Mengapa kita melakukan apa yang kita lakukan? Beberapa orang bersikeras bahwa mereka mengetahui jawaban atas pertanyaan ini. Realitas atau lamunan sering bergaris tipis. Fantasi adalah bagian dalam diri manusia, sadar maupun tidak.

Fantasi menjadi bagisn dari kehidupan manusia, sadar ataupun tidak. (123)

Surabayastory.com – Fantasi adalah bagian yang lekat dengan diri setiap manusia. Dalam pengertian psikologis, fantasi mengacu pada dua aspek yang berbeda dari pikiran , sadar, dan bawah sadar. Sebuah konsep psikoanalisis, relevansi, dan kemampuan untuk menerangkan watak serta karakter dasar masyarakat dan peradaban manusia.

Fantasi adalah situasi yang dibayangkan oleh seorang individu yang mengungkapkan keinginan personal atau tujuan tertentu dari penciptanya. Dalam kehidupan sehari-hari, individu sering menemukan pikiran mereka, dan mengejar serangkaian fantasi. Proses mengejar fantasi ini kemudian lazim disebut dengan lamunan.

Fantasi punya ruang dan waktu yang mengikuti pikiran dan rasa personal. Kadang juga memanggil-manggil kembali memori akan keinginan yang belum tercapai. Fantasi kadang melibatkan situasi yang tidak mungkin.

Selain itu, fantasi juga mempunyai makna lain, yaitu sesuatu yang tidak nyata, seperti yang dirasakan secara eksplisit oleh indra mana pun, tetapi ada sebagai situasi objek yang dibayangkan untuk dibayangkan. Konsep-konsep Freudian ini juga memberi gambaran dari sudut psikoanalisis modern. Gagasan Sigmund Freud ini dihadirkan sebagai sebuah parameter untuk memahami peran yang mengendalikan kebutuhan-kebutuhan manusia.

Unsur Kehidupan

Para peneliti menemukan bahwa fantasi memiliki unsur-unsur kehidupan. Fantasi yang paling rumit sering kali menghampiri orang-orang yang kemudian memanfaatkan imajinasi mereka secara produktif dalam seni, sastra, atau dengan menjadi sangat kreatif dan inovatif.

Dalam fantasi, penglihatan berlipat ganda menjadi mungkin untuk melihat dari lebih dari satu sudut pada saat yang sama. Untuk melihat diri sendiri dan melihat diri sendiri dari sudut lain untuk membagi visi obyektif dan menghilangkan subjektivitas.

Bagi Sigmund Freud, sebuah fantasi dibangun untuk menutupi dan menandai proses yang sangat defensif. Seksualitas terkait sejak awal dengan objek fantasi. Namun, objek yang akan ditemukan kembali bukanlah objek yang hilang, tetapi penggantinya dengan perpindahan. Objek yang hilang adalah objek yang ingin ditemukan kembali. Fantasi awal ini diciptakan dari defleksi bayi yang frustrasi jauh dari kebutuhan naluriah.

Pandangan positif tentang fantasi diambil oleh Sigmund Freud karena menganggap fantasi sebagai mekanisme pertahanan. Dia menganggap bahwa pria dan wanita tidak dapat hidup dari sedikit kepuasan yang bisa mereka peroleh dari kenyataan.

Fantasi dan Manusia

Konsep tentang fantasi merupakan sesuatu sarana yang memungkinkan kita untuk memperoleh pemahaman yang relatif kompleks atas perilaku dan perasaan, meskipun mungkin banyak di antara gagasan-gagasan yang berkaitan dengan masalah ini pada awalnya tampak sebagai sesuatu yang konyol.

Fantasi-fantasi mencakup banyak esensi sejati dari kepribadian. Tentang bagaimana membentuk khayalan yang terlepas dari kenyataan. Seperti artis yang berhasil menggubah karyanya di panggung yang sama sekali beda dengan kehidupan aslinya. Fantasi menjadi kreasi artistik.

Istilah fantasi menjadi isu sentral dengan perkembangan zaman dan keinginan manusia untuk merasa lebih dari kenyataan yang dipunya. Zaman ini memberi ruang orang untuk mengembangkan fantasinya, dengan tempat yang tepat, atau cara yang salah. Fantasi menjadi ajang pemenuhan keinginan manusia yang hidup dalam bayang-bayang.

Hanya apabila gagasan-gagasan tersebut diamati dalam tindakan, maka akan terlihat meyakinkan. –sa

surabayastory
Bercerita berarti penyampaian cerita dengan cara bertutur. Yang membedakan adalah metode penyampaiannya.

Leave a Reply

  • (not be published)