Cara Menulis Artikel Opini

Ketika dunia media berkembang dengan lesatan dan menembus batas-batas, kemampuan menulis menjadi dasar dari semua. Ini caranya menulis artikel.

 .

.

Surabayastory.com – Menulis adalah kebutuhan. Apalagi saat ini ketika isi (content) media menjadi sangat utama saat ini. Ada beberapa hal yang patut untuk untuk diketahui, dipelajari, dan kemudian dilatih menjadi keterampilan.

Artikel adalah karangan bebas tentang hal-hal penting yang sedang aktual, yang ditulis seseorang (atau lebih) dengan berisikan sebagian besar pendapat, gagasan, maupun opini penulisnya.

Apa dan bagaimana cara menulis artikel dan opini yang mudah dan cerdas? Berikut ini ada beberapa cara dan langkah panduan yang bisa membantu para pembaca untuk mulai menulis, menuangkan gagasan/ pikiran, dan menerbitkannya di media massa.

 

.

Mengapa Aktual ?

Aktual selalu menyangkut kebaruan masalah. Boleh saja peristiwanya sudah lama lewat, tetapi dengan bantuan momentum, putaran agenda, atau peristiwa lain yang berkait, kebaruan bisa ditampilkan kembali.

Aktual yang membahas masalah usang bukan hanya mengurangi daya tariknya, tetapi juga memerosotkan martabat penerbitannya. Sesungguhnya tidak ada media yang benar-benar boleh menisbikan aktualitas.

.

Masalah apa?

Masalah yang layak diangkat sebagai materi penulisan artikel adalah segala bentuk realitas social, yang sudah terjadi, tengah berlangsung, maupun yang diprediksikan akan terjadi nanti.

Masalah yang terlampau khusus dan memerlukan keahlian tertentu, umumnya tidak ditulis di media umum, melainkan di jurnal-jurnal ilmiah khusus.

Pilihan topik penulisan ini sangat dipengaruhi oleh kebijakan redaksi dan khalayak pembacanya. Begitu pula gaya penyajian, strata bahasa, maupun solusi pemecahannya.

.

Siapakah Penulisnya ?

  • Artikel ditulis siapapun, baik wartawan dalam/anggota redaksi maupun orang luar yang memiliki standar keilmuan dan kompetensi tertentu. Beberapa media bahkan mensyaratkan strata pendidikan akademik tertentu
  • Orang ‘biasa saja’ atau orang kebanyakan yang bahkan tak memiliki gelar akademik apapaun, tetapi cukup memiliki kelayakan dalam hal pengalaman (experience), ketrampilan (skills), keunikan (uniqueness), maupun kekuatan lain yang menonjol.

.

Struktur Penulisan :

  1. Judul: Kalimat judul sebaiknya pendek dan sederhana, padat dan memperhatikan ekonomi kata,  tidak lebih 4 suku kata, dan tidak bermakna ganda. Judul yang bagus haruslah baru dan segar, tidak mengulang-ulang atau klise.

Contoh : – Bank Sedang di Bibir Jurang

  • Bursa Saham Mati Angin
  • Menerobos Belenggu Syariah
  • Tak Ada Bank, Rente Pun Jadi
  1. Prolog, Intro, Alinea Pembuka : Adalah alinea pertama artikel, yang terdiri atas maksimal dua alinea (Tiap alinea terdiri 2-3 kalimat pendek). Alinea ini mendiskripsikan newspeg (gantungan peristiwa actual) yang akan dibahas dan dieksplorasi dalam artikel. Newspeg tak perlu sangat detail. Cukup garis besarnya saja, yang penting berhasil ‘membingkai persoalan’ yang akan dibahas, sehingga artikel memiliki fokus.

Contoh : Bank Harus Pacu Sektor Riil

Minggu lalu Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menegaskan perlunya Bank lebih ekspansif menyalurkan kredit ke sektor riil, agar roda ekonomi masyarakat dapat lebih berputar. Hal ini terdengar sederhana, namun realitasnya banyak tantangan yang harus dihadapi, terutama situasi internal bank.

  1. Pengembangan (Developing): Adalah alinea yang berfungsi menghubungkan  atau menjembatani Prolog dengan Batang Tubuh (Content atau Isi). Selalu upayakan Judul dan Prolog/Intro merupakan show window artikel Anda, yang harus memiliki daya pikat kuat. Tugas alinea Pengembangan adalah melanjutkan dan memuluskan perpindahan dari judul dan prolog, menuju batang tubuh.
  1. Batang Tubuh atau Isi, adalah uraian bersifat deskriptif, eksplanatif, maupun kontemplatif, yang  mengeksplorasi masalah dan mengemukakan gagasan orisinal penulisnya dengan tujuan :
  • Memberikan pemahaman masalah kepada pembaca umum secara ringan dan populer. (Bedakan dengan uraian bersifat teknis-ilmiah)
  • Menawarkan pikiran, gagasan, pendapat penulis yang didukung oleh latar pengetahuan akademik maupun pengalaman empirik, atau gabungan keduanya.
  • Berkontemplasi tentang nilai-nilai luhur, dan menawarkan sisi pemikiran filosofis
  • Tidak bersifat agitatif, menghasut, memprovokasi, menyerang kehormatan pihak lain, dan tindakan apapun yang bertentangan dengan Kode Etik Jurnalistik
  1. Penutup (Ending), adalah alinea khusus yang disiapkan sebagai pamungkas uraian. Alinea ini penuh makna karena seringkali membawakan pesan paling penting artikel itu. Sebuah alinea yang dipersiapkan cermat agar kalau bisa, match dengan judul dan prolognya.

Alinea penutup ini bisa bermakna :

  • Kejutan, surprise yang juga menjadi daya tarik
  • Akhir terbuka (an open ending) yang memberikan kebebasan bagi para pembacanya untuk mengambil kesimpulan sendiri
  • Solusi, menawarkan jalan keluar yang masuk akal dan dapat dijalankan
  • Kesimpulan, memberi arah pembaca kepada kesimpulan tertentu. Cara ini umumnya kurang disukai pembaca karena terkesan mempersempit pemikiran.

.

Seberapa Panjang?

Berapakah panjang-pendek artikel yang ideal, sangat bergantung kepada ruang (space) yang tersedia pada penerbitan itu. Sebelum mulai menulis, perhatikan dulu kaplingnya, bagaimana formatnya, topik apa yang disukai medianya. Umumnya artikel opini ditulis 1.500-2.500 karakter saja. Bila terlalu panjang, redaksi umumnya malas mengedit karena artikel bersifat 100 prosen opini penulisnya. Jika sulit diedit atau terlalu panjang, nasibnya langsung terjun ke tong sampah!  Redaksi telah menetapkan kriteria layak muat. Bila ini tidak dipenuhi, redaksi tidak akan buang waktu dan tenaga untuk ‘membimbing’ Anda.

.

Bagaimana mengirimnya?

Jalur e-mail/internet saat ini yang paling cepat dan nyaman, tetapi perhatikan betul alamatnya. Jangan sampai salah masuk ke kamar lain. E-mail sangat membantu redaksi karena tidak perlu mengetiknya lagi, langsung soft-copy. Bila harus diketik di computer, usahakan spasinya tidak terlalu rapat (spasi 1,5 cukup) dengan besar huruf 12 point, dan tipografi times. Kirimlah dengan sarana paling kilat, jangan berleha-leha. –tks

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *