Banyak kebiasaan kita yang salah kaprah, menyebabkan mobil bekerja ekstra. Perilaku boros sangat erat kaitannya dengan gaya hidup.

  

Banyak salah kaprah dan salah pengertian tentang mobil hemat. (justlanded)

Surabayastory.com – Bagi orang berduit, boros bukanlah sesuatu aib melainkan bagian dari ‘pemenuhan kebutuhan’. Padahal jika kebiasaan dan perilaku ini diubah, kita akan membantu menghemat banyak hal. Langkah hemat tidak hanya menguntungkan diri sendiri, tetapi juga ikut berkontribusi mengurangi polusi dan meringankan beban negara.

Perilaku boros sering disalahartikan sebagai hak. Dianggapnya, ‘pemborosan’ dan ‘hasrat memperoleh kenyamanan’ berlalulintas merupakan hak asasi manusia yang tidak boleh diganggu oleh alasan ‘memikirkan masa depan bumi’ dan semacamnya. Tak heran, laju polusi udara kendaraan bermotor terus melambung seiring bertambah sesaknya jalan raya.

Banyak keluarga di kota yang memiliki 3-4 mobil, dan seluruh mobilnya turun ke jalan setiap hari. Setiap anggota keluarga menaiki satu mobil pribadi, hilir-mudik untuk banyak hal yang kurang perlu,  tanpa memperhitungkan kepadatan jalan dan ‘space’ untuk orang lain.

Jadi gerakan berhemat tidak sebatas pada aspek teknis memperlakukan mobil Anda. Jauh lebih penting dari itu, adalah keberanian dan keihlasan kita berpikir akan tanggung jawab bersama ikut menjaga kelestarian bumi seisinya.

Bensin atau Solar

Pilihlah mobil yang bukan peminum bensin, mesinnya bersih, dan ruangnya proporsional. Toh harga mobil sederhana seperti ini akan jauh lebih murah ketimbang yang berfitur canggih.  Lebih mulia lagi, batasi penggunaannya sehari-hari. Ganti dengan sepeda motor, kayuh sepeda, dan ayunkan kaki dengan gembira. Pasti Anda akan lebih bugar dan kekar.

Berhemat tidak berhubungan dengan kecukupan materi. Anda hemat, tak berarti Anda hampir bangkrut. Justru sikap hemat (bukan kikir) mencerminkan kedewasaan hidup universal yang menjaga bumi sebagai tempat hidup bersama.

Ingat, polusi mobil adalah pencemar udara terbesar kedua setelah cerobong industri. Mobil dan pabrik menjadi penyumbang terbesar kerusakan lapisan ozon. Penimbul efek ‘rumah kaca’  yang mejebak sinar ultraviolet matahari untuk memanggang bumi. Anomali iklim bumi terjadi akibat pengaruh ini. Rusaknya siklus musim, datangnya badai, naiknya permukaan laut, adalah sebagian akibat buruk yang ditimbulkannya.

Dengan memperlakukan mobil secara bijaksana, kita sebenarnya telah ikut menjaga kelestarian bumi. Memang belum sebaik jika kita berani mengandangkan mobil, dan menukarnya dengan jalan kaki atau bersepeda. –tks

surabayastory
Bercerita berarti penyampaian cerita dengan cara bertutur. Yang membedakan adalah metode penyampaiannya.

Leave a Reply

  • (not be published)