ADVERTISEMENT
Rabu, Maret 11, 2026
Surabayastory.com
No Result
View All Result
  • HEADLINE
  • SURABAYA TODAY
    • SKETSA KOTA
  • CERITA KITA
  • RANA
  • FIKSI & PUISI
  • INSPIRASI PAGI
  • JEJAK
  • JENAKA
  • JELAJAH
  • LENSA
  • Login
  • Register
  • HEADLINE
  • SURABAYA TODAY
    • SKETSA KOTA
  • CERITA KITA
  • RANA
  • FIKSI & PUISI
  • INSPIRASI PAGI
  • JEJAK
  • JENAKA
  • JELAJAH
  • LENSA
No Result
View All Result
Surabayastory.com
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT

Mengenal Niccolo Machiavelli dan Il Principe

by surabayastory
31 Maret 2019
in Cerita Kita
Reading Time: 4 mins read
0
A A

Machiavelli selalu dicari setiap orang yang tertarik pada politik dan kekuasaan. Apalagi ketika musim bertarung memperebutkan kekuasaan. The Prince karya paling berpengaruh sepanjang waktu.

 

sumber foto : the times

  

ArtikelTerkait

Perkenalan Singkat dengan Buah Tin

Mengelola CSR Menjadi Community Development

Mencari dan Memahami Makna Waktu

Surabayastory.com – Selama lebih dari 400 tahun, The Prince menjadi buku pegangan mendasar tentang politik, kenegaraan dan kekuasaan. Ditulis oleh seorang bangsawan Florentine yang namanya menjadi sinonim dengan keahlian bidang tersebut. Ini merupakan dokumen sosial dan politik yang menarik pada masa lalu dan terus menjadi pegangan yang terkenal di masa kini.

Ketika muncul pertama kali, Machiavelli ingin menetapkan aturan dan langkah-langkah dalam permainan politik yang abadi. Sebagai negarawan yang sukses saat itu, ia menemukan rumusan yang menarik bagi mereka yang mengincar kekuasaan. Bagaimana mendapatkan kekuasaan untuk selamanya.

Saat itu di abad ke-16, di Italia sudah ada demokrasi yang sedikit modern. Munculnya karya Machiavelli ini bukannya menjadi pedoman/ panduan bagi pemerintahan demokratis dan efisien, sebaliknya malah jadi gagasan cetak biru bagi para diktator.

Il Principe (Sang Penguasa) adalah sebuah risalah politik oleh seorang pegawai negeri dan ahli teori politik asal kota Florence, Italia; Niccolo Machiavelli. Naskah aslinya berjudul De Principatibus (Tentang kekuasaan), ditulis tahun 1513, namun baru diterbitkan tahun 1532, lima tahun setelah kematian Machiavelli.

Tulisan ini adalah sebuah studi klasik tentang kekuasaan, tentang bagaimana memperolehnya, memperluas, dan menmggunakannya dengan hasil yang maksimal. Tulisan ini sebenarnya tidak mewakili karya-karyanya selama masa hidupnya, namun karya inilah yang paling diingat, dan yang kemudian memunculkan “para pengikut” yang menyebut dirinya dengan “Machiavellian”.

Pandangan-pandangan yang diuraikan oleh Machiavelli dalam Sang Penguasa mungkin terdengar ekstrem. Namun demikian, seluruh kehidupannya dihabiskan di Florence pada saat konflik politik berkelanjutan. Karenanya, nilai utama yang ditekankan Machiavelli adalah kebutuhan akan stabilitas dalam wilayah seorang penguasa.

Teori-teori yang diungkapkan dalam Sang Penguasa seringkali dipuja sebagai metode-metode cerdik yang dapat digunakan oleh penguasa yang sedang mencari kekuasaan untuk memperoleh tahta, atau oleh seorang penguasa yang ingin mempertahankan kekuasaannya.

 

Kebaikan Moral

Menurut Machiavelli, kebaikan moral yang terbesar adalah sebuah negara, yang bijak (virtuous) dan stabil, serta mampu melakukan tindakan-tindakan untuk melindungi negara. Betapapun itu kejam, tetapi selama untuk kepentingan negara, itu dapat dibenarkan. Yang sangat penting adalah melakukan segala sesuatu, dengan berbagai cara untuk mempertahankan Negara dan kekuasaan. Karena itu, menurut Machiavelli, apapun langkah yang dilakukan oleh penguasa harus didukung.

Ia memberikan sebuah jawaban yang padat tentang apakah seseorang penguasa harus ditakuti atau/ dan dicintai. Ia menyatakan, “…seorang penguasa yang bijaksana harus membangun kekuasaannya berdasarkan apa yang ia sendiri kuasanya dan bukan berdasarkan apa yang orang lain kuasai; ia harus berusaha agar ia tidak dibenci, seperti yang telah dicatat. “ Ia juga berkata “Yang terbaik ialah ditakuti dan dicintai; namun demikian, bila seseorang tidak dapat dua-duanya, lebih baik ditakuti daripada dicintai.”

Wacana pembukaan dari Sang Penguasa mendefinisikan metode-metode pemerintahan yang efektif dalam beberapa bentuk ke-Penguasaan (misalnya, jabatan yang baru diperoleh vs. keturunan). Machiavelli menjelaskan kepada pembacanya, yang diasumsikan sebagai seorang anggota dari kebangsawanan Florence, jalan terbaik untuk memperoleh, mempertahankan, dan melindungi sebuah Negara. Metode-metode yang digambarkan di dalamnya mencakup pengajaran tentang perang dan kekejaman.

Buku Sang Penguasa ini secara luas dianggap sebagai salah satu buku yang paling berpengaruh dalam politik, khususnya menyangkut pemerolehan, pelestarian, dan penggunaan kekuasaan politik di dunia Barat. Pengamatan-pengamatan Machiavelli terus bergema dalam benak para politikus, mahasiswa dan sarjana. Ketika Machiavelli menulis Sang Penguasa ia tidak bermaksud untuk menyusun sebuah tulisan ilmiah tentang teori politik, namun tulisannya ini disukai oleh keluarga Medici yang berkuasa, yang dirasakan memberikan nasihat tentang bagaimana seorang penguasa dapat memperoleh dan mempertahankan kekuasaan.

Machiavelli membenarkan kekuasaan yang diperoleh lewat kekerasan dan bukan lewat hukum. Karenanya, Sang Penguasa tampaknya membenarkan sejumlah tindakan yang dilakukan semata-mata untuk melestarikan kekuasaan.

Ia juga menegaskan bahwa ia tidak akan membicarakan masalah republik. “Tentang Republik saya tidak akan berbicara sekarang, karena hal ini telah dibicarakan di tempat-tempat lain secara panjang lebar. Di sini saya secara khusus akan membicarakan Ke-Penguasa-an, dan dengan mengisi kerangka di atas saya akan menjelaskan bagaimana negara seperti itu harus diperintah dan dipertahankan.”

 

Pertahanan dan Militer

Setelah membahas berbagai tipe ke-Penguasaan-an, Machiavelli lalu membahas tentang bagaimana suatu negara dapat menyerang wilayah-wilayah lain atau mempertahankan dirinya. Dua dasar yang paling penting bagi setiap negara, baik lama ataupun baru, adalah hukum yang sehat dan pasukan-pasukan militer yang kuat.

Seorang Penguasa yang mandiri adalah Penguasa yang dapat menghadapi musuh manapun dalam medan pertempuran. Namun demikian, seorang Penguasa yang hanya mengandalkan perbentengan atau bantuan dari yang lainnya dan hanya bersikap defensif, tidaklah mandiri.

Bila seorang Penguasa tidak dapat membentuk suatu pasukan yang kuat dan harus mengandalkan pihak lain untuk pertahanannya, ia harus segera membentengi kotanya. Sebuah kota yang dibentengi dengan baik tidak akan menjadi sasaran serangan, dan bila diserang, kebanyakan tentara tak dapat bertahan dalam pengepungan yang berkepanjangan. Namun demikian, dalam suatu pengepungan, seorang Penguasa yang bijak akan menjaga moral warga tetap tinggi, sementara menyingkirkan semua pembangkang. Karenanya, selama kota itu dipertahankan dengan baik dan mempunyai cukup pasokan, seorang Penguasa yang bijaksana dapat menghadapi pengepungan apapun.

Machiavelli mengambil sikap yang keras terhadap penggunaan pasukan-pasukan sewaan, tentara yang disewa untuk berperang. Ia percaya bahwa tentara sewaan tidak ada gunanya bagi seorang penguasa karena mereka tidak berdisiplin, pengecut, dan tidak mempunyai loyalitas. Motivasi mereka untuk berperang hanyalah demi uang. Machievelli menerangkan bahwa Italia lemah karena mengandalkan tentara sewaan.

Pada berbagai tahap kehidupannya, Napoleon I dari Perancis menulis tafsiran yang panjang untuk Sang Penguasa. Setelah kekalahan di Waterloo, tafsiran-tafsiran ini ditemukan di kursi sang kaisar dan diambil oleh militer Rusia. Dictator Italia Benito Mussolini juga menulis sebuah wacana tentang Sang Penguasa.

Machiavelli bercerita tentang strategi, pemetaan, serta solusi terhadap beberapa kesulitan yang ada dalam kehidupan. Meski ditulis lebih dari 400 tahun lalu, masih kontekstual dan menyiratkan inspirasi pada kehidupan masa kini. Selamat membaca dan menggali lebih dalam tentang strategi kehidupan. –sa, dari berbagai sumber

 

Bagikan tulisan ini:
Tags: buku legendarisIl PrincipleMachiavellimeraih kekuasaan
Previous Post

PELUANG & KESEMPATAN

Next Post

ALUR KEHIDUPAN

Artikel Terkait

Manfaat kesehatan buah/daun buah tin sangat banyak. Dengan kandungan nutrisinya yang berlimpah, buah tin berpotensi mampu mencegah banyak penyakit. (surabayastory,com)
Cerita Kita

Perkenalan Singkat dengan Buah Tin

1 tahun ago
CSR dalam konteks Community Development (pengembangan dan pemberdayaan masyarakat) merupakan salah satu bentuk investasi sosial demi peningkatan kualitas kehidupan dan lingkungan. (istimewa)
Cerita Kita

Mengelola CSR Menjadi Community Development

1 tahun ago
Waktu menjadi relatif tergantung kepada kerangka acuan yang digunakan. Dalam wacana fisika, waktu tidak memiliki kecepatan yang real, tempo yang terukur dan tidaklah mengalir. (surabayastory,com)
Cerita Kita

Mencari dan Memahami Makna Waktu

1 tahun ago
Dalam karya Wallace tentang Borneo ini, kita seakan diajak untuk berpetualang keliling Borneo dan Celebes, serta berkenalan dengan masyarakat dan alam lingkungan di sekelilingnya.(surabayastory.com)
Cerita Kita

Sejarah Awal Peradaban Borneo

1 tahun ago
Nenek moyang bangsa Nusantara menurunkan banyak warisan, ilmu pengobatan merupakan tradisi warisan. Minum jamu berkhasiat untuk mencegah penyakit, meningkatkan kesehatan, mengobati, dan mempercantik tubuh. (surabayastory.com)
Cerita Kita

Jamu Jawa, Tradisi Penyembuhan Nenek Moyang Nusantara

1 tahun ago
Ada 10 faktor utama yang perlu diperhatikan dalam usaha konservasi penanaman mangrove di wilayah pesisir. Tampak hutan mangrove di kawasan Wonorejo Surabaya Timur. (sa)
Cerita Kita

Faktor-faktor Penting dalam Penanaman Mangrove

1 tahun ago
Next Post

ALUR KEHIDUPAN

Menghalau Rasa Galau di Awal Minggu, Awal Bulan

FAJAR KEHIDUPAN

Comments 3

  1. Agustin Macho says:
    1 tahun ago

    Pretty section of content. I just stumbled upon your site and in accession capital to assert that I get in fact enjoyed account your blog posts. Anyway I will be subscribing to your augment and even I achievement you access consistently rapidly.

    Balas
  2. Ping-balik: ufa118
  3. Ping-balik: บุหรี่ไฟฟ้าส่งด่วน

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

  • Perang Waterloo menjadi perang puncak bagi Napoleon Bonaparte. Satu-satunya kekalahan perang ini membuat Napoleon harus tersingkir dan meninggal dunia di pengasingan. Perang Waterloo adalah salah satu dari enam perang terbesar di dunia. (gazette665.files)

    Pertempuran Pamungkas Napoleon Bonaparte

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Belajar Tanda Nada Gitar bagi Pemula

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengenal Babylon, Kota Indah di Masa Lalu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sisi Manusiawi Sang Pangeran Dipenegoro

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Revolusi Mobil Listrik Tesla dan Elon Musk

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kurs

Kurs USD: Rab, 11 Mar.

RajaBackLink.com
">
Surabayastory.com

© 2024 Surabaya Story - Let's Make Story, Let's Make History

KATEGORI

  • HEADLINE
  • SURABAYA TODAY
  • CERITA KITA
  • RANA
  • FIKSI & PUISI
  • INSPIRASI PAGI
  • JEJAK
  • JENAKA
  • JELAJAH
  • LENSA

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • HEADLINE
  • SURABAYA TODAY
    • SKETSA KOTA
  • CERITA KITA
  • RANA
  • FIKSI & PUISI
  • INSPIRASI PAGI
  • JEJAK
  • JENAKA
  • JELAJAH
  • LENSA
  • Login
  • Sign Up

© 2024 Surabaya Story - Let's Make Story, Let's Make History

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist