Dua hal ini seperti sebuah misteri. Dua hal yang selalu mengundang pertanyaan-pertanyaan. Ini adalah jawabannya tentang semesta dan lubang hitam.

Semesta yang terus mengundang pertanyaan dan menanti jawaban. (NASA/JPL-Caltech/sciencealert)

Surabayastory.com – Segala hal tentang alam semesta dan seisinya selalu mengundang pertanyaan. Dari masa ke masa manusia berusaha untuk mengungkap misteri yang menyelimuti alam di mana ia berpijak. Alam raya tak pernah habis untuk digali dan dipahami awal hingga akhir.

Bila ingin diungkap secara perlahan, berikut adalah jawaban yang menjadi hasil dari ikhtiar dan perjalanan anak manusia yang mencari tahu kehidupan di sekitarnya. Pertanyaan dan jawaban tentang alam semesta dari sisi ilmu pengetahuan manusia, akan dimulai dari sini.

Bagaimana sih asal mula terbentuknya alam semesta itu? Menurut para ilmuwan, alam semesta memiliki permulaan. Peristiwa yang disebut Big Bang menjadi titik awal alam semesta. Big Bang diartikan sebagai Ledakan Besar, namun sebenarnya tidak ada kejadian menyerupai ledakan yang kita kenal sehari-hari. Lebih tepat dianggap sebagai pemuaian sedemikian cepat dari materi sangat luar biasa padat dengan suhu yang tak terkira. Selama proses Big Bang, terciptalah ruang, waktu, materi dan energi. Pemuaian itu terjadi ke segala arah dan menyebabkan alam semesta bertambah (memuai).  Setelah terjadi pendinginan alam semesta, materi yang berasal dari Big Bang pun bergabung membentuk galaksi, bintang dan planet. Seluruh materi dan energi yang ada di alam semesta bermula dari peristiwa Big Bang. Big Bang tidak terjadi di suatu tempat tertentu di alam semesta ini. Namun terjadi serentak tanpa memiliki titik awal.

Berapa sih umur alam semesta ini? Berdasarkan penelitian para ilmuwan, usia alam semesta diperkirakan antara 10 sampai 20 miliar tahun. Para astronom memiliki cara ilmiah yang sangat disiplin untuk menaksir umur alam semesta ini. Ada dua pendekatan: (1) mencari umur bintang tertua yang bisa diamati, dan (2) mengukur laju perkembangan alam semesta yang dimulai dari peristiwa Big Bang, seperti seorang detektif dapat melacak darimana sebuah peluru berasal hanya dengan mempelajari lubang bekas tembakan di sebuah dinding. Sebuah satelit bernama WMAP digunakan untuk mencari data selengkap mungkin sehingga penaksiran umur alam semesta bisa lebih tepat. Angka yang diperoleh sekarang sekitar 13, 77 miliar tahun.

Seberapa besar sih alam semesta ini? Tidak ada yang tahu persis seberapa luas alam semesta ini. Tidak ada yang tahu apakah alam semesta memiliki batas. Para ilmuwan hanya bisa mengamati sejauh 14 miliar tahun cahaya ke segala arah. Artinya, diameter alam semesta yang teramati mencapai 28 miliar tahun cahaya. Di luar jarak itu, tidak ada cahaya yang bisa mencapai kita. Mungkin seiring perkembangan teknologi, luas alam semesta yang bisa kita amati bisa bertambah. Dan jangan lupa juga, luas alam semesta sendiri terus berubah dan bertambah dari waktu ke waktu sesuai dengan teori alam semesta yang terus mengembang. Untuk membayangkan luasnya alam semesta dan perbandingan dengan materi yang terkandung di dalamnya, bayangkan sebuah bola yang memiliki diameter 32 kilometer berisi sebutir pasir!

Lubang hitam supermasif di dalam inti galaksi elips superraksasa.Foto diambil secara langsung oleh Event Horizon Telescope dan dirilis tanggal 10 April 2019.(wiki)

Cerita tentang Lubang Hitam

Apa sih Lubang Hitam itu? Lubang hitam yang juga akrab disebut dengan black hole, bukanlah sebuah lubang yang berisi kekosongan. Di dalam lubang hitam, terkandung materi dengan kepadatan luar biasa. Kerapatan inilah yang menyebabkan gravitasi yang dimiliki sebuah lubang hitam sangat besar. Istilah lubang hitam dipakai untuk menjelaskan sebuah benda yang seolah-olah menyerupai rongga tak terlihat karena tidak memancarkan cahaya sama sekali. Benda langit bernama lubang hitam dianggap sebagai obyek paling menakjubkan oleh para astronom. Area di sekitarnya  memiliki gravitasi yang luar biasa besar. Zat paling cepat di jagat raya sejauh ini adalah cahaya, namun cahaya pun tidak bisa lolos jika terperangkap gravitasi lubang hitam. Tanpa cahaya mampu meloloskan diri, jadilah lubang hitam gelap sempurna. Cahaya merupakan informasi penting bagi astronom, tanpa cahaya cukup sulit mendapatkan informasi mengenai sesuatu.

Terbuat dari apa sih Lubang Hitam itu? Menurut para ilmuwan, Lubang Hitam terbuat dari materi mampat yang luar biasa padat. Materi dalam jumlah besar itu termampatkan menjadi benda berukuran kecil. Fenomena obyek supermampat ini bisa ditemukan di pusat galaksi. Bintang raksasa yang mengalami keruntuhan di akhir masa hidupnya juga dapat menghasilkan Lubang Hitam. Gravitasi yang sangat besar menyebabkan cahaya pun tidak mampu meloloskan diri sehingga kita tidak bisa melihat langsung dengan alat tercanggih sekalipun.

Benarkah ada Lubang Hitam di alam semesta? Tanpa adanya cahaya yang terpancar, sangatlah mustahil kita bisa melihat Lubang Hitam. Satu-satunya cara untuk mengetahui keberadaan Lubang Hitam adalah dengan memperhatikan efek yang ditimbulkan di sekelilingnya. Gravitasi sangat besar menyebabkan Lubang Hitam mampu menarik segala obyek di dekatnya dalam kecepatan sangat tinggi. Material yang terhisap ini menjadi luar biasa panas sehingga bisa memancarkan radiasi sinar X. Dengan mengamati kumpulan materi yang berputar spiral dan jatuh ke sebuah pusat tertentu, para ilmuwan dapat memperkirakan keberadaan tempat Lubang Hitam berada. Para astronom juga mempelajari gerakan benda langit yang diperkirakan dipengaruhi oleh keberadaan sebuah lubang hitam. Sejauh ini, lubang hitam diketahui berada di pusat galaksi besar. Termasuk di pusat galaksi tempat kita berada. Arah pusat galaksi kita letaknya dekat dengan rasi Sagitarius.

Berapa besar ukuran Lubang Hitam? Ukuran lubang hitam bermacam-macam tergantung kepada banyaknya materi yang termampatkan dalam sebuah ruang. Sebagian lubang hitam berasal dari bintang raksasa yang runtuh tertarik gravitasinya sendiri pada masa akhir hidupnya. Untuk menjadi calon lubang hitam, bintang itu ukurannya harus ribuan kali lebih besar daripada Matahari. Setelah menjadi lubang hitam, ukuran bintang maharaksasa pun hanya beberapa kilometer saja diameternya. Di pusat beberapa galaksi, ada lubang hitam berukuran cukup besar yang berisi materi setara dengan 100 juta kali matahari! Lubang hitam raksasa ini bisa memiliki diameter jutaan kilometer.

Apakah di pusat galaksi Bima Sakti terdapat lubang hitam? Galaksi Bima Sakti memiliki lubang hitam di pusatnya. Massa lubang hitam itu diperkirakan setara 3 juta kali massa Matahari. Jaraknya dari kita mencapai 24 ribu tahun cahaya. Lubang hitam raksasa diduga merupakan pusat galaksi-galaksi berukuran besar. Para ilmuwan sendiri sudah berhasil mendeteksi sejumlah lubang hitam tersebut. Meskipun lubang hitam di pusat galaksi kita sangatlah besar dan memiliki gravitasi maha kuat, namun jaraknya yang teramat jauh dari Bumi tidak menimbulkan pengaruh yang membahayakan kita.

Apakah Matahari bisa menjadi lubang hitam? Ukuran matahari terlalu kecil untuk menjadi sebuah lubang hitam. Ada batas massa tertentu yang akan membuat sebuah bintang berakhir sebagai lubang hitam pada fase akhir hidupnya.  Untuk mencapai batas gravitasi menjadi sebuah lubang hitam, massa matahari termampatkan menjadi berdiameter hanay 3 kilometer saja.  Jika Bumi menjadi sebuah lubang hitam, massa bumi harus mampat sampai seukuran kelereng kecil. –nata

surabayastory
Bercerita berarti penyampaian cerita dengan cara bertutur. Yang membedakan adalah metode penyampaiannya.

Leave a Reply

  • (not be published)