ADVERTISEMENT
Kamis, Maret 12, 2026
Surabayastory.com
No Result
View All Result
  • HEADLINE
  • SURABAYA TODAY
    • SKETSA KOTA
  • CERITA KITA
  • RANA
  • FIKSI & PUISI
  • INSPIRASI PAGI
  • JEJAK
  • JENAKA
  • JELAJAH
  • LENSA
  • Login
  • Register
  • HEADLINE
  • SURABAYA TODAY
    • SKETSA KOTA
  • CERITA KITA
  • RANA
  • FIKSI & PUISI
  • INSPIRASI PAGI
  • JEJAK
  • JENAKA
  • JELAJAH
  • LENSA
No Result
View All Result
Surabayastory.com
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT

Jalur Khusus Sepeda di Surabaya yang Ambigu

by surabayastory
29 Januari 2019
in Sketsa Kota
Reading Time: 4 mins read
0
A A

Jalur sepeda di Surabaya belum optimal berjalan. Sering diserobot kendaraan bermotor dan masih membahayakan.

 

Surabaya mengembangkan jalur khusus sepeda, berjalan beriringan dengan kendaraan bermotor. (sa)

 

ArtikelTerkait

19 – 24 Agustus 2024, Gebyar UMKM dan Live Music di Surabaya Expo Center

Hari ini Surabaya Cerah Berawan. Potensi Hujan Ringan

“Awasi Boyo” Pengawas dan Teman Baru Koperasi Surabaya

Surabayastory.com – Surabaya terus mengembangkan dirinya sebagai kota yang maju dan ramah lingkungan. Keberpihakan pada kendaraan tanpa emisi gas buang menjadi salah satu yang dituju. Buktinya, di jalur-jalur utama telah dibangun dan ditandai secara resmi jalur khusus untuk sepeda angin. Jalur ini bukan khusus dibuat karena ada lomba atau karnaval, namun memang menjadi bagian dari lalu lintas keseharian. Namun, apakah jalur khusus sepeda di Surabaya ini sudah optimal dimanfaatkan? Sudahkan memberi dampak signifikan pada kota dengan lalu lintas yang ramah? Ini yang perlu kita telisik lebih lanjut.

Kota-kota besar di dunia, menempatkan para pesepeda sebagai bagian yang penting dalam alur lalu lintas kota mereka. Di samping angkutan massal (umum) yang ditata dengan baik, sepeda adalah alat transportasi yang diperhatikan. Sepeda sebagai transportasi urban modern, terus berkembang. Di seluruh dunia, manusia telah menemukan kembali manfaat bersepeda.

Sejumlah kota di dunia kemudian merespons dengan membangun infrastruktur jalur sepeda untuk melayani masyarakatnya dan menjaganya agar tetap aman. Kota-kota tersebut semakin menyadari bila bersepeda punya manfaat lain dari sekadar menekan polusi udara. Bersepeda di kota terbukti bisa meningkatkan tingkat kesehatan masyarakatnya dan penghematan negara untuk biaya perawatan dan pengobatan. Nilai ini bisa dikembangkan lebih lanjut untuk menambah fasilitas bagi pesepeda di dalam kota.

Jika menengok Indeks Kota Ramah Sepeda empat tahunan, pada tahun 2017 menunjukkan Copenhagen (Denmark) memegang tempat pertama karena investasi yang besar dalam bersepeda sebagai transportasi kota. Utrecht (Belanda) meningkat dengan inovasi, menggeser Amsterdam (Belanda) ke posisi ketiga. Kota-kota dunia lainnya yang ramah dengan fasilitas sepeda di dalam kota adalah Munich (Jerman), Helsinki (Finlandia) dan Tokyo (Jepang).

Bagaimana di Indonesia? Ini yang menarik. Di negara kita, mobil dan motor justru menjadi transportasi sekaligus bagian dari gaya hidup sehari-hari yang diburu. Jarak jauh atau jarak dekat, kendaraan bermotor menjadi tumpuan. Sepertinya tubuh tak ingin digerakkan sama sekali. Kalau pun bisa, di dalam rumah juga ingin naik motor.

 

Jalur khusus sepeda di sisi Jl. Pemuda Surabaya (sa)

 

Kemacetan Akibat Gaya Hidup

Dengan kendaraan bermotor pribadi jadi pilihan utama, akibatnya kepadatan dan kemacetan lalu lintas tak terelakkan. Di Surabaya, kemacetan sudah mulai tampak di jalur-jalur utama kota. Terutama saat jam pagi dan sore hari menjelang malam. Adanya gangguan kendaraan di salah satu jalur, maka laporan akan kemacetan dan antrean panjang tak terelakkan. Surabaya, juga kota-kota lain yang rawan kemacetan mungkin bisa bercermin melihat Oslo. Ibukota Norwegia ini juga sempat mengalami kemacetan, walau terletak di perbukitan. Langkah yang pertama dilakukan adalah meningkatkan kesadaran masyarakat akan kesehatan, bersamaan dengan itu membangun semua infrastruktur dan fasilitas bersepeda. Dengan usaha keras, akhirnya budaya bersepeda tumbuh pesat, dan tingkat kesehatan masyarakat juga meningkat. Klaim akibat sakit terus menurun drastis.

Di Surabaya, juga kota-kota besar di Indonesia lainnya, kesadaran masyarakat akan hidup sehat dan membudayakan bersepeda di dalam kota sebenarnya terus tumbuh. Perkembangan penggunaan sepeda di tanah air menunjukan peningkatan yang cukup menggembirakan. Selain ditandai dengan bermunculannya komunitas pesepeda di  berbagai kota, maraknya kegiatan bersepeda juga mulai meningkat.

 

Jalur khusus sepeda di Surabaya yang juga dilewati kendaraan bermotor, juga gerobak. (sa)

 

 

Ambigu di Surabaya

Bagaimana dengan pembangunan fasilitas dan infratrukturnya? Inilah yang menjadi masalah. Di Surabaya, jalur khusus sepeda sudah tersaji dengan apik. Mengisi bagian sisi kiri dan kanan jalan utama, lengkap dengan garis dan blok warna hijau dan jingga. Parkir khusus sepeda juga ada. Namun, kehadiran jalur khusus sepeda ini masih ambigu. Maksudnya, batas antara jalur sepeda dengan kendaraan yang lain masih tumpang tindih. Ada ketidakjelasan, kekaburan, hingga kadang-kadang menimbulkan keraguan.

Di sana tertulis jalur khusus sepeda, namun kenyataannya kendaraan lain bisa menggunakannya. Sepeda motor bebas masuk jalur ini. Mobil juga bisa memakai jalur ini. Bahkan mobil dan sepeda motor berhenti juga ada di jalur ini. Ketika ini terjadi, pesepeda akan keluar jalurnya dan mencari jalan di sekitarnya yang lowong. Sangat celaka jika jalur di samping-sampingnya juga dipenuhi kendaraan bermotor.

Setiap hari jalur sepeda yang berlokasi di jalan protokol ini dipenuhi kendaraan bermotor. Tak mengherankan kalau garis pembatas yang dicat putih dan badan jalan yang dicat kuning sudah mulai banyak yang memudar.

Masuknya kendaraan bermotor di jalur sepeda secara tiba-tiba, pasti akan sangat berbahaya. Tanpa adanya pembatas pasti, bukan tidak mungkin pesepeda bisa terserempet kendaraan bermotor. Kekaburan nama jalur khusus sepeda ini yang membuat para pesepeda di Surabaya kurang bisa memanfaatkan fasilitas ini dengan tenang.

Para pengendara mobil atau sepeda motor dengan bebas masuk ke jalur sepeda meski ada garis pembatasnya. Tidak hanya jalur sepeda yang termakan tapi juga trotoar. Banyak sepeda motor yang naik ke trotoar ketika lalu-lintas sedang merayap. Jalur sepeda ini memiliki rute di sepanjang sisi barat Jl. Raya Darmo, Jl. Urip Sumoharjo, Jl. Basuki Rakhmat, Jl. Gubernur Suryo, Jl. Panglima Sudirman, masuk kembali ke jalur timur Jl Pemuda, Jl. Urip Sumoharjo dan Jl. Raya Darmo

Melihat kenyataan ini, tampaknya perlu diberikan separator (pembatas jalan) yang membatasi jalur khusus sepeda dengan jalur kendaraan yang lain. Namanya khusus, jadi ya khusus sepeda, tidak yang lain.

 

Jalur khusus sepeda juga dipakai kendaraan bermotor lainnya untuk berhenti maupun berjalan. (sa)

 

Jalur sepeda di Surabaya memang masih jauh dari kata aman. Juga belum nyaman. Di beberapa titik malah dipakai sebagai tempat berhenti sepeda motor. Tak ada pengamanan khusus. Jadi ketika pesepeda berjalan di jalur ini, dan waktu bersamaan sepeda motor dan mobil masuk jalur ini, maka mau tidak mau pesepeda harus minggir dulu.

Dengan kondisi sewaktu-waktu bisa diserobot kendaraan bermotor tentu jalur sepeda ini menjadi tak aman bagi pengendara sepeda. Mereka terancam terserempet sepeda motor atau mobil.

 

Jalur khusus sepeda membuat siapa saja warga kota punya kesempatan yang sama untuk menikmati jalanan kota. (sa)

 

Jalur sepeda di Surabaya boleh dibilang mereka belum cukup serius dipatrikan. Tampaknya pembangunan jalur sepeda ini dilakukan tanpa perencanaan sejak awal. Ini tampak pada pengadaan jalan sepeda yang mengabaikan  kapasitas jalan yang sangat terbatas dibanding tingkat kepadatannya. Karena keterbatasan lebar jalan jalur sepeda menjadi satu dengan tempat pemberhentian bus kota dan tempat berhenti mobil. Jalur sepeda hanya ditempelkan dari jalur yang sudah ada. Sepeda belum menjadi bagian yang menyatu dari sistem transportasi kota. –sa

 

 

Bagikan tulisan ini:
Tags: ambigu jalur sepedaJalur sepedajalur sepeda di Surabayatipe jalur sepeda
Previous Post

Cara Bugar Sederhana Sebelum Aktivitas Pagi

Next Post

Beban Berat Kehidupan di Jalanan Surabaya

Artikel Terkait

Surabaya Expo Center akan menjadi destinasi wisata baru kota Surabaya sekaligus memberi ruang untuk UMKM serta lahan konser yang terbuka. (bangga surabaya)
Headline

19 – 24 Agustus 2024, Gebyar UMKM dan Live Music di Surabaya Expo Center

2 tahun ago
Cuaca dan suhu udara kota Surabaya hari ini cerah, berawan, dan berpotensi hujan di beberapa tempat. (BMKG)
Sketsa Kota

Hari ini Surabaya Cerah Berawan. Potensi Hujan Ringan

2 tahun ago
Prosesi peluncuran aplikasi "Awasi Boyo" di Balai Kota Surabaya. (kominfo pemprov)
Sketsa Kota

“Awasi Boyo” Pengawas dan Teman Baru Koperasi Surabaya

2 tahun ago
Fantasi menjadi kajian psikoanalisis penting meski oleh Sigmund Freud ditemukan dengan cara yang tak sadar. (rafy-a.com)
Headline

Kajian Psikoanalisis tentang Fantasi dan Fungsinya

5 tahun ago
Jalaluddin Rumi mengekspresikannya tulisannya dalam bahasa cinta yang syarat makna. Sajak, puisi, syair, dengan pendekatan cinta dan humanisme. (surabayastory.com)
Headline

Pengantar Singkat Karya dan Perjalanan Spiritual Jalaluddin Rumi

5 tahun ago
Warna merah selalu mencuri perhatian. Psikologi merah sangat kuat. (qz)
Headline

Makna Warna Merah di Bulan Februari

5 tahun ago
Next Post
Becak yang telah dimodifikasi, mengangkut barang lebih besar dari kapasitasnya. Lazim terlihat di daerah perdagangan. (sa)

Beban Berat Kehidupan di Jalanan Surabaya

Eksotika Pohon Tua di Surabaya

Ikon Patung Suro-Boyo yang terlihat aktif, menggeliat, dinamis, dan bergerak. Menggambarkan semangat dan jiwa masyarakat Surabaya yang tak pernah padam. (sa)

Semangat dan Gerak dalam Dinamika Ikon Suro-Boyo

Comments 4

  1. Ping-balik: สินค้าจีน
  2. Ping-balik: 123bet เข้าสู่ระบบ
  3. Ping-balik: โคมไฟ
  4. Ping-balik: ทำฟัน กระบี่

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

  • Belajar mengenali bagian-bagian gitar dan bagi pemula

    Belajar Tanda Nada Gitar bagi Pemula

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pertempuran Pamungkas Napoleon Bonaparte

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jejak Sejarah Braat NV dan Pabrik-pabrik di Sepanjang Kalimas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sisi Manusiawi Sang Pangeran Dipenegoro

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengenal Babylon, Kota Indah di Masa Lalu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kurs

Kurs USD: Kam, 12 Mar.

RajaBackLink.com
">
Surabayastory.com

© 2024 Surabaya Story - Let's Make Story, Let's Make History

KATEGORI

  • HEADLINE
  • SURABAYA TODAY
  • CERITA KITA
  • RANA
  • FIKSI & PUISI
  • INSPIRASI PAGI
  • JEJAK
  • JENAKA
  • JELAJAH
  • LENSA

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • HEADLINE
  • SURABAYA TODAY
    • SKETSA KOTA
  • CERITA KITA
  • RANA
  • FIKSI & PUISI
  • INSPIRASI PAGI
  • JEJAK
  • JENAKA
  • JELAJAH
  • LENSA
  • Login
  • Sign Up

© 2024 Surabaya Story - Let's Make Story, Let's Make History

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist