Mitos-mitos di Seputar Cleopatra

Meski kehidupan Cleopatra masih diselimuti misteri yang tebal, tetapi beberapa mitos yang lahir disekitarnya terus dianut hingga sekarang ini.

.

.

Pertemuan antara Cleopatra dan Oktavianus setelah Pertempuran Actium, 1787-1788, oleh Louis Gauffier/Getty Images

.

Surabayastory.com – Ketika kecantikannya secara ilmiah masih menjadi tanda Tanya, sebaliknya para wanita kini tetap menganggap Cleopatra adalah wanita tercantik di dunia. Banyak wanita dari berbagai belahan dunia ingin menitisi kecantikannya. Banyak usaha yang dilakukan para wanita untuk mengikuti jejak kecantikan sang ratu. Cleopatra dan kecantikan seakan sudah menjadi dua sisi mata uang yang tak terpisahkan.

Banyak treatment yang dilakukan wanita di berbagai belahan dunia. Sebagian besar perawatan itu adalah perawatan yang sudah dilakukan secara turun temurun dan menjadi bagian dari tradisi. Beberapa cara perawatan dari berbagai belahan negara banyak yang mengacu pada cara Mesir Kuno alias cara Cleopatra. Konon, dulu Cleopatra gemar menggunakan susu dan madu. Dia juga senang melakukan perawatan dengan bahan mineral seperti garam laut. Garam laut, memiliki kandungan kalsium dan potasium. Garam laut memiliki khasiat untuk membuat awet muda dan menghilangkan jerawat.

Selain itu, wanita Mesir juga menggunakan lumpur Laut Mati untuk merawat kulitnya. Lumpur Laut Mati mengandung potasium, sodium, dan bromine yang berguna untuk mengencangkan kulit.

.

Tata Rias Ala Cleopatra

Selain kecantikannya, Cleopatra ternyata dikenal dengan tata riasnya yang mempesona. Studi yang dilakukan ilmuwan Prancis menyebutkan, make up atau riasan tebal bangsa Mesir kuno, termasuk Ratu Cleopatra ternyata tak hanya untuk mempercantik wajah tetapi juga memiliki fungsi kesehatan.

Hasil temuan para peneliti Museum Louvre, Prancis tersebut mendeskripsikan bahwa tata rias seperti Cleopatra, yang menonjolkan keindahan pada bagian mata ternyata dimaksudkan untuk melindungi mata dari penyakit.

Kuncinya adalah kandungan garam yang terdapat pada polesan tata rias. Para peneliti menyimpulkan, pada 4.000 tahun lalu bangsa Mesir menggunakan pemoles mata untuk mencegah infeksi.

Pada kadar yang rendah, garam memproduksi nitric oxide, yaitu senyawa yang meningkatkan sistem kekebalan tubuh dalam menangkis serangan bakteri penyebab infeksi mata.

Orang-orang Mesir kuno umumnya memerlukan waktu hingga satu bulan untuk menggelapkan dan meningkatkan keindahan matanya. Riasan mata ala Cleopatra hingga kini diakui  sebagai salah satu tren yang tak lekang di makan zaman dalam dunia fashion.

Seperti yang dilansir BBC, Minggu (10/1/2010), studi yang dipublikasikan dalam jurnal Analytical Chemistry menimbulkan sedikit perdebatan karena secara teori, riasan tersebut berisiko bagi kesehatan karena kandungan timah di dalamnya. Namun para peneliti yakin, awal mula bangsa Mesir kuno menggunakan riasan tersebut tak hanya untuk keindahan tapi lebih karena alasan medis. Pada dosis yang rendah, tata rias ala Cleopatra memiliki efek perlindungan.

“Kami tahu, bangsa Yunani dan Romawi kuno telah memiliki banyak catatan bahwa tata rias tertentu memiliki fungsi sebagai obat. Namun kami ingin mengetahui dengan tepat, bagaimana tata rias bisa bekerja sebagai obat,” kata Philippe Walter yang memimpin studi ini.

Dalam studi ini, Philippe dan timnya menggunakan elektroda kecil dengan ketebalan hampir sama dengan rambut manusia. Dengan cara tersebut mereka berusaha melihat efek timah garam klorida yang disintesis yaitu laurionite, dalam satu sel.

 .

SPA Ala Cleopatra

Ratu Mesir Cleopatra yang hidup di tahun 69 hingga 30 Sebelum Masehi itu mungkin tidak pernah membayangkan, kebiasaan mandi kembang yang dilakukannya akan menjadi trend dua ribu tahun kemudian. Bahkan, kebiasaan yang akrab disebut SPA itu akan menjelama menjadi tradisi bagi  perempuan yang ingin tampil cantik luar dalam.

Di kalangan wanita modern, tidak ada yang tidak mengenal SPA. Sebagian besar perempuan kelas menengah ke atas yang hidup di kota besar, selalu melakukan aktivitas kecantikan yang menjadikan air sebagai prasyarat utamanya itu. Banyak perempuan percaya, SPA mampu mengembalikan kecantikan tubuh luar dan dalam. Dengan cara ini pula, inner beauty memancar dengan keanggunan.

Ketika Ratu Mesir Cleopatra melakukan SPA, perempuan yang menjadi kekasih jenderal romawi, Julius Caesar dan Mark Antony ini selalu menggunakan campuran bunga, susu murni dan madu untuk mandi. Tiga bahan itu digunakan Cleopatra untuk menggosok kulitnya. Disertai pijatan-pijatan khusus hingga ke bagian yang paling pribadi, membuat ketiga bahan itu meresap dan menyehatkan.

Selain gemar menggunakan susu dan madu, Cleopatra punya jurus jitu yang lebih cespleng. Yaitu, perawatan dengan bahan mineral seperti mandi dengan garam laut. Selain dari garam laut, ia juga mempercayakan khasiat lumpur laut mati yang sangat terkenal itu. Mereka percaya ramuan ini bisa membuat awet muda dan kulit mulus serta bersinar. –drs

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *