ADVERTISEMENT
Selasa, Mei 19, 2026
Surabayastory.com
No Result
View All Result
  • HEADLINE
  • SURABAYA TODAY
    • SKETSA KOTA
  • CERITA KITA
  • RANA
  • FIKSI & PUISI
  • INSPIRASI PAGI
  • JEJAK
  • JENAKA
  • JELAJAH
  • LENSA
  • Login
  • Register
  • HEADLINE
  • SURABAYA TODAY
    • SKETSA KOTA
  • CERITA KITA
  • RANA
  • FIKSI & PUISI
  • INSPIRASI PAGI
  • JEJAK
  • JENAKA
  • JELAJAH
  • LENSA
No Result
View All Result
Surabayastory.com
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT

Jelajah Pasar Bong dan Cerita Kapitan Cina di Surabaya

by surabayastory
13 September 2018
in Jelajah
Reading Time: 5 mins read
0
A A
surabayastory.com  22

surabayastory.com 22

Pintu masuk Pasar Bong dari Jl Slompretan. (sa)

Pasar Bong mempunyai ciri khas tersendiri. Berdiri di bekas makam China, bisnis grosir ini terus berputar.

Karakter yang khas, adalah sebuah keunikan. Tidak didapatkan di daerah lain, membuatnya selalu didatangi kembali. Cerita tentang Pasar Bong Surabaya, adalah sebuah penjelajahan menyusuri ruang dan waktu. Bagaimana lapak-lapak pedagang di dalamnya terus meruang mengikuti zaman yang baru. Di sana juga ada lorong waktu yang dalam di masa lalu dan gegap di masa depan. Di Pasar Bong, setiap sudutnya punya cerita dan kesan. Bisnis yang berputar beradu dengan jejak sejarah perdagangan di Kota Surabaya.

Menjelajahi Pasar Bong kita mulai dari pemetaan tempatnya dulu. Untuk sampai ke sana, temukan dulu jalan Slompretan. Kalau masih susah, capai Jembatan Merah (jembatannya), lalu berjalan ke arah Jl Kembang Jepun, setelah lewat dua blok akan ketemu Jl Slompretan di sebelah kanan. Sejak ujung Jl Slompretan sudah terlihat padat. Jl Slompretan memang sangat dikenal sebagai pusat perdagangan kain dan barang-barang jahit di Surabaya. Cari jenis kain apa saja ada di sini. Yang lebih penting lagi, harganya paling murah. Tak ayal banyak pengusaha konveksi yang kulakan kain di sini.

ArtikelTerkait

Wisata Olahraga di Lapangan THOR Surabaya

Menjelajahi Sisi Lain Pantai Kenjeran

Menjelajahi Habitat Burung Pantai

Setelah berjalan sekitar 400 meter, di sebelah kanan jalan terdapat sebuah gang kecil. Di gerbang gang tertulis Jl Kembang Jepun, tetapi setelah masuk akan terlihat gang Pasar Bong. Lho… Setelah diusut, ternyata hanya beberapa meter saja dari pintu masuk gang terpecah jadi tiga, yang ke kanan gang Kembang Jepun, yang di kiri gang Pasar Bong, dan yang ketiga gang buntu. Namun setelah melewati gerbang kecil itu, yang lebih dikenal adalah gang Pasar Bong.

Parkir sepeda motor bila dilakukan di sekitar depan gang, sedangkan untuk mobil parkir di sepanjang jalan Slompretan.

Bagian depan Pasar Bong setelah masuk gerbang gang Pasar Bong. Kendaraan roda dua ada yang diparkir di sana. (sa)

Pasar Bong memang menyimpan karakter tersendiri. Ketika mall begitu banyak tumbuh di kota besar, tampaknya pasar tradisional semakin terpinggirkan. Bahasa paling gampang, ketika ingin gaya dan ‘pamer’ mereka ke mall, ketika ingin kebutuhan yang murah (mengikuti jumlah dalam kantong) mereka menyerbu pasar tradisional. Pasar Bong ada di sana, karena harga yang sangat murah membuat orang masih sering datang ke sana. Setiap hari selalu ramai.

Berbagai pilihan dengan harga grosir. (sa)

Pusat Souvenir Haji di Surabaya

Di bulan-bulan usai musim haji seperti sekarang ini, Pasar Bong menunjukkan kegairahan yang tinggi. Pasar Bong dikenal sebagai sebagai pusat grosir untuk barang-barang muslim. Mulai dari baju, kerudung, makanan, hingga minuman. Aapapun yang berbau Timur Tengah ada di sini. Pasar ini kian menjadi ramai luar biasa ketika musim haji atau musim lebaran tiba.

Biasanya, setelah pulang dari ibadah haji, salah satu yang ditunggu adalah buah tangan dari Tanah Suci. Seolah ada kepuasan tersendiri jika bisa membawakan oleh-oleh kepada keluarga, teman, sahabat, tetangga. Seakan sudah menjadi kewajiban. Ibaratnya, pulang haji tanpa membawa oleh-oleh terasa hambar. Beberapa buah tangan yang biasa diberikan adalah kurma, mukena, air zam-zam, kurma, kacang Arab, kacang potaccio, kismis, almon, kerudung, tasbih, minyak wangi, pengecat kuku. Semua ada. Meski tak ada keharusan, membagi oleh-oleh seakan wajib bagi jamaah haji sepulang dari Tanah Suci.

Berbagai perlengkapan dan oleh-oleh haji ada di sini. (sa)

Kadang, antara keinginan dan kenyataan sering bertolak belakang. Inginnya bisa membawa oleh-oleh banyak untuk dibagikan, tetapi aapa daya ada keterbatasan bagasi untuk masing-masing jamaah. Selain itu, dengan tidak repot berbelanja maka beribadah dapat lebih fokus. Bagaimana bisa menyenangkan orang-orang yang telah menunggu? Dan Pasar Bong adalah jawabannya. Berbagai jenis souvenir haji bisa didapatkan di sini.

Menjelajahi gang Pasar Bong memang mengasyikkan. Yang dagang berjubel, banyak betul. Pilihannya juga tak terhitung, dan yang pasti harganya sangat murah. Karena itu tak heran kalau pelanggan yang datang ke sini bisa dari luar kota Surabaya atau luar pulau Jawa.

Pasar ini pasar biasa saja, tidak bertingkat dengan interaksi penjual dan pembeli secara langsung. Pintu masuk Pasar Bong hanya berupa gang ukuran sekitar tiga meter. Memasuki pintu gerbang, kita sudah disambut dengan lapak penjual sajadah serta baju-baju. Tanya saja apa yang Anda mau, sesuai harga, sesuai selera, mereka akan dengan ringan menuntun Anda untuk memilih barang yang Anda cari. Berjalan terus menelusup lorong yang kanan kirinya berupa toko-toko yang sesak oleh barang dagangan. Barang-barang yang dijual dominan baju muslim dan perlengkapan ibadah bagi umat muslim. Soal harga, seperti pasar tradisional yang lain, terjadi proses tawar menawar. Tetapi dengan sistem pembelian grosir harganya sudah teruji sangat murah.

Bagian depan Pasar Pagi yang ada di belakang Pasar Bong. (sa)

Pasar Pagi dalam Pasar Bong

Jangan bingung, ketika kita melintasi Pasar Bong, di bagian tengah menjelang belakang kita akan melewati sebuah gerbang yang di atasnya tertulis “Pasar Pagi”. Buka pagi hingga sore (08.00-16.00). Yang jelas, Pasar Pagi yang ada di bagian belakang Pasar Bong sudah ada lebih dahulu sekitar tahun 1950-an. Dari cerita yang dihimpun, dulu awalnya yang buka adalah Pasar Pagi. Jualannya adalah sarung, baju batik, daster, kaos, dan barang-barang konveksi.

Ada juga perlengkapan alat salat, hijab, parfum, serta produk makanan. Jualannya grosir, tidak melayani eceran. Penjualannya luar biasa, omzetnya besar. Pelanggan sampai di luar pulau. Jika musim haji atau lebaran, omzet bisa berlipat hingga tiga kalinya.

Namun sekarang, seiring dengan penurunan omzet toko-toko Pasar Pagi sejak tahun 2000-an, pembelian eceran juga dilayani.

Di Atas Bekas Makam Cina

Bagian bawah bangunan ini (yang hitam) adalah satu-satunya penggalan tembok makam China yang tersisa. Sekarang sudah menjadi bagian dari bagunan rumah. (sa)

Pasar Bong berarti…. Ya benar, Pasar Bong, di sini dulu adalah bekas makam Cina. Tak perlu takut, sudah berpuluh tahun pasar ini berdiri di atasnya.

Dari data-data yang didapatkan dalam buku Riwayat Tionghoa Peranakan di Jawa (karya Ong Hok Ham), di sini dulunya terdapat makam Han Bwee Kong alias Han Bwee Sing (1727-1778), orang pertama dari keluarga Han yang menjabat sebagai Kapitan Cina di Surabaya. Keluarga Han, Tjoa dan The, yang menurunkan opsir-opsir Tionghoa di Surabaya khususnya, dan wilayah Jawa Timur umumnya.

Makam ini juga dikenal sebagai Chineesche Breestraat, yang artinya sepanjang Jalan Cina Lebar, yang sekarang dikenal sebagai Jl Slompretan. Gang kecil yang sekarang sebagai Pasar Bong dulunya adalah pasar hewan. Di sini tempat jual-beli burung, anjing, kelinci dan ayam hias, lain-lain. Gang ini dikenal sebagai pasar burung dan ayam. Selain itu dulu di sepanjang jalan ini terdapat banyak penjual obat tradisional Cina.

Waktu itu, di depan Pasar Pagi, terhampar makam-makam Cina dengan bangunan khas, tinggi-tinggi dari batuan yang lazim disebut dengan bong. Tapi kemudian makam tua yang ada di Pasar Bong telah berubah menjadi toko dan rumah-rumah.

Di sepanjang Slompretan dulu adalah gudang-gudang. Setiap hari banyak terjadi bongkar-muat. Perlahan, warga sekitar mulai membeli dan menjual kembali di rumah-rumahnya disekitar gang Pasar Bong. Tak ada data resmi kapan Pasar Bong ini buka. Dalam perjalanan waktu, di tahun 1970-an sedikit demi sedikit bong ini tergusur satu persatu, dan di atasnya mulai tumbuh pemukiman dan kemudian menjelma menjadi lapak-lapak pedagang. Semakin lama semakin ramai dan bong sudah lenyap sama sekali. Karena itu, pasar ini kemudian disebut dengan Pasar Bong.

Pasar Bong buka setiap hari. Pasar Bong yang menempati gang berbentuk lorong, membuat suasana di dalam tidak terasa panas. Meski tidak berjajar rapi, namun penelusuran dari lapak ke lapak yang lain sangat mudah dilakukan. Gang Pasar Bong berlekuk-lekuk mengikuti alur gang. Jika ada pertigaan-pertigaan, tidak usah bingung ikuti saja mana yang Anda suka. Masing-masing lengkungan gang ada lapak yang berjajar-jajar. Jika sampai ujung dan ketemu jalan buntu (lapak terakhir), Anda tinggal berbalik saja dan menelusuri gang yang lain.

Dari pernyataan seorang yang sudah sering datang ke pasar ini, bagi yang pertama kali datang, harus pintar-pintar menawar dan pandai-pandai mencari toko yang murah. Kadang barangnya sama, beda toko beda harga. Barang yang paling banyak dicari adalah busana muslim, sarung, sajadah, kerudung, mukena, kopiah, sorban, teko dan oleh-oleh haji lainnya.

Kerukunan Antar-Manusia

Lingkungan di Pasar Bong dan sekitarnya, menyimpan sebuah toleransi yang tinggi. (sa)

Pasar Bong juga menyimpan sebuah toleransi antar-suku dan antar-umat beragama yang sebenarnya sangat dijunjung tinggi masyarakat Indonesia. Kita tengok cerita yang bergulir. Gang di dalam Pasar Bong terbagi menjadi tiga jalur. Awal mulanya, pembagian jalan itu berdasar suku pedagang, sisi kiri untuk pedagang keturunan Arab, tengah untuk pedagang keturunan Jawa-Madura, dan sisi kanan untuk pedagang keturunan Tionghoa. Meski demikian, semua pedagang saling menghormati.

Dalam perjalanan waktu, suasana menjadi lebih cair. Setiap wilayah tidak lagi dibeda-bedakan lagi. Sekarang sudah bercampur-campur. Tidak dibedakan sesuai keturunan. Mereka guyub-rukun berjualan bersama di area pasar tersebut. Keberagaman yang berdampingan tergambar kust di sini, mereka hidup bersama sebagai seorang manusia.

Pasar Bong bisa menjadi referensi sekaligus wisata kota yang direkomendasi di Surabaya. Bagi yang sudah pernah datang ke sini, akan bisa membandingkan harga yang lebih murah dan pilihan yang sangat banyak. Pasar Bong telah membuat cerita yang panjang bagi Surabaya dan masyarakat yang datang untuk berbelanja. –sa 📌

Bagikan tulisan ini:
Tags: BatikkainKulakan grosir SurabayaPasar Pongperlengkapan hajiWisata belanja Surabaya
Previous Post

Simalakama Perahu Tambangan Surabaya

Next Post

Nasihat Jack Ma Menjelang Pensiun

Artikel Terkait

Wisata Olahraga di Lapangan THOR Surabaya surabayastory.com
Jelajah

Wisata Olahraga di Lapangan THOR Surabaya

8 tahun ago
surbayastory 7
Jelajah

Menjelajahi Sisi Lain Pantai Kenjeran

8 tahun ago
burung
Jelajah

Menjelajahi Habitat Burung Pantai

8 tahun ago
Rumah HOS Tjokroaminoto
Jelajah

Penjelajahan Batin di Rumah Pak Tjokro

8 tahun ago
Next Post
surabayastory.com  30

Nasihat Jack Ma Menjelang Pensiun

cerita akhir pekan

Pada Sebuah Malam

surabayastory.com  31

Sawitri

Comments 107

  1. https://sedayubetid.com/ says:
    3 minggu ago

    Hi, just wanted to mention, I enjoyed this blog post.
    It was funny. Keep on posting!

    Balas
  2. https://fx-broker.co.za/fxpro-account-types says:
    2 minggu ago

    Hello, I think your site might be having browser compatibility issues.
    When I look at your blog in Ie, it looks fine but when opening
    in Internet Explorer, it has some overlapping. I just wanted to give you a
    quick heads up! Other then that, fantastic blog!

    Balas
  3. Space Markets Minimum Deposit says:
    2 minggu ago

    This article offers clear idea in support of the new viewers of
    blogging, that genuinely how to do blogging.

    Balas
  4. https://m88playmy.com says:
    2 minggu ago

    Keep this going please, great job!

    Balas
  5. https://exnfx-indonesia.com says:
    2 minggu ago

    I was recommended this blog by my cousin. I am not sure
    whether this post is written by him as nobody else know such detailed about my problem.
    You’re wonderful! Thanks!

    Balas
  6. https://mpo4id.com/ says:
    2 minggu ago

    Thanks designed for sharing such a fastidious idea, post is pleasant, thats why i have read it fully

    Balas
  7. FxPro Trusted Broker says:
    6 hari ago

    現代日本は、最先端のテクノロジーにおいて世界的に注目されています。特に、自動車産業では、トヨタなどの大手企業が世界市場をリードしており、新車や自動運転車など、さまざまな環境に配慮した技術が進化しています。自動車産業の進展により、燃費が大きく向上し、利用者にとってより良い選択肢が提供されています。

    バイクの所有は、車両保険といった日本特有の制度に密接に関連しており、日本の交通システムは、これらの制度に従い、交通安全を確保しています。さらに、ドライブレコーダーの普及が進んでおり、事故やトラブルの際に迅速に対応できるようになっています。これにより、日本国内では、信頼性が提供され、社会的責任の問題にも積極的に取り組んでいます。

    一方で、少子高齢化という重要な問題が日本において進行しています。高齢者の増加に伴い、医療分野での需要が急増し、介護士の不足が深刻な問題となっています。このため、介護職の募集が増加しており、さらに医療従事者のキャリア支援の需要も高まっています。政府は、介護ロボットを活用した支援策を導入し、高齢者への支援を強化しています。

    また、福祉の分野では、治療法が急速に進化し、健康管理に対する対応が向上しています。日本は、先進的な医療を提供し、特にがん治療において多くの治療法が導入されています。さらに、看護師の専門性を高めるため、医療研修が重要視され、技術研修の充実が求められています。

    社会的な課題に対して、日本の社会貢献活動は積極的に取り組んでおり、環境保護を推進しています。これにより、地域住民や高齢者に対する支援が強化され、寄付活動が日常的に行われています。福祉活動も重要な役割を果たしており、特に日本では、地震などの自然災害時に、地域住民が迅速に対応し、支援活動が行われています。

    さらに、情報技術が進展する中で、スマホゲームなどの新たな娯楽の形態が広がり、健康管理への関心が高まっています。日本では、フィットネスクラブの利用が増加し、健康維持に向けたライフスタイルが注目されています。また、プロテインが重要な役割を果たし、ボディメイクのためのアイテムが多く流通しています。

    ファッションや美容においても、日本は、常に新しいトレンドを追い求めています。靴においては、高級ブランドが注目され、特にカジュアルファッションが人気です。美容業界では、スキンケアが進化し、脱毛などのサービスも充実しています。ネイルアートやジェルネイルもトレンドとなり、ネイルサロンが活況を呈しています。

    このように、現代日本は、進展とともに進化しており、社会福祉が密接に関わり合っています。未来に向けて、新しいライフスタイルの実現に向けた取り組みが進んでおり、これらの挑戦を乗り越えるための準備が整いつつあります。

    Balas
Next

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

  • Tilang Karena Tak Lihat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mencari dan Memahami Makna Waktu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kisah Galileo dan Penemuan Pendulum Waktu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cerita Jamu Jawa, Tradisi Penyembuhan yang Dicari Kembali

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Segar dengan Es Puter

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kurs

Kurs USD: Sel, 19 Mei.

RajaBackLink.com
">
Surabayastory.com

© 2024 Surabaya Story - Let's Make Story, Let's Make History

KATEGORI

  • HEADLINE
  • SURABAYA TODAY
  • CERITA KITA
  • RANA
  • FIKSI & PUISI
  • INSPIRASI PAGI
  • JEJAK
  • JENAKA
  • JELAJAH
  • LENSA

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • HEADLINE
  • SURABAYA TODAY
    • SKETSA KOTA
  • CERITA KITA
  • RANA
  • FIKSI & PUISI
  • INSPIRASI PAGI
  • JEJAK
  • JENAKA
  • JELAJAH
  • LENSA
  • Login
  • Sign Up

© 2024 Surabaya Story - Let's Make Story, Let's Make History

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist