ADVERTISEMENT
Jumat, Januari 16, 2026
Surabayastory.com
No Result
View All Result
  • HEADLINE
  • SURABAYA TODAY
    • SKETSA KOTA
  • CERITA KITA
  • RANA
  • FIKSI & PUISI
  • INSPIRASI PAGI
  • JEJAK
  • JENAKA
  • JELAJAH
  • LENSA
  • Login
  • Register
  • HEADLINE
  • SURABAYA TODAY
    • SKETSA KOTA
  • CERITA KITA
  • RANA
  • FIKSI & PUISI
  • INSPIRASI PAGI
  • JEJAK
  • JENAKA
  • JELAJAH
  • LENSA
No Result
View All Result
Surabayastory.com
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT

Radio Rakyat yang Tertinggal di Tikungan dan Radio Pemberontakan Bung Tomo yang Hilang

by surabayastory
2 Mei 2019
in Sketsa Kota
Reading Time: 3 mins read
0
A A
Bagian bangunan yang dipercaya sebagai dari radio rakyat yang memperdengarkan pidato Bung Tomo saat 10 November yang terserak di putar balik Jl Kombes M Duryat. (sa)

Bagian bangunan yang dipercaya sebagai dari radio rakyat yang memperdengarkan pidato Bung Tomo saat 10 November yang terserak di putar balik Jl Kombes M Duryat. (sa)

Ada yang menarik sekaligus miris. Sebagai Kota Pahlawan, Surabaya masih saja menyerakkan tinggalan para pahlawan.

 

Bagian bangunan yang dipercaya sebagai dari radio rakyat yang memperdengarkan pidato Bung Tomo saat 10 November yang terserak di putar balik Jl Kombes M Duryat. (sa)

 

ArtikelTerkait

19 – 24 Agustus 2024, Gebyar UMKM dan Live Music di Surabaya Expo Center

Hari ini Surabaya Cerah Berawan. Potensi Hujan Ringan

“Awasi Boyo” Pengawas dan Teman Baru Koperasi Surabaya

Surabayastory.com – Ada yang menarik ketika Anda akan putar balik dari Jl Kombes M Duryat arah Jl Basuki Rachmat. Di bagian jalan putar balik terakhir itu terdapat sebuah bangunan yang hanya menempel di atas aspal (tidak tertanam dan punya pondasi). Bangunan dengan tinggi sekitar tiga meter itu bentunya seperti pilar dengan bagian ujung atas yang lebih besar diameternya (tampak dalam foto utama). Di bagian “leher” bangunan diikat dengan tali webbing (tali penarik kendaraan berat), diikat pada pohon di tikungan itu agar tidak roboh. Agak aneh, benda apa ini, dengan tempat yang tak semestinya?

Bangunan ini memang tidak umum ditemui. Dari informasi yang didapatkan, konon bangunan ini adalah bagian dari radio rakyat yang memperdengarkan pidato Bung Tomo saat membakar semangat Arek-arek Suroboyo ini. Dari radio ini arek-arek Suroboyo mendengar pidato pembangkit semangat untuk mengusir sekutu yang kembali memasuki Surabaya.

Berarti ini bagian dari sejarah Surabaya? Bila informasi itu valid, maka bagian dari perjuangan 10 November 1945 itu tak boleh teronggok begitu saja. Di mana asal bangunan ini sebelumnya belum diketahui dengan pasti. Namun, sebagai bagian dari sejarah perjuangan arek-arek Suroboyo sudah sepantasnya bila warga Surabaya menjaga dan melestarikannya.

 

Bagian atas radio rakyat Surabaya dan ikatan tali ke pohon. (sa)

 

Sementara yang terlihat, sudah beberapa bulan ini kondisinya memprihatinkan. Dengan posisi yang berdiri sekenanya di belakang pos polisi di ujung Jl Kombes M. Duryat, selain tak menempatkan bagian dari sejarah itu sebagaimana mestinya, juga sangat mengkhatirkan. Bisa saja bangunan ini tertabark oleh kendaraan yang sedang putar balik karena posisinya berada di badan jalan dan tak terlihat secara jelas. Ketika malam dan cahaya hanya temaram, situasi ini lebih membahayakan. Kemungkinan lain adalah apabila tiba-tiba bangunan ini roboh dan menimpa mengendara yang sedang putar balik. Kemungkinan ini besar karena hanya diikat dengan tali ke pohon.

 

Radio Pemberontakan

Bila ini adalah bangunan tempat rakyat Surabaya mendengarkan radio di masa perjuangan, pusat di mana radio itu mengudara juga membuat kita miris. Bangunan yang masuk cagar budaya itu telah rata dengan tanah. Meski sekarang coba dibangun kembali, tetapi jiwanya telah tak ada.

Pusat radio itu ada di Jl Mawar 10-12 Surabaya. Dari sini dilakukan siaran radio pemberontakan untuk mengobarkan semangat para pejuang dalam pertempuran Surabaya 1945. Ceritanya, setelah insiden perobekan bendera di Hotel Yamato, dan pertempuran pertama melawan tentara Inggris pada 27 Oktober 1945 menelan banyak korban jiwa. Sukarno kemudian mengumumkannya adanya gencatan senjata. Karena RRI Surabaya terbakar hebat maka saluran komunikasi kepada rakyat dilakukan melalui Radio Pemberontakan ini.

Namun ketika gencatan senjata tak lagi berjalan, lagi-lagi Radio Pemberontakan ini yang punya peran. Ketika pertempuran hebat berkobar di seluruh kota Surabaya pada 10 November pagi, Bung Tomo menganjurkan semua pemuda Surabaya, di mana pun berada, segera kembali ke Surabaya, dan ikut bertempur hingga titik darah penghabisan. Kiai Mashoed menggunakan radio ini untuk menyerukan para kiai dan rakyat Indonesia menuju Surabaya. Bung Tomo tak henti-hentinya terus menyatukan semangat arek-arek Suroboyo melalui radio ini. Isi Radio Pemberontakan ini juga disorot media-media luar negeri.

 

Tempat Studio Pemancar Radio Barisan Pemberontakan Republik Indonesia (RPPRI) Bung Tomo di Jl. Mawar 10-12 Surabaya yang telah kehilangan jiwa dan raganya. (sa)

 

Gagasan Membangun Radio di Surabaya

Radio Pemberontakan di Surabaya ini digagas setelah Bung Tomo kembali dari Jakarta pada tanggal 12 Oktober 1945. Awalnya ingin mendirikan stasiun pemancar radio, yang dinamakannya Radio Pemberontakan, sebagai sarana membangun solidaritas perjuangan pemuda Surabaya.

Sebenarnya saat itu di Surabaya sudah ada radio, Radio Republik Indonesia (RRI) yang juga ada di beberapa kota besar di Indonesia. Namun isi siaran RRI kebanyakan siaran resmi pemerintah. RRI tak bisa menyiarkan aspirasi daerah. Bung Tomo melontarkan gagasan ini pada Presiden Sukarno dan Menteri Penerangan Amir Sjarifuddin di Jakarta, dan disetujui.

Bung Tomo bergegas kembali ke Surabaya dan mulai mempersiapkan perangkatnya. Dimulai dari menuju RRI Surabaya di Jalan Simpang (sekarang Jl Pemuda) untuk minta izin sementara memakai pemancar Radio Surabaya. Saat siaran Bung Tomo menceritakan apa yang terjadi di Jakarta.

Setelah siaran perdana, pemuka Surabaya Doel Arnowo meminta Bung Tomo untuk segera membangun pemancar Radio Pemberontakan. Pesawat pemancar itu kemudian dikembangkan oleh teknisi radio dan anggota BPRI Hasan Basri, Ali Oerip, dan Soemadi. Pesawat pemancar bergelombang pendek ini bekas Jepang yang dimiliki Tentara Keamanan Rakyat (TKR), hasil bantuan Beruntung, Menteri Pertahanan drg. Moestopo.

Setelah rampung perangkatnya, Radio Pemberontakan segera mengudara. Jadwal resminya mengudara setiap Rabu malam dan Minggu malam. Siarannya dalam bahasa Indonesia, bahasa daerah, dan bahasa Inggris. Miss Deventery yang kemudian dikenal dengan nama Bali Ktut Tantri, seorang Amerika yang bersimpati pada perjuangan Indonesia, menjadi penyiar bahasa Inggris.

Setelah Radio Pemberontakan di Surabaya berdiri, hampir di semua kota yang ada RRI menyebarluaskan siaran Radio Pemberontakan.

Sebelum lokasi Radio Pemberontakan, rumah ini adalah asrama Nederland Indische Landbouws Maaschapij (NILM), perusahaan perkebunan Belanda. Kemudian rumah ini tak bisa dilepaskan dari sosok Bung Tomo, yang lekat dengan Perjuangan 10 November 1945.

Saat ini, suasana di sini sudah sama sekali berubah. Rumah asli sudah rata dengan tanah, meski telah ditetapkan sebagai cagar budaya berdasarkan Surat Keputusan Walikota Surabaya pada 1998. Hanya sebuah plakat di dinding menjadi penandanya, bertuliskan: “Rumah Tinggal Pak Amin (1935). Tempat Studio Pemancar Radio Barisan Pemberontakan Republik Indonesia (RPPRI) Bung Tomo. Di sini Ktut Tantri (warga negara Amerika) menyampaikan pidatonya sehingga perjuangan Indonesia bisa dikenal di luar negeri Jl. Mawar 10-12 Surabaya.”

Kini, tak ada lagi ingar-bingar semangat perjuangan. Rumah tempat Radio Pemberontakan yang berperan besar dalam Pertempuran 10 November 1945, telah kehilangan jiwa dan raganya. –sa

 

Bagikan tulisan ini:
Tags: 10 November 1945Bung TomoCagar budaya SurabayaRadio Pemberontakan Surabaya
Previous Post

Simalakama yang Berbahaya di Jalanan Surabaya

Next Post

LANGIT SENJA ITU…

Artikel Terkait

Surabaya Expo Center akan menjadi destinasi wisata baru kota Surabaya sekaligus memberi ruang untuk UMKM serta lahan konser yang terbuka. (bangga surabaya)
Headline

19 – 24 Agustus 2024, Gebyar UMKM dan Live Music di Surabaya Expo Center

1 tahun ago
Cuaca dan suhu udara kota Surabaya hari ini cerah, berawan, dan berpotensi hujan di beberapa tempat. (BMKG)
Sketsa Kota

Hari ini Surabaya Cerah Berawan. Potensi Hujan Ringan

1 tahun ago
Prosesi peluncuran aplikasi "Awasi Boyo" di Balai Kota Surabaya. (kominfo pemprov)
Sketsa Kota

“Awasi Boyo” Pengawas dan Teman Baru Koperasi Surabaya

1 tahun ago
Fantasi menjadi kajian psikoanalisis penting meski oleh Sigmund Freud ditemukan dengan cara yang tak sadar. (rafy-a.com)
Headline

Kajian Psikoanalisis tentang Fantasi dan Fungsinya

4 tahun ago
Jalaluddin Rumi mengekspresikannya tulisannya dalam bahasa cinta yang syarat makna. Sajak, puisi, syair, dengan pendekatan cinta dan humanisme. (surabayastory.com)
Headline

Pengantar Singkat Karya dan Perjalanan Spiritual Jalaluddin Rumi

5 tahun ago
Warna merah selalu mencuri perhatian. Psikologi merah sangat kuat. (qz)
Headline

Makna Warna Merah di Bulan Februari

5 tahun ago
Next Post

LANGIT SENJA ITU…

Menyelami Diri, Memaknai Kehidupan

Kahlil Gibran: Cinta & Bahagia (1)

Comments 3

  1. Edi Poerwanto Soetardjan says:
    7 tahun ago

    sangat eman banget…. peninggalan otentik dari Perjuangan AREK SUROBOYO ….lenyap. Tidak ada yang melestarikannya

    Balas
  2. Ping-balik: ฆอ
  3. Ping-balik: ขอ ฆอ

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

  • Inilah Sistem Pencernaan Manusia yang Hebat  (info visual)

    Mengenal Sistem Pencernaan Manusia yang Hebat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jejak Sejarah Braat NV dan Pabrik-pabrik di Sepanjang Kalimas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Awal Perjumpaan dan Kisah Inggit-Soekarno

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta Pandangan Pertama Dante Alighieri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nanti Malam Surabaya Dingin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kurs

Kurs USD: Jum, 16 Jan.

RajaBackLink.com
">
Surabayastory.com

© 2024 Surabaya Story - Let's Make Story, Let's Make History

KATEGORI

  • HEADLINE
  • SURABAYA TODAY
  • CERITA KITA
  • RANA
  • FIKSI & PUISI
  • INSPIRASI PAGI
  • JEJAK
  • JENAKA
  • JELAJAH
  • LENSA

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • HEADLINE
  • SURABAYA TODAY
    • SKETSA KOTA
  • CERITA KITA
  • RANA
  • FIKSI & PUISI
  • INSPIRASI PAGI
  • JEJAK
  • JENAKA
  • JELAJAH
  • LENSA
  • Login
  • Sign Up

© 2024 Surabaya Story - Let's Make Story, Let's Make History

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist