9 views 7 mins 0 comments

Bahaya Kurungan dan Payung Hias di Surabaya Ketika Musim Hujan

Banyak hiasan yang digantung di atas jalanan Kota Surabaya. Warna-warni hiasan itu membuat suasana kota semakin semarak. Ketika hujan datang, hiasan itu bisa jadi petaka.

Kurungan burung yang dicat warna-warni dan akan menyala di malam hari di perempatan Jl Darmo-Jl Polisi Istimewa. (sa)

Surabayastory.com – Ada lampu warna-warni, sangkar burung, miniatur kupu-kupu, bubu penangkap ikan, hingga payung-payung. Hiasan beraneka bentuk dan warna telah menjadikan jalanan kota Surabaya lebih semarak. Di malam hari, dengan paduan lampu-lampu membuat jalan-jalan utama Kota Surabaya semakin cantik.

Sangkar burung warna-warni terlihat menghiasi perempatan Jl Polisi Istimewa. Terlihat unik dan colorfull. Warna-warna yang mecolok membuat perempatan jalan itu tampak sumringah (menyenangkan). Di dalam sangkar burung itu terdapat lampu yang akan berpendar menyala di malam hari.

Surabaya, selain terus berbenah infrastruktur dan fasilitas kota. Gemerlap di seluruh penjuru kota juga turut dibangun. Dari taman, ornamen, patung, air mancur, hingga hiasan gantung di atas jalan.

Selain kurungan lampu, juga bisa dilihat adanya payung-payung yang digantung berjajar di pintu masuk kota Surabaya, di sekitar bundaran Waru. Payung-payung warna-warni juga terlihat di atas jalan Basuki Rahmad.

Payung warna-warni tersebut juga akan menyala di malam hari, dan memberikan suasana ceria. Ini melengkapi lampion dan hiasan lampu yang sudah dipasang terlebih dahulu. Kilauan cahaya lampu di sepanjang jalan dan taman membuat kesan kota metropolis bertambah kuat. Lampu bercorak warna itu di antaranya terlihat di Jalan Tunjungan, Jalan Raya Darmo, Jalan Diponegoro serta di sejumlah taman kota. Modelnya pun beragam. Ada yang dikemas dalam bentuk payung, model binatang dan pernak-pernik dengan bentuk beragam. Ada juga mirip ekor merak, lampion bulat, boneka hingga pernak-pernik lainnya.

Di jalan Tunjungan yang menjadi jantung kota Surabaya, ornamen di atas jalan sangat penuh dan semarak. Di malam hari, komposisi warna-warni lambu yang diolah dalam berbagai bentuk membuat suasana Tunjungan menjadi berbeda. Berpadu dengan lampu-lampu dari gedung-gedung tinggi di sekitarnya, banyak yang menyebut kota Singapura sudah pindah ke sini.

Deretan lampu hias yang ada di di jalan Tunjungan memang memesona. Banyak yang mengaguminya. Banyak yang menjadikannya latar belakang untuk foto, lalu diunggah di media sosial.

Melewati Jalan Tunjungan di kala malam memang menyenangkan. Mata kita akan dimanjakan dengan lampu-lampu hias berbentuk ornamen. Lampu-lampu ini dipasang pararel, mulai dari jempatan gantung hingga sepanjang Jalan Tunjungan. Kehadiran lampu-lampu aneka warna ini juga menambah ramai suasana Jalan Tunjungan dan  menjadi daya tarik orang untuk datang.

Gemerlap lampu menghilangkan kesan menakutkan saat berkendara di malam. Merah, kuning, hijau dan biru mendominasi corak warna yang dipasang pada lampu. Kehadiran lampion-lampion warna ini membuat pengguna jalan menjadi terhibur.

Daerah Selatan

Selain tali pengikat, di sana ada aliran listrik yang sangat berbahaya bila terputus dan menimpa mepakai jalan. (sa)

Bergeser sedikit ke selatan kota, kita juga bisa menjumpai lampu hias aneka warna ini di sepanjang Jl Raya Darmo. Lampu-lampu berbentuk payung dan layang-layang ini semakin memberikan warna berbeda.

Masih searah dengan jalan ini, layang-Layang berwarna-warni menghiasi angkasa di sepanjang Jl Raya Darmo mulai perempatan Jl Polisi Istimewa menjelang simpang jalan Kebon Binatang Surabaya (KBS). Hiasan layang-layang dengan bentangan sekitar satu meter itu dipasang di ketinggian sekitar lima meter. Setiap layang-layang terdiri dari dua bentuk, yaitu elips dan hati. Pada bagian hati, tergambar ikon-ikon khas Surabaya, yaitu Tugu Pahlawan, Suro, dan Boyo. Jarak antar layang-layang dalam satu baris sekitar 1,5 meter. Lampu layang-layang tampak menyala indah di kala malam.

Di jalan protokol lain juga ada hiasan seperti rangkaian bubu (alat penangkap ikan dari bambu) yang digantung di atas Jembatan Merah Surabaya. Sementara di jalan-jalan protokol lain dihiasi beberapa bentuk kupu-kupu, bunga, serta lampu warna-warni.

Menyimpan Bahaya

Tali-tali pengikat yang perlu diperiksa dengan teliti untuk menghindarkan bahaya. (sa)

Hiasan, lampu dengan berbagai bentuk dan warna itu memang cantik dinikmati kala cuaca sedang terang dan tidak turun hujan. Pemasangan hiasan layang-layang berhiaskan lampu warna-warni ini disambut positif warga Surabaya. Mereka mengaku sangat terkesan dengan upaya Pemkot Surabaya membuat suasana kota makin cantik.

Namun, di bulan Desember ini, kota Surabaya sudah diguyur hujan setiap hari. Intensitasnya juga semakin besar dari hari ke hari. Menjelang puncak musim hujan di bulan Januari-Februari mendatang, ada bahaya yang mengancam. Ketika hujan berada pada masa kulminasi, biasanya akan disertai angin kencang dan petir. Inilah berbahayanya. Angin kencang yang bertiup sering punya arah yang tak tentu. Dan ketika terkena angin, hiasan-hiasan gantung layang tersebut akan berayun-ayun naik turun. Dan sangat mungkin terlempar. Bila pohon sono saja bisa roboh, ada kemungkinan ikatan di antara hiasan-hiasan di atas jalan ini akan putus atau terlepas.

Dengan tertiup angin kencang berturut-turut, sangat mungkin ikatan antar-hiasan menjadi kendor. Meskipun ketinggian layang-layang, payung-payung, dan lampu-lampu itu sudah diperhitungkan dengan tinggi kendaraan yang biasa melintas di sepanjang jalan tersebut, bisa jadi ketinggian tali atau kawat penghubungnya melendut. Akibatnya, tali kawat itu akan mengganggu lalu lintas.

Bubu penangkap ikan yang dimodifikasi menjadi lampu gantung di atas Jembatan Merah Surabaya. (sa)

Yang lebih mengkhawatirkan lagi adalah ketika angin kencang terjadi sangat mungkin tali atau kawat pengikat hiasan itu akan putus. Ketika itu terjadi maka hiasan berupa kurungan, payung, dan layang-layang itu akan terlempar ke sana-kemari. Jika ini terjadi maka akan sangat berhahaya bagi para pengguna jalan yang sedang berada di bawah lokasi hiasan.

Sebagai antisipasi, akan lebih baik jika selama musim hujan dan angin kencang ini bila hiasan-hiasan itu dicopot sementara. Kalau tidak bisa dicek kembali kekuatan tali pengikat utama serta simpul-simpul ikatannya. Tentu ini perlu kehati-hatian dan ketelitian.

Jangan sampai ornamen warna-warni yang sebelumnya mendatangkan kegembiraan bagi warga kota, berubah menjadi petaka. –sa

Avatar photo
/ Published posts: 788

Bercerita berarti penyampaian cerita dengan cara bertutur. Yang membedakan adalah metode penyampaiannya.