenek moyang bangsa Nusantara menurunkan banyak warisan, ilmu pengobatan merupakan tradisi warisan. Minum jamu berkhasiat untuk mencegah penyakit, meningkatkan kesehatan, mengobati, dan mempercantik tubuh. (surabayastory.com)
Cerita Kita

Jamu Jawa, Tradisi Penyembuhan Nenek Moyang Nusantara

1 tahun ago
Ada 10 faktor utama yang perlu diperhatikan dalam usaha konservasi penanaman mangrove di wilayah pesisir. Tampak hutan mangrove di kawasan Wonorejo Surabaya Timur. (sa)
Cerita Kita

Faktor-faktor Penting dalam Penanaman Mangrove

1 tahun ago
Next Post
surabayastory 2

Membuat Jembatan Penyeberangan Orang di Surabaya Lebih Manusiawi

main

Tunjungan di Kala Malam

Lansia

Menggugah Surabaya Kota Ramah Lansia

Comments 3

  1. Ping-balik: 123bet
  2. Ping-balik: пин ап скачать
  3. Ping-balik: เว็บพนันออนไลน์เกาหลี

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

  • Inilah Sistem Pencernaan Manusia yang Hebat  (info visual)

    Mengenal Sistem Pencernaan Manusia yang Hebat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jejak Sejarah Braat NV dan Pabrik-pabrik di Sepanjang Kalimas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Awal Perjumpaan dan Kisah Inggit-Soekarno

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta Pandangan Pertama Dante Alighieri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nanti Malam Surabaya Dingin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kurs

Kurs USD: Jum, 16 Jan.

RajaBackLink.com
">
Surabayastory.com

© 2024 Surabaya Story - Let's Make Story, Let's Make History

KATEGORI

  • HEADLINE
  • SURABAYA TODAY
  • CERITA KITA
  • RANA
  • FIKSI & PUISI
  • INSPIRASI PAGI
  • JEJAK
  • JENAKA
  • JELAJAH
  • LENSA

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • HEADLINE
  • SURABAYA TODAY
    • SKETSA KOTA
  • CERITA KITA
  • RANA
  • FIKSI & PUISI
  • INSPIRASI PAGI
  • JEJAK
  • JENAKA
  • JELAJAH
  • LENSA
  • Login
  • Sign Up

© 2024 Surabaya Story - Let's Make Story, Let's Make History

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist