Buah delima yang semakin langka di Indonesia, menyimpan selaksa manfaat dan cerita. Dari Adam-Hawa hingga milenial.

Buah delima punya cerita yang panjang tentang klasifikasinya, manfaat untuk kesehatan, hingga mitosnya. (artpal)

Surabayastory.com – Syahdan Adam dan Hawa terlempar dari surga dan turun ke bumi karena melanggar larangan dari Tuhan untuk memakan buah kuldi. Masyarakat di negara-negara Barat menganggap yang dimakan Hawa itu buah apel. Sedangkan belakangan ada pendapat itu adalah buah delima.

Selama ribuan tahun telah berkembang mitos buah delima dapat membangitkan gairah seksual. Mungkin itulah sebabnya muncul dugaan bahwa buah delimalah  yang diberikan Adam kepada Hawa sebelum akhirnya keduanya terlempar ke dunia.

Di Indonesia, menemukan buah delima saat ini, sepertinya bukanlah hal yang mudah. Hingga tahun 80-an, buah ini masih gampang ditemukan. Namun saat ini, buah delima terbilang langka. Kebiasaan masyarakat kita yang ingin serba praktis sehingga mereka lebih suka mengonsumsi buah-buahan yang mudah dikupas dan dimakan seperti jeruk, mangga, pisang, melon, semangka, salak, dan sebagainya. Kalangan milenial Indonesia dipastikan tak sampai 10 persen yang pernah memegang atau memakan buah delima.

Nasib yang jauh lebih baik dialami buah delima di negara-negara seperti China, Iran, Turki, Arab dan India. Di negara-negara itu buah delima tersedia dalam jumlah besar dan mudah dijumpai di pasar-pasar tradisional. Di negara-negara tersebut selain dimakan langsung, delima juga dibuat untuk jus, sirup, saus, bahan salad, bumbu masak, dan ditambahkan pada berbagai menu makanan.

Delima  diperkirakan berasal dari Iran, kemudian menyebar ke daerah Mediterania. Bangsa Moor mengambil nama tanaman delima, punica granatum, untuk menyebut salah satu kota kuno di Spanyol, Granada. Tanaman ini juga banyak ditanam di daerah Cina Selatan dan Asia Tenggara.

Tanaman Delima (punica granatum)  mudah sekali tumbuh, baik di daerah tropis maupun subtropis, di dataran rendah sampai dataran tinggi. Namun tanaman ini lebih menyukai tanah gembur yang tidak terendam air.

Tanaman ini memiliki ciri-ciri berupa perdu atau pohon kecil dengan tinggi antara 2–5 m. Batang tanaman delima berkayu, rantingnya  bersegi, memiliki banyak cabang, lemah, berduri pada ketiak daun, cokelat ketika masih muda, dan hijau kotor setelah tua.

Daun tanaman delima bersifat tunggal, bertangkai pendek, letaknya berkelompok. Helaian daun bentuknya lonjong sampai lanset, pangkal lancip, ujung tumpul, tepi rata, pertulangan menyirip, permukaan mengkilap, panjang  antara 1–9 cm, lebar 0,5–2,5 cm, dan warnanya hijau.

Tanaman delima berbunga sepanjang tahun. Bunganya bersifat tunggal bertangkai pendek, keluar di ujung ranting atau di ketiak daun yang paling atas. Biasanya, pada satu ranting terdapat satu sampai lima bunga, warnanya merah, putih, atau ungu.

Klasifikasi Delima

Buah yang terkenal dengan sebutan bunga surga itu bentuknya bulat dengan diameter 5–12 cm. Warna kulitnya beragam, seperti hijau keunguan, putih, coklat kemerahan, atau ungu kehitaman. Kadang, terdapat bercak-bercak yang agak menonjol berwarna tebih tua. Bijinya banyak, kecil-kecil, bentuknya bulat panjang yang bersegi-segi agak pipih, keras, tersusun tidak beraturan, warnanya merah, merah jambu, atau putih.

Seperti buah yang lainya, tanaman delima telah memiliki klasifikasi sebagai berikut:

Kerajaan   : Plantae

Divisi         : Magnoliophyta

Kelas          : Magnoliopsida

Upakelas   : Rosidae

Ordo          : Myrtales

Famili        : Lythraceae

Genus        : Punica

Spesies      : P. granatum

Pohon delima di samping menghasilkan buah yang kaya rasa dan bisa dibuat jus, juga menghasilkan bunga-bunga berwarna oranye kemerah-merahan yang fantastis sehingga bisa dijadikan tanaman hias.

Tanaman delima memiliki banyak varietas. Ada yang menyebutkan sebanyak 30 jenis, tapi ada juga yang hanya menyebut 14 saja. Ini terngatung dari sudut pandang yang dipakai dan informasi yang dimiliki oleh para ahli yang membuat pengelompokan. Dari beberapa varietas itu, beberapa di antaranya merupakan bibit unggul.

Konon seluruh bagian tumbuhan delima ini bisa dimanfaatkan sebagai sebagai makanan maupun bahan obat-obatan dan kosmetik. Untuk makanan misalnya, yang diambil adalah bijinya yang dibungkus daging. Sedangkan untuk obat tradisional, obat modern maupun berbagai produk untuk kecantikan bisa digunakan mulai dari kulit kayu, kulit akar, kulit buah, daun, biji dan bunganya.

Delima sudah dikenal sejak zaman pertengahan. Punya klasifikasi lengkap. (herbazest)

Nama-nama Delima

Pohon delima telah tumbuh dan dibudidayakan di berbagai belahan dunia. Setiap negara atau daerah memiliki sebutannya sendiri. Dalam Bahasa Arab delima yang sudah dikenal sejak  zaman Nabi Muhammad disebut rumman.  Mengingat bijinya sangat banyak, 800-an biji/buah, orang Prancis menyebutnya sebagai Pomegernete atau apel berbiji.

Delima memiliki nama asing, antara lain Shi liu (China), granaatappel (Belanda), grenadier (Perancis), granatbaum (Jerman), pomegranate (Inggris), luru (Vietnam), thap thim (Thailand).

Delima juga banyak digunakan untuk pengobatan tradisional di berbagai belahan dunia. Mulai dari zaman Mesir Kuno, Romawi Kuno, Yunani Kuno, zaman Islam di bawah Nabi Muhammad, India, hingga China. Buah delima sudah dibudidayakan sejak Abad Perunggu, sekitar 5000 tahun yang lalu.

Tampaknya penggunaan buah delima untuk pengobatan tradisional pada zaman kuno menjadi petunjuk akan manfaat dan khasiatnya  terhadap kesehatan. Begitu banyaknya kandungan nutrisi dan unsur-unsur antioksidan yang ada di dalamnya hingga buah delima mendapat julukan sebagai king of antioxidants.

Peneliti kepala, Dr. David Heber dari Sekolah Kesehatan mengatakan buah delima  memiliki aktivitas antioksidan tertinggi dibandingkan buah-buah lainnya seperti anggur merah, anggur (concord grape), blueberry, dan  jus jeruk. Jus delima juga memiliki ranking lebih tinggi daripada minuman lainnya yang akhir-akhir ini dipromosikan mengandung antioksidan superior seperti seperti jus acai  dan teh hijau maupun teh putih.

Penelitian  David Geffen  pada Universitas  California Los Angeles, yang diterbitkan pada  Journal of Agriculture and Food Chemistry, menemukan bahwa jus delima memimpin dalam kategori minuman sehat yang menunjukan aktivitas menyerap radikal bebas paling sempurna, perlindungan yang lebih besar terhadap kolesterol jahat,  perlindungan dari oksidasi kolesterol dan kandungan polyphenolnya tertinggi  dibandingkan anggur merah dan beberapa jus lainnya.

Indeks senyawa antioksidan jus delima sedikitnya  20 persen lebih besar daripada minuman sehat lainnya. Tak mengherankan kalau kemudian ada yang menempatkan jus delima pada ranking pertama di antara 10  jus dan minuman yang paling baik bagi kesehatan.

Walaupun sulit ditemukan, tapi ada juga beberapa  resep makanan dan minuman di Indonesia yang menggunakan delima sebagai bahan. Dari penelusuran, buah delima lebih banyak digunakan sebagai bahan minuman.

Memang masih butuh waktu untuk memasyarakatkan kembali buah delima pada masyarakat Indonesia. Mungkin pendekatan yang paling efektif untuk hal tersebut adalah melalui sosialisasi tentang khasiatnya yang sangat besar bagi kesehatan. –vit

surabayastory
Bercerita berarti penyampaian cerita dengan cara bertutur. Yang membedakan adalah metode penyampaiannya.

Leave a Reply

  • (not be published)