ADVERTISEMENT
Selasa, Desember 9, 2025
Surabayastory.com
No Result
View All Result
  • HEADLINE
  • SURABAYA TODAY
    • SKETSA KOTA
  • CERITA KITA
  • RANA
  • FIKSI & PUISI
  • INSPIRASI PAGI
  • JEJAK
  • JENAKA
  • JELAJAH
  • LENSA
  • Login
  • Register
  • HEADLINE
  • SURABAYA TODAY
    • SKETSA KOTA
  • CERITA KITA
  • RANA
  • FIKSI & PUISI
  • INSPIRASI PAGI
  • JEJAK
  • JENAKA
  • JELAJAH
  • LENSA
No Result
View All Result
Surabayastory.com
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT

Sebuah Pendahuluan tentang Postmodern

by surabayastory
29 April 2020
in Cerita Kita
Reading Time: 3 mins read
0
A A

Postmodern adalah sebuah kondisi masyarakat yang menarik untuk dipelajari dan ditelaah lebih lanjut.

Surabayastory.com – Obyek dari studi ini adalah kondisi pengetahuan pada masyarakat yang paling berkembang. Kata yang digunakan adalah postmodern dalam menggambarkan kondisi tersebut. Istilah ini kemudian digunakan di benua Amerika di antara para sosiolog dan kritikus; ia menunjukkan keadaan budaya kita mengikuti transformasi yang, sejak akhir abad kesembilan belas, telah mengubah aturan main sains, sastra, dan kesenian. Studi ini akan menempatkan transformasi tersebut dalam konteks mengenai krisis narasi.

ArtikelTerkait

Perkenalan Singkat dengan Buah Tin

Mengelola CSR Menjadi Community Development

Mencari dan Memahami Makna Waktu

Sains selalu berada dalam konflik dengan narasi. Dipandang dari luasnya sains, mayoritas dari mereka terbukti berupa fabel. Namun mengingat besarnya sehingga sains tidak membatasi diri dalam menyatakan peraturan yang berguna dan mencari kebenaran, ia wajib melegitimasi aturan mainnya sendiri. Dari situ kemudian dihasilkan suatu wacana mengenai legitimasi yang berkaitan dengan statusnya sendiri, wacana yang disebut filsafat.

Di sini akan menggunakan istilah modern untuk menunjukkan sains apapun yang melegitimasi dirinya sendiri dengan referensi pada suatu metawacana semacam ini yang membuat suatu keputusan eksplisit pada beberapa narasi agung, semacam dialektika spirit, hermeneutika dari arti, emansipasi atas subyek rasional atau pekerjaan, atau penciptaan kesejahteraan.

Sebagai contoh, aturan konsensus antara pengirim dan penerima dari suatu pernyataan dengan nilai-kebenaran dianggap dapat diterima apabila ia dilemparkan dalam arti secara suara bulat yang memungkinkan antara pemikiran rasional: ini adalah narasi pencerahan, yang mana tokoh pengetahuan bekerja menuju suatu akhir etika-politik yang baik-perdamaian universal. Seperti dapat dilihat dari contoh ini, bila suatu metanarasi mengimplikasikan suatu filsafat sejarah, biasanya melegitimasi pengetahuan, pertanyaan-pertanyaan akan muncul menyangkut validitas institusi yang mengatur ikatan sosial: hal-hal ini harus dilegitimasi juga. Maka keadilan diserahkan pada narasi agung dengan cara yang sama seperti halnya dengan kebenaran.

Untuk menyederhanakan hal ekstrim, didefinisikan postmodern sebagai ketidakpercayaan pada metanarasi. Ketidakpercayaan ini tidak diragukan lagi adalah produk kemajuan sains: namun kemajuan ini pada gilirannya malah mensyaratkannya. Usangnya perangkat metanarasi atas legitimasi dapat disamakan, secara khusus, dengan krisis filsafat metafisika dan institusi universitas yang pada masa lalu bertumpu padanya.

Fungsi narasi kehilangan maknanya, kepahlawanannya, mara-bahayanya, perjalanan mahsyurnya, tujuan utamanya. Ia dihamburkan dalam awan elemen bahasa narasi – narasi, namun juga denotatif, preskriptif, deskriptif, dan sebagainya. Diterangkan dalam tiap awan adalah valensi pragmatik khusus untuk tiap-tiap macamnya. Masing-masing kita tinggal dalam persimpangan hal-hal ini. Namun bagaimanapun, kita tidak perlu menciptakan kombinasi bahasa yang stabil, dan kelengkapan-kelengkapan yang kita ciptakan tidak terlalu perlu untuk dapat dikomunikasikan.

Maka masyarakat masa depan sedikit jatuh dalam wilayah antropologi Newtonian (semacam strukturalisme atau teori sistem) dibandingkan dengan pragmatik dari partikel bahasa. Terdapat banyak permainan bahasa – suatu keanekaragaman elemen. Mereka sekedar memberi tambahan tambal sulam dalam institusi-institusi-determinisme lokal.

Bagaimanapun juga, para pembuat keputusan berusaha mengatur awan-awan sosialitas ini menurut matriks masukan/keluaran, mengikuti suatu logika yang mana mengimplikasikan bahwa elemen-elemen mereka dapat saling diperbandingkan dan bahwa keseluruhannya dapat ditentukan. Mereka menetapkan kehidupan kita dalam perkembangan kekuasaan. Dalam hal keadilan sosial dan semacam kebenaran sains, legitimasi kekuasaan tersebut didasarkan pada optimasi kinerja sistem-efisiensi. Aplikasi kriteria ini bagi semua permainan kita mengakibatkan teror pada tingkatan tertentu, baik secara lemah maupun keras: menjadi operasional (yaitu, sepadan) atau lenyap.

Logika kinerja maksimum tidak diragukan lagi inkonsisten dalam banyak hal, khususnya yang berkaitan dengan, kontradiksi dalam bidang sosioekonomi: ia menuntut kerja kurang (untuk menurunkan ongkos produksi) sekaligus kerja lebih (untuk mengurangi beban sosial atas populasi tidak bekerja). Namun ketidak-percayaan saat ini telah sedemikian besar sehingga kita tidak lagi mengharapkan penyelamatan untuk bangkit dari ketidakkonsistenan-ketidakkonsistenan ini, seperti yang dilakukan Marx.

Masih saja, kondisi postmodern adalah hal asing bagi ketiadaan pesona sehingga menjadi positif buta dari legitimasi. Di mana, setelah metanarasi, dapatkah legitimasi bertahan? Kriteria operatif adalah teknologi; tidak ada hubungannya dalam menentukan mana yang benar atau adil. Apakah legitimasi yang ditemukan dalam konsensus diperoleh melalui diskusi, seperti yang dipikirkan Jürgen Habermas? Konsensus semacam itu terlalu keras bagi keanekaragaman permainan bahasa. Dan penemuan baru selalu lahir dari perselisihan. Pengetahuan postmodernisme tidak sesederhana alat otoritas; ia menyempurnakan sensitivitas kita pada perbedaan dan memperkuat kemampuan kita bertoleransi terhadap sesuatu yang tak dapat diukur. Prinsipnya bukan homologi para ahli, melainkan paralogi para penemu.

Berikut adalah suatu pertanyaan: apakah suatu legitimasi dari ikatan sosial, masyarakat yang adil, dapat berjalan dalam kerangka suatu analogi paradoks terhadap aktivitas ilmiah? Paradoks semacam apakah itu?

Sang filsuf akhirnya menghibur dirinya sendiri dengan pemikiran bahwa analisis formal dan pragmatis atas wacana filosofis dan etik-politik mengenai legitimasi, yang mendasari laporan ini, suatu saat akan melihat cahaya terang. Laporan ini akan menyajikan pengenalan bahwa analisis dari suatu sosiologi yang agak miring, adalah sesuatu yang terpotong namun pada saat yang sama dapat menempatkan dirinya. –lyo

Bagikan tulisan ini:
Tags: Newtonianpendahuluan postmodernpostmodernstudi modern
Previous Post

Mulai 1 Mei Pelanggar PSBB Akan Kena Sanksi

Next Post

Story Panjang tentang Narsis dan Sejarahnya

Artikel Terkait

Manfaat kesehatan buah/daun buah tin sangat banyak. Dengan kandungan nutrisinya yang berlimpah, buah tin berpotensi mampu mencegah banyak penyakit. (surabayastory,com)
Cerita Kita

Perkenalan Singkat dengan Buah Tin

1 tahun ago
CSR dalam konteks Community Development (pengembangan dan pemberdayaan masyarakat) merupakan salah satu bentuk investasi sosial demi peningkatan kualitas kehidupan dan lingkungan. (istimewa)
Cerita Kita

Mengelola CSR Menjadi Community Development

1 tahun ago
Waktu menjadi relatif tergantung kepada kerangka acuan yang digunakan. Dalam wacana fisika, waktu tidak memiliki kecepatan yang real, tempo yang terukur dan tidaklah mengalir. (surabayastory,com)
Cerita Kita

Mencari dan Memahami Makna Waktu

1 tahun ago
Dalam karya Wallace tentang Borneo ini, kita seakan diajak untuk berpetualang keliling Borneo dan Celebes, serta berkenalan dengan masyarakat dan alam lingkungan di sekelilingnya.(surabayastory.com)
Cerita Kita

Sejarah Awal Peradaban Borneo

1 tahun ago
Nenek moyang bangsa Nusantara menurunkan banyak warisan, ilmu pengobatan merupakan tradisi warisan. Minum jamu berkhasiat untuk mencegah penyakit, meningkatkan kesehatan, mengobati, dan mempercantik tubuh. (surabayastory.com)
Cerita Kita

Jamu Jawa, Tradisi Penyembuhan Nenek Moyang Nusantara

1 tahun ago
Ada 10 faktor utama yang perlu diperhatikan dalam usaha konservasi penanaman mangrove di wilayah pesisir. Tampak hutan mangrove di kawasan Wonorejo Surabaya Timur. (sa)
Cerita Kita

Faktor-faktor Penting dalam Penanaman Mangrove

1 tahun ago
Next Post
Narcissus melekat pada bayangannya sendiri di musim semi.  JW  Waterhouse, 1903. (public domain).

Story Panjang tentang Narsis dan Sejarahnya

Taman Gantung Babylonia yang menjadi salah satu dari Tujuh Keajaiban Masa Kuno Dunia. (historicmysteries)

Taman Gantung Babylonia: Mahakarya Peradaban Manusia

Cerita Pengantar Susu dari Jalan Ngagel Surabaya 1952

Comments 6

  1. Owen Conkling says:
    11 bulan ago

    Thank you for every other magnificent article. Where else could anyone get that kind of information in such an ideal way of writing? I’ve a presentation subsequent week, and I’m at the search for such information.

    Balas
  2. Katerine Schange says:
    10 bulan ago

    I wanted to type a simple note so as to express gratitude to you for all of the unique techniques you are showing on this website. My extensive internet look up has at the end of the day been recognized with good tips to share with my relatives. I ‘d repeat that many of us visitors actually are extremely fortunate to be in a great network with many marvellous professionals with good plans. I feel really happy to have seen the webpage and look forward to plenty of more thrilling moments reading here. Thank you again for all the details.

    Balas
  3. Binance推荐奖金 says:
    8 bulan ago

    Thanks for sharing. I read many of your blog posts, cool, your blog is very good.

    Balas
  4. Ping-balik: Sylfirm
  5. Ping-balik: ศูนย์ดูแลผู้สูงอายุ
  6. Ping-balik: rkk42

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

  • Inilah Sistem Pencernaan Manusia yang Hebat  (info visual)

    Mengenal Sistem Pencernaan Manusia yang Hebat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nasib Pasar Pacar Keling Pasca Penggusuran Jl Tambang Boyo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PROF. Dr. BASOEKI WIRJOWIDJOJO: Cerita tentang Dokter Bedah Saraf Pertama di Surabaya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rencana Panjang Bandara Juanda Kejar 15 Juta Penumpang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengenal Batik di Zaman Majapahit

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kurs

Kurs USD: Sel, 9 Des.

RajaBackLink.com
">
Surabayastory.com

© 2024 Surabaya Story - Let's Make Story, Let's Make History

KATEGORI

  • HEADLINE
  • SURABAYA TODAY
  • CERITA KITA
  • RANA
  • FIKSI & PUISI
  • INSPIRASI PAGI
  • JEJAK
  • JENAKA
  • JELAJAH
  • LENSA

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • HEADLINE
  • SURABAYA TODAY
    • SKETSA KOTA
  • CERITA KITA
  • RANA
  • FIKSI & PUISI
  • INSPIRASI PAGI
  • JEJAK
  • JENAKA
  • JELAJAH
  • LENSA
  • Login
  • Sign Up

© 2024 Surabaya Story - Let's Make Story, Let's Make History

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist