Perobekan bendera Belanda menjadi merah-putih jadi pemicu Perang Surabaya. “Saya menjumpai ibu menangis berkepanjangan. Saat mencuri dengar, saya tahu kakak terlibat perobekan bendera di Hotel Yamato.”

Surabayastory.com – Saya masih ingat, tentara Jepang yang berjaga tak jauh dari rumah kerap mengajak saya bermain. Mungkin karena ketika itu saya lucu-lucunya. Gadis umur delapan tahun, kecil, mungil, sakit-sakitan sehingga harus mengenakan mantel. Mereka kerap mengajak pergi setelah meminta izin ke Ibu. Saya pun terbiasa dengan mereka. Setelah saya dewasa, barulah mengerti apa yang kira-kira para serdadu itu rasakan.
Jauh dari keluarga tentu tak menyenangkan. Apalagi berada di negeri orang dalam keadaan perang. Ingatan akan melayang ke anak-anak nun jauh di negeri seberang. Kalau kemudian mereka menyenangi saya –yang kemungkinan sepantaran anak mereka— semata-mata untuk melepas kerinduan.
Lain saya, lain Kakak. Dia selalu membuang muka setiap kali lewat pos penjagaan Jepang. Boro-boro memberi hormat seperti ketentuan umum yang berlaku. Tanpa gentar ia lewat begitu saja. Kakak memang temperamental. Ia kerap datang dan pergi, terutama setelah kami pindah rumah di Jl. Lawu 6. Temannya banyak, dan suka berada di rumah kami di saat Kakak bepergian. Mungkin menumpang tempat, tapi saya lebih percaya mereka menjaga keamanan kami.
Mengapa saya sampai berpikiran demikian? Diam-diam saya menemukan banyak bendera merah putih di lemari Ibu. Saudara-saudara tidak ada yang tahu karena Ayah Ibu merahasiakannya. Saya bisa tahu karena sering ditinggal sendirian di rumah akibat sakit. Dalam kesendirian itulah saya suka “bergerilya” di rumah.
Bukan itu saja penemuan saya. Beberapa waktu kemudian, saya juga menjumpai berbagai macam senjata tersimpan di dalam satu ruangan. Lengkap dengan peluru, granat, dan benda yang saya yakini sebagai bom. Sebenarnya ruangan itu selalu terkunci. Tapi suatu ketika ada yang teledor tidak menguncinya. Saya masuk dan menjumpainya. Masya Allah.
Kembali ke masalah bendera. Ketika Ibu tersadar saya sempat mengetahui, beliau wanti-wanti agar merahasiakannya. Merah putih, kata beliau saat itu, adalah bendera terlarang. Terlarang untuk menyimpannya, apalagi mendistribusikan dan mengibarkan. Asli saya memang tak ingin cerita siapa-siapa karena dasarnya saya memang pediam. Jadi peristiwa itu benar-benar saya simpan sendiri.
Sampai suatu ketika, saya jumpai Ibu menangis berkepanjangan. Beliau sedih dan khawatir. Saat mencuri dengar, saya tahu Kakak terlibat peristiwa perobekan bendera di menara Hotel Yamato (sekarang Hotel Majapahit) di Surabaya. Ibu khawatir akan keselamatannya. Dan Ibu tahu, Kakak memang sangat berkeras untuk mengganti bendera Belanda menjadi sang dwiwarna.
Ayah hanya bisa menenteramkan hati Ibu dengan mengatakan, “Sudahlah… sudahlah… relakan anak kita.” Bukannya Ibu menjadi tenang, akan tetapi makin menangis menjadi-jadi. Ayah sempat kesulitan menenangkan Ibu. Beberapa saat dalam keadaan tak menentu. Sampai akhirnya Ayah mengajak Ibu untuk mendoakan keselamatan Kakak.
Dalam usia sembilan tahun saya tidak mengerti apa arti semua pembicaraan ini. Juga tidak berani menanyakannya kepada Ayah, apalagi Ibu. Baru setelah agak dewasa saya mulai tahu apa sebenarnya yang terjadi. Pada hari-hari itu, menjadi buah bibir orang banyak mengenai peristiwa heroik di Surabaya.
Proklamasi Kemerdekaan
Jepang saat itu kalah perang. Soekarno-Hatta memproklamirkan kemerdekaan Republik Indonesia. Pasukan Sekutu di bawah komando Inggris melucuti tentara Jepang. Dalam keadaan demikian, Belanda mengambil kesempatan. Tim Palang Merah mereka mengibarkan bendera rood-wid-en blauw di Menara Yamato. Tindakan ini menyakitkan hati pemuda Indonesia. Mereka menaiki menara dan merobek bagian biru dan mengibarkan kembali sisanya, merah putih. Insiden Rabu Wage, 19 September 1945 itu menimbulkan korban jiwa empat orang di pihak Indonesia, dan seorang di pihak Belanda.
Ibu sangat sedih karena para pelakunya dicari-cari pihak sekutu. Dari kesedihan yang demikian itu saya meyakini Kakaklah salah satu pelakunya. Sangat… sangat yakin, kendati tidak bisa mendapatkan saksi maupun bukti. Hanya tangis dan ketakutan ibulah salah satu kesaksian yang saya peroleh. Dan sejak itu Saestuhadi, Kakakku, memang jarang pulang ke Malang.
Mengenai “gudang senjata”, lain lagi ceritanya. Tak lama sesudah peristiwa perobekan bendera, Malang mendapat giliran serangan dari tentara Sekutu dengan Belanda membonceng di belakangnya. Kebakaran terjadi di mana-mana. Ayah memerintahkan kami keluar rumah. Beliau khawatir terjadi apa-apa dengan rumah di pojok Jl. Lawu itu.
Saya juga ngeri sebab seusia itu sempat menyaksikan sendiri bagaimana bangunan terbakar terkena ledakan bom. Dengan pengetahuan yang masih terbatas, saya merasa waswas kalau tumpukan bom di rumah ikutan meledak. Apalagi melihat raut muka Ayah yang tegang sepanjang hari.
Sampai suatu ketika Ayah memutuskan untuk mengungsi. Pada tengah malam, Ayah dan Ibu membawa kami yang umumnya masih kecil-kecil meninggalkan Malang menuju Pakisaji. Rumah kami ditinggalkan kosong. Dan ternyata benar, pagi harinya Malang dibombardir dari segala penjuru. Terjadi kebakaran di mana-mana, termasuk di dekat rumah. Beberapa bangunan di Jl. Kayutangan hangus.
Pengungsian dilanjutkan ke Sumber Pucung. Pada saat Belanda masuk Malang, kami meneruskan pengungsian ke pedalaman. Ayah dicari-cari Belanda. Mereka bermaksud mengajak Ayah kembali menghidupkan sekolah. Ayah tak bersedia dan memilih tetap di pengungsian.
Sampai akhirnya Ayah tertangkap dan dibawa ke Malang. Dalam keadaan tertekan akhirnya Ayah bersedia membuka sekolah. Pertimbangan warasnya, anak-anak yang masih kecil-kecil sulit diajak mengungsi. Dan lagi Ibu baru saja melahirkan di pengungsian. Akhirnya kami semua kembali ke Malang.
Rumah kami aman, dan tak ada informasi mengenai dijadikannya bangunan itu sebagai gudang senjata. Kemungkinan, pada saat kita mengungsi dan pertempuran menjadi-jadi, teman-teman Kakak dari PETA memanfaatkan peralatan perang itu untuk bertahan. Ketika Belanda benar-benar menahlukkan Malang, semua senjata sudah dibawa bersama mundurnya gerilyawan. Dengan demikian, rumah kami kembali tenang.









Asking questions are genuinely fastidious thing if you are not understanding anything entirely, except this piece of writing
offers pleasant understanding yet.
you’re in point of fact a excellent webmaster.
The web site loading speed is amazing. It sort of feels that you’re doing any unique trick.
In addition, The contents are masterpiece. you have done a great process in this matter!
Hello! This post could not be written any better!
Reading through this post reminds me of my previous room mate!
He always kept chatting about this. I will forward this article to him.
Fairly certain he will have a good read. Thank you for sharing!
Hello I am so glad I found your webpage, I really found you by mistake, while I was
looking on Aol for something else, Anyways I am here now and
would just like to say thanks a lot for a remarkable post and a
all round enjoyable blog (I also love the theme/design), I don’t have time
to browse it all at the minute but I have book-marked
it and also added your RSS feeds, so when I have time
I will be back to read more, Please do keep up the
great work.
Oh my goodness! Impressive article dude! Many thanks, However I am encountering problems with your RSS.
I don’t know the reason why I can’t subscribe to it.
Is there anybody having the same RSS issues? Anyone
that knows the solution can you kindly respond? Thanx!!
Hi just wanted to give you a brief heads up and let you know a few
of the pictures aren’t loading correctly. I’m not sure why but I think its a
linking issue. I’ve tried it in two different browsers and both show the same outcome.
Good day! This is my first visit to your blog! We are a group
of volunteers and starting a new project in a community in the same niche.
Your blog provided us beneficial information to work on. You have done a wonderful job!
Hey there would you mind stating which blog platform you’re using?
I’m looking to start my own blog in the near future but I’m having a difficult time making a decision between BlogEngine/Wordpress/B2evolution and Drupal.
The reason I ask is because your layout seems different then most blogs and I’m looking for something unique.
P.S My apologies for being off-topic but I had to ask!
This is my first time pay a quick visit at here and i am
genuinely impressed to read all at alone place.
Way cool! Some very valid points! I appreciate you writing
this article plus the rest of the website is also very good.
Pretty nice post. I just stumbled upon your weblog and wished to say that I have truly
enjoyed surfing around your blog posts. In any case I’ll be subscribing to your feed and I hope
you write again very soon!
I think that what you posted was actually very reasonable.
However, think about this, what if you were to write a killer headline?
I am not saying your information is not solid, but what if you added a title to maybe get a person’s attention?
I mean Kisah Humanis di Balik Perobekan Bendera di Surabaya:
Cerita tentang Bendera Merah Putih yang Tersembunyi – Surabayastory.com is
kinda vanilla. You ought to peek at Yahoo’s
front page and watch how they create news headlines to get viewers
to open the links. You might try adding a video or a related pic or two to grab people interested about everything’ve got to say.
Just my opinion, it would make your posts a little livelier.
Keep this going please, great job!
Wonderful goods from you, man. I have understand your stuff previous to and you’re just too wonderful.
I really like what you’ve acquired here, really like what you
are stating and the way in which you say it. You make it entertaining
and you still take care of to keep it smart. I can’t wait to read far more from you.
This is really a tremendous web site.
magnificent points altogether, you just won a logo new reader.
What might you suggest in regards to your publish that you just made a few
days in the past? Any positive?
Currently it looks like Expression Engine is the best blogging platform available right
now. (from what I’ve read) Is that what you are using on your blog?
Good way of telling, and nice piece of writing to get data on the
topic of my presentation subject, which i am going
to present in academy.
It’s actually a cool and useful piece of information. I’m satisfied
that you simply shared this useful info with us. Please keep
us up to date like this. Thanks for sharing.
Bài review khá chi tiết, đặc biệt phần nói về cricfy tv app rất sát với trải nghiệm thực tế của mình. TONY07-20