ADVERTISEMENT
Rabu, Februari 18, 2026
Surabayastory.com
No Result
View All Result
  • HEADLINE
  • SURABAYA TODAY
    • SKETSA KOTA
  • CERITA KITA
  • RANA
  • FIKSI & PUISI
  • INSPIRASI PAGI
  • JEJAK
  • JENAKA
  • JELAJAH
  • LENSA
  • Login
  • Register
  • HEADLINE
  • SURABAYA TODAY
    • SKETSA KOTA
  • CERITA KITA
  • RANA
  • FIKSI & PUISI
  • INSPIRASI PAGI
  • JEJAK
  • JENAKA
  • JELAJAH
  • LENSA
No Result
View All Result
Surabayastory.com
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT

Jejak dan Cerita Ironi Pasar Turi Sejak Zaman Singosari

by surabayastory
26 September 2018
in Jejak
Reading Time: 4 mins read
0
A A
Jejak dan Cerita Ironi Pasar Turi Sejak Zaman Singosari

Jejak dan Cerita Ironi Pasar Turi Sejak Zaman Singosari

Menapak jejak akan berujung ironi. Cerita tentang pasar legendaris Surabaya yang berkali-kali terbakar tetapi tak pernah diketahui penyebab pastinya.

Situasi terkini tampak luar dan lanskap Pasar Turi Surabaya. (sa)

Surabayastory.com – Membicarakan tempat yang telah dikenal lama dan menjadi bagian dari roda kehidupan manusia di dalamnya seakan menapak jejak romantika. Dan menjelajahinya lagi adalah hal yang nikmat untuk diresapi. Ada kenangan, imaji, fantasi, sekaligus ironi.

Menapak jejak Pasar Turi Surabaya akan melambungkan imaji kita tentang sebuah pasar legendaris Surabaya yang telah mengisi kehidupan masyarakat Surabaya beratus tahun lamanya. Sebelum ada mall (pusat perbelanjaan modern), Pasar Turi adalah pusat perbelanjaan dan grosir terbesar, terlaris, dan terkenal di Kota Surabaya. Dengan omset total lebih dari Rp 10 miliar per hari, menempatkan Pasar Turi sebagai pusat grosir terbesar di Indonesia Timur. Pasar Turi telah menjelma menjadi simbol Kota Surabaya.

ArtikelTerkait

Cerita tentang Berdirinya Dewan Kesenian Surabaya Tahun 1971

Jejak Penerbangan Pertama di Surabaya

Cerita Charlie Chaplin Singgah di Surabaya dan Hindia Belanda

Sejak zaman dulu, lokasi Pasar Turi memang sangat strategis. Berada di jalan raya utama menuju pusat kota. Di sekitarnya berkembang pusat perdagangan utama Surabaya bagian utara, seperti Kembang Jepun, Jembatan Merah, Pasar Besar dan Dupak. Dekat pula dengan pelabuhan Tanjung Perak dan Stasiun Surabaya Kota dan Stasiun Pasar Turi, membuat pergerakan orang dan barang berjalan lebih cepat dan mudah.

Seiring dengan kemajuan transportasi yang sudah tidak tergantung pada sungai Kalimas, di masa Hindia-Belanda, membuat pasar ikonik ini semakin dikenal masyarakat. Pasar Turi berpengaruh kuat pada perdagangan antar-pulau di wilayah Indonesia Timur.

Pasar-pasar di Surabaya umumnya terletak di lokasi-lokasi strategis. Kehidupan di Surabaya hingga tahun 1956 telah ada 34 pasar resmi. Di luar itu ada 45 pasar tak resmi yang menempati tanah lapangan, tepi jalan ataupun tanah kosong. Semuanya tersebar di seluruh penjuru kota Surabaya. Kota Surabaya pun berubah, sudah tidak lagi agraris tetapi menjadi kota industri.

Dengan jumlah penduduk yang terus bertambah, kebutuhan hidup juga semakin banyak. Pasar menjadi pilihan utama untuk memenuhi kebutuhan. Dalam Pasar Turi, semua kebutuhan yang dibutuhkan itu ada. Semua golongan masyarakat berbaur menjadi satu.

Pasar Turi tahun 1990-an (panduan wisata)

Sebagai pusat perdagangan utama, Pasar Turi menjadi barometer untuk harga-harga yang ada di Surabaya. Jangkauan Pasar Turi hingga Kalimantan, Sulawesi, Ambon, Nusa Tenggara, Bali, Lombok, dan Papua. Karena itu Pasar Turi ini mempunyai pengaruh yang sangat penting di bidang ekonomi-perdagangan di Indonesia Timur. Sekaligus sebagai stabilisator harga.

Di lihat dari luasan yang ada, Pasar Turi terbagi menjadi dua: Turi Lama dan Pasar Turi Baru. Pasar Turi Lama isinya adalah pedagang kebutuhan dasar, konveksi, grosir sepatu dan sandal. Pasar Turi Baru lantai satu khusus menjual makanan dan minuman khas Surabaya, seperti rujak, dawet, dan kue tradisional. Di lantai dua dan tiga menjual barang kebutuhan sehari-hari seperti, elektronik, peralatan rumah tangga dan lain-lain. Pasar Turi Lama dan Baru masing-masing terdiri dari tiga lantai.

Di pasar ini tersedia 3000 stan. Meskipun bangunannya sudah menjadi modern, proses interaksi di dalamnya masih memakai sistem tradisional. Harga ditentukan lewat tawar-menawar. Selain pembeli grosir, sebagian besar dari pedagangnya adalah kalangan ekonomi kelas bawah. Ini yang menyebabkan Pasar Turi memiliki kontribusi yang besar dalam menopang kehidupan sebagian masyarakat ekonomi kelas bawah di Surabaya. Di luar jalur perdagangan, telah menghidupkan ekonomi di luar pasar seperti penjual makanan/minuman keliling di dalam atau di luar sekitar pasar, jasa tukang angkut, tukang becak, tukang parkir, dan lain sebagainya.

Pasar Turi selalu ramai setiap hari, terutama Sabtu dan Minggu. Buka jam 09.00 WIB hingga jam 16.00 WIB setiap harinya. Situasinya lebih membludak ketika menjelang Lebaran. Kulakan dari seluruh penjuru Indonesia Timur tumpah di sini.

Tampak depan Pasar Turi tahun 1940 (tempo dulu +)

Jejak Sejarah Pasar Turi

Jejak lahirnya Pasar Turi ternyata sangat panjang dan berliku. Dari beberapa cerita lisan yang dikumpulkan, juga dari cerita R Soekotjo, Wali Kota Surabaya saat meresmikan bangunan baru Pasar Turi, 21 Juni 1971, cerita tentang Pasar Turi dimulai dari pelarian Raden Wijaya yang diburu Raja Kediri (Jayakatwang) sesaat setelah Kerajaan Singosari (Singhasari) dihancurkan. Kerajaan Singosari yang berpusat di Malang itu kala itu dikenal sebagai kerajaan yang sangat berpengaruh.

Dalam pelariannya Raden Wijaya diantar penduduk utara Surabaya menuju pangkalan perahu di Pejingan. Kemudian melalui Kali Krembangan, berlayar ke Pulau Madura. Kala itu diperkirakan tahun 1292.

Desa Pejingan kemudian dikenal dengan nama Pedatar, artinya tempat berangkatnya sang buronan. Nama tempat ini berkembang jadi Padatari, yang kemudian hari banyak orang berkumpul di sini untuk bertransaksi. Transaksi itu dilakukan dengan cara bertukar barang. Orang-orang dari Madura membawa hasil buminya. Petani dari Sepanjang, Sidoarjo membawa hasil pertaniannya. Pedagang dari Gresik dan Tuban datang membawa legen (minuman dari air nira). Proses barter ini semakain ramai dan menjadi pasar. Pasar Padatari semakin terkenal dan besar dengan aktivitas yang lebih banyak, perlahan namanya yang beredar menjadi menjadi Pasar Turi.

Waktu terus berjalan. Zaman terus berganti. Ketika memasuki masa kolonialisme Belanda, Pasar Turi yang sudah dikenal, di sekitar turut berkembang bangunan-bangunan baru untuk kantor usaha. Ketika zaman Jepang, Pasar Turi sebagai pasar barang komoditas dan bahan pangan mulai meredup. Kemudian berganti menjadi perdagangan barang bekas (1942- 1945). Pasar Turi banyak menampung barang-barang milik orang-orang kaya daerah Raya Darmo yan krisis ekonomi lalu menjual barang-barangnya. Hingga tahun 1970-an, Pasar Turi tetap dikenal sebagai pusat jual-beli barang bekas.

Setelah itu, Pasar Turi menjalani perubahan demi perubahan, fisik maupun isi di dalamnya.

Kebakaran Pasar Turi

Pasar Turi tahun 2000-an (yy)

Tahun 1950 Pasar Turi terbakar untuk pertama kalinya. Hampir seluruh yang ada terbakar, termasuk kedai-kedai dari papan yang mengelilingi bangunan pasar utama. Kebakaran kedua terjadi tahun 1978 dan kemudian dilakukan pembongkaran besar-besaran. Kebakaran hebat ketiga terjadi 27 Juli 2007, dan baru bisa dipadamkan 3 hari kemudian. Kebakaran kali ini hingga saat ini masih meninggalkan tanda tanya. Setelah dipadamkan, anehnya besok bisa terbakar lagi. Sampai sekarang belum diketahui penyebabnya secara pasti. Kebakaran ketiga ini hanya menyisakan 973 stan di Gedung tahap III. Pertengahan September 2012, Pasar Turi kembali kena musibah kebakaran hebat. Gedung tahap III ludes terbakar. Kebakaran besar inilah yang kemudian membuat pesona Pasar Turi redup dalam tempo yang sangat lama. Kejayaan Pasar Turi semakin runtuh ketika konflik di dalamnya tak juga berakhir.

Pasar Turi telah berjalan jauh melewati berbagai zaman dengan romantika kehidupan. Perubahan-perubahan yang terjadi menjadi saksi dalam potret perkembangan kota Surabaya. Kini, secara fisik, Pasar Turi masih terlihat. Bangunan baru yang dibangun setelah kebakaran terakhir tampak gagah dengan berbagai fasilitas modern. Namun, Pasar Turi sudah kehilangan pesonanya. Tak mampu menyedot ribuan orang untuk dating ke sana seperti sedia kala. Pasar Turi telah kehilangan jiwanya. Namanya tetap terpatri sebagai legenda, tetapi kehadirannya kini lebih banyak menyiratkan ironi. –sa 📌

Bagikan tulisan ini:
Tags: Kebakaran pasarPasar legendaris SurabayaPasar Turi SurabayaSejarah Pasar Turi
Previous Post

Rancangan Pengolahan Limbah Rumah Sakit di Surabaya

Next Post

Daun-daun Gugur itu…

Artikel Terkait

Prosesi pelantikan pengurus pertama Dewan Kesenian Surabaya (DKS), 14 Februari 1972. (dok Suparto Brata)
Jejak

Cerita tentang Berdirinya Dewan Kesenian Surabaya Tahun 1971

5 tahun ago
Pilot Belanda Gijs Küller (1881 - 1959) ketika berada dalam pesawat Antoinette dalam penerbangan demo pertama di Surabaya, Indonesia (Hindia Belanda), 18 Maret 1911. (javapost)
Jejak

Jejak Penerbangan Pertama di Surabaya

5 tahun ago
Kedatangan Charlie Chaplin di Oranje Hotel, Surabaya disambut meriah dengan beberapa sesi foto, tahun 1932. (javapost)
Jejak

Cerita Charlie Chaplin Singgah di Surabaya dan Hindia Belanda

6 tahun ago
Suasana masyarakat desa Pujon Januari 1948 (javapost)
Jejak

Jejak Kenangan akan Pujon, Tempat Wisata Orang Surabaya Sejak Dulu

6 tahun ago
Demmo kendaraan hybrid roda tiga yang menjadi bagian dari sejarah transportasi Surabaya. (javapost)
Jejak

Jejak Sejarah Kendaraan Hybrid di Surabaya

6 tahun ago
Pekerja meluruskan dan memasang jeruji roda di pabrik sepeda HIMA di Surabaya sekitar tahun 1930 - 1940. (ist)
Jejak

Jejak Sepeda Onthel Hima di Surabaya

6 tahun ago
Next Post
surabayastory 6

Daun-daun Gugur itu…

Surat Pribadi Presiden Soekarno untuk Jenderal Besar Soedirman

Surat Pribadi Presiden Soekarno untuk Jenderal Besar Soedirman

albert camus

Pidato Kebudayaan Albert Camus

Comments 1,617

  1. Prostalite says:
    4 bulan ago

    Excellent writing, I enjoyed how engaging this article was. It really motivated me to keep reading until the end.

    Balas
  2. Steel Flow Pro says:
    4 bulan ago

    Very detailed and informative post, I took away a lot from it. Thanks for sharing such a helpful write-up.

    Balas
  3. Sleep Lean says:
    4 bulan ago

    Thanks for sharing such valuable information in this article. It really helped me gain more clarity on the topic.

    Balas
  4. Cognisurge says:
    4 bulan ago

    This article gave me some new insights I hadn’t come across before. It’s very helpful and I’ll definitely recommend it.

    Balas
  5. Liv Pure Weight Loss says:
    4 bulan ago

    Thanks for such a thoughtful post, it really provided clarity. I liked how you kept things structured and to the point.

    Balas
  6. Glucoswitch says:
    4 bulan ago

    Such a thoughtful and informative piece, I appreciate the insights shared here. It definitely helped me learn something new.

    Balas
  7. Cognicare pro says:
    4 bulan ago

    I learned a lot from reading this article and found it very helpful. Thanks for sharing your knowledge so generously.

    Balas
  8. Endopeak says:
    4 bulan ago

    This was an excellent read, I truly got a lot of useful knowledge from it. You managed to simplify complex points very well.

    Balas
  9. Gold Align Sale says:
    4 bulan ago

    This was very helpful content, I got plenty of new ideas from it. I truly appreciate the effort behind this article.

    Balas
  10. Neuro Sharp Reviews says:
    3 bulan ago

    This post was packed with useful information, I found it very valuable. Thanks for sharing your knowledge in such a clear way.

    Balas
  11. harmful content says:
    3 bulan ago

    Web lừa đảo , nội dung xấu độc , khuyến cáo không nên truy cập

    Balas
  12. Male Power XL Sale says:
    3 bulan ago

    I learned a lot from reading this article and found it very helpful. Thanks for sharing your knowledge so generously.

    Balas
  13. https://www.highlandguides.com/ says:
    2 bulan ago

    My partner and I stumbled over here coming from a different page
    and thought I should check things out. I like what I see so i am just following you.
    Look forward to looking at your web page yet again. vpn https://www.highlandguides.com

    Balas
  14. Ping-balik: Peaky Casino
  15. Healthy Nut tips says:
    4 minggu ago

    As I site possessor I believe the content matter here is rattling excellent , appreciate it for your efforts. You should keep it up forever! Good Luck.

    Balas
  16. avancerad tradfallning says:
    2 minggu ago

    whoah this blog is excellent i love reading your posts. Keep up the great work! You know, lots of people are searching around for this info, you could aid them greatly.

    Balas
  17. ta bort stubbe umea says:
    1 minggu ago

    Excellent read, I just passed this onto a colleague who was doing some research on that. And he actually bought me lunch since I found it for him smile Therefore let me rephrase that: Thank you for lunch!

    Balas
Next

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

  • Universalisme dongeng juga bisa dilihat dari satu kisah yang punya kemiripan di berbagai penjuru dunia. (Surabayastory.com)

    Mengenal Dongeng Cinderella dan Kisah Para Putri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menunggu Wajah Baru Joyoboyo Jadi Terminal Modern Surabaya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jejak Sepeda Onthel Hima di Surabaya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tempat Parkir Khusus Sepeda di Surabaya Belum Berguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengapa Sastra Penting untuk Kehidupan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kurs

Kurs USD: Rab, 18 Feb.

RajaBackLink.com
">
Surabayastory.com

© 2024 Surabaya Story - Let's Make Story, Let's Make History

KATEGORI

  • HEADLINE
  • SURABAYA TODAY
  • CERITA KITA
  • RANA
  • FIKSI & PUISI
  • INSPIRASI PAGI
  • JEJAK
  • JENAKA
  • JELAJAH
  • LENSA

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • HEADLINE
  • SURABAYA TODAY
    • SKETSA KOTA
  • CERITA KITA
  • RANA
  • FIKSI & PUISI
  • INSPIRASI PAGI
  • JEJAK
  • JENAKA
  • JELAJAH
  • LENSA
  • Login
  • Sign Up

© 2024 Surabaya Story - Let's Make Story, Let's Make History

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist