Memahami Konflik di Lingkungan Kerja

Perdamaian bisa dengan mudah dijaga; masalah bisa dengan mudah dicegah sebelum dimulai. Pahami itu sebelum menghadapi sebuah  masalah. Lao-Tzu
( filsuf Cina pada abad ke-6 SM).

 .

sumber foto : nationalgeographic

.

Surabayastory.com – Ketika konflik yang terjadi di tempat kerja bisa saja disebabkan oleh hal yang sangat sederhana seperti misalnya perbedaan pendapat tentang warna kertas untuk sarana komunikasi tim, apakah akan menggunakan warna merah-muda atau putih. Hal itu bisa menjadi rumit ketika timbul pertentangan antara kedua anggota tim mengenai isu tersebut yang sebenarnya tidak ada hubungannya dengan pekerjaan tetapi terjadi di dalam jam kerja. Jika Anda seorang manajer, penyelia, atau seorang ketua tim, Anda terpaksa harus berurusan dengan insiden tersebut –dan itu pasti akan berbuntut panjang – tidak perduli betapa sederhana atau rumitnya masalah tersebut.

Umumnya para manajer, penyelia, dan para staf tidak bekerja sendiri-sendiri. Ada sejumlah peraturan dan regulasi yang harus kita taati. Semua organisasi memiliki kesepakatan mengenai aturan-aturan dalam melakukan sesuatu; ada yang tertulis, seperti misalnya buku pegangan bagi para staf atau dokumen-dokumen berkualitas seperti “Investors In People”, dan ada aturan-aturan yang lainnya yang tidak tertulis.

Oleh karena itu, ketika kita bergabung dengan sebuah tim baru, kita biasanya terikat dengan aturan-aturan memberatkan yang tidak dapat dihindari. Segera kita menyadari  ‘bagaimana hal demi hal dikerjakan di sekitar sini’. Tanpa perlu diucapkan, kita pun setuju untuk menaati kode-etik perilaku di lingkungan tersebut.

Sebagian dari kode-etik perilaku yang disepakati ini ikut berperan dalam pemecahan sebuah konflik. Dan tentu saja, yang dirasakan oleh masing-masing individu dalam tim tentang konflik yang terjadi akan mempengaruhi tanggapan secara umum dari tim itu sendiri. Beberapa anggota tim kemungkinan akan memilih untuk saling berselisih dan adu argumentasi; sedangkan yang lainnya bisa saja menghindar sejauh mungkin.

Reaksi Anda secara perorangan terhadap konflik yang ada akan berpengaruh pada cara Anda menghadapi suatu konflik dalam lingkup sebuah tim. Jika Anda berpikir bahwa setiap  konflik yang terjadi akan sulit untuk diatasi, maka yang terjadi adalah memang seperti itu. Tetapi jika anda berpikir sebaliknya dan menganggap suatu konflik sebagai sebuah tantangan atau sebuah masalah yang harus digeluti dan dipecahkan, maka hidup Anda akan terasa sedikit lebih mudah. Sangat penting sebagai seorang manajer untuk selalu berperilaku positif dalam menghadapi sebuah konflik.

Sebagai seorang manajer, Anda berkewajiban untuk menghadapi konflik yang terjadi  dengan melibatkan kedua belah pihak, yaitu anda sendiri dan tim Anda. Situasi konflik yang sederhana, jika tidak diatasi dengan efektif, akan berubah menjadi situasi yang genting yang bisa menyebabkan konfrontasi yang keras.

Jika suatu konflik membuat khawatir, maka Anda harus mulai memikirkan sebuah strategi yang bisa diterapkan ketika muncul permasalahan. Dan sebaiknya, perlu memahami bagaimana cara memperkecil kemungkinan atau menghindari terjadinya konflik –nanti kita akan membahas lebih dalam mengenai hal ini.

.

Menghindari Konflik

Pilihan manakah yang Anda tandai? Apakah Anda benar-benar menandai salah satu pilihan di atas? Jika tidak, maka selamat untuk anda! Berarti Anda memahami bahwa tidak ada satupun dari tanggapan di atas yang benar-benar tepat, atau efektif. Jadi, bagaimana Anda akan menanggapinya? Atau pertanyaan yang lebih baik, bagaimana langkah Anda untuk mencegah konflik seperti itu agar tidak terjadi?

Apakah yang bisa Anda lakukan untuk mencegah agar situasi seperti di atas tidak terjadi? Beberapa orang mungkin akan mengatakan –tidak ada. Bagaimanapun juga, jika Anda bersikap seolah tidak perduli dan mengatakan bahwa ini tidak ada hubungannya dengan anda, itu adalah tindakan yang sama sekali tidak bisa diterima. Jika Anda adalah seorang manajer, Anda mempunyai tanggung jawab untuk menciptakan suasana kerja yang bisa membuat anggota tim bekerja dengan kemampuan terbaik mereka. Proses ini akan berjalan segera setelah Anda menjalin komunikasi dengan tim dan hubungan ini akan semakin menguat tiap kali berbicara kepada mereka. Tetapi jika Anda memilih untuk bersikap tidak perduli dengan konflik yang ada, maka Anda akan semakin menambah masalah bukannya malah menyelesaikannya. Selanjutnya akan membahas tentang beberapa kemungkinan yang menjadi latar belakang penyebab atau ‘pemicu’ terjadinya suatu konfllik. Ini akan membantu Anda untuk memahami dan mengurangi kemungkinan terjadinya konflik. –vee

.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *