Surabayastory.com – Pak Lurah Udin punya hobi memelihara burung. Ia punya koleksi burung banyak sekali, jenisnya pun bermacam-macam. Suatu hari beberapa burungnya yang bagus hilang. Dalam suatu pertemuan dengan para wakil warga yang membahas soal kebersihan kampung Pak Lurah tiba-tiba punya ide melakukan penyelidikan. Siapa tahu dengan mengajukan sejumlah pertanyaan kepada hadirin, ia mendapatkan petunjuk tentang siapa yang mencuri burungnya.

Di hadapan 100 warga yang hadir, Pak Lurah bertanya,

“Siapa yg punya burung?”
Menjawab pertanyaan itu, seluruh laki-laki yang hadir segera berdiri.

Menyadari kesalahan pertanyaannya, Pak Lurah mengajukan pertanyaan lain.

“Bukan itu maksud saya. Maksud saya siapa yang pernah lihat burung yang bukan punyanya bapak-bapak yang berdiri tadi?”
Seluruh warga wanita berdiri.

“Wah, gawat”, pikir si Pak Lurah. Dengan muka merah dia kembali melontarkan pertanyaan: “Maksud saya siapa yang pernah lihat burung yang bukan milik suaminya?”
Separuh wanita berdiri.

Muka Pak Lurah makin merah, dan juga makin gugup. Ia segera bertanya lagi: “Maaf sekali lagi, bukan ke arah situ pertanyaan saya. Maksud saya adalah, siapa yang pernah lihat burung saya?”
5 orang wanita pun berdiri.

Kontan semua warga yang hadir menoleh ke arah Pak Lurah dengan pandangan curiga.

Pak Lurah langsung lari pontang panting. Dia dikejar Bu Lurah yang terbakar api cemburu sambil mengacung-acungkan sapu. –drs

surabayastory
Bercerita berarti penyampaian cerita dengan cara bertutur. Yang membedakan adalah metode penyampaiannya.

PREVIOUS ARTICLE

Teman Lama

Leave a Reply

  • (not be published)