Mitos Cantik bagi Wanita, Dulu dan Sekarang

Kecantikan dan wanita adalah dua sisi yang tak terpisah. Menjadi cantik adalah sesuatu yang terus diusahakan dan ditampilkan wanita. Sejak dulu hingga sekarang.

 .

.

 

Surabayastory.com –Wanita adalah kecantikan. Kecantikan adalah kesehatan lahir batin. Seorang wanita yang setiap hari pergi melakukan perawatan tubuh ke salon-salon kecantikan ternama serigkali tak peduli pada seberapa besar biaya yang harus dia keluarkan. Sebab, makin spesialis sang dokter atau rumah kecantikan—kulit, rambut, kuku, berat tubuh ideal, sampai bagian-bagian yang lebih sensiti f—akan semakin ti nggi pula biaya yang harus dia keluarkan.

Kecantikan, memang sudah menjadi mitos. Mitos bagi wanita. Mereka yang ingin sukses, baik dalam karir atau rumah tangga, haruslah sadar untuk merawat kecantikannya. Dengan kecantikan, wanita bisa meraih banyak hal. Demikian pula sebaliknya, dunia industri dan pergaulan, akan lebih suka memilih mereka yang cantik ketimbang mereka yang biasa-biasa saja.

Tuntutan akan kecantikan ini membuat “perburuan” akan kecantikan nyaris melupakan akal sehat. Hampir semua jenis produk, tak peduli pada efek-efek samping yang bisa di timbulkannya, dilahap dengan cepat. Kita lihat saja di kota-kota besar, hampir dalam seti ap beberapa puluh meter akan kita jumpai salon kecantikan. Mulai dari yang sederhana seperti perawatan rambut, perawatan kulit, sampai program gizi bagi wanita.

Begitu juga di desa-desa, rumah-rumah perawatan ke cantikan juga tumbuh dengan subur. Mulai dari cara-cara tradisional dengan konsumsi jamu-jamuan, sampai yang modern dengan perawatan yang lebih kompleks. Apakah ini berarti juga semakin tumbuhnya kesadaran masyarakat kita akan kesehatan wanita juga mengikuti kesadaran akan kecanti kan tersebut?

Cantik di Masa Lalu

Sedikit menengok ke belakang. Hasrat akan kecanti kan sebenarnya bukanlah sesuatu yang baru. Sejak zaman nenek moyang kita, wanita sudah mengenal resep-resep kecantikan. Kita tentu mengenal beberapa jenis perawatan kecantikan yang selalu mempromosikan diri sebagai pewaris kecantikan nenek moyang. Atau, ada yang mengklaim sebagai pembawa wasiat kecanti kkan puteri-puteri keraton—meski tak sepenuhnya jelas, di mana sebetulnya letak kelebihan kecanti kan wanita keratin di banding wanita biasa.

Namun, kita bisa langsung melihat, banyak resep-resep kecanti kan zaman dulu sebenarnya sulit dibedakan dengan resep-resep kesehatan pada umumnya. Boleh dikatakan, ti ps kesehatan sama dengan, atau paling tidak, berdampak pada kecantikan. Jamu-jamuan tertentu, misalnya, jelas-jelas berfungsi melancarkan peredaran darah, ini berarti akan mem berikan kita kesehatan yang baik, dan berakibat pada lancarnya metabolisme, serta menyehatkan kulit.

Ini cukup berbeda dengan kecanti kan masa kita sekarang. Kosmeti k di zaman sekarang hampir semua terbuat dari ramuan kimiawi dan berupa sintesa beberapa unsur yang bisa membawa efek samping yang tidak bisa kita perkirakan sebelumnya. Lihat saja, mercuri. Unsur ini seringkali dipakai sebagai salah satu kandungan dalam kosmetik wajah. Hasilnya, sekilas memang terjadi perubahan. Wajah, atau bagian kulit yang diterapi dengan kosmeti k jenis ini langsung terlihat putih dan kecanti kan dari dalam. Yang ini melibatkan pelatihan-pelatihan pernafasan, meditasi, yoga, sampai pelatihan-pelatihan gerak tubuh tradisional lainnya. Bentuk-bentuk pelatihan seperti ini nyaris menjamur di kota-kota besar. Sayang, pengelolaan yang dilakukan dengan cara ekslusif, dengan sistem keanggotaan terbatas, membuat harga kesehatan dan kecanti kan jenis ini juga nyaris tak terjangkau mereka yang punya isi kantung pas-pasan.

Apakah berarti kecantikan selalu berharga mahal? Sama sekali tidak. Kecantikan pada dasarnya sesuatu yang bersifat pribadi. Kecanti kkan seti ap orang selalu berbeda. Meski ada penggolongan jenis-jenis kulit tertentu, ti pe-ti pe rambut tertentu, selalu saja jenis perawatan kecanti kan bagi seseorang bisa berbeda dengan orang lainnya. Dengan singkat kata, sesungguhnya setiap orang punya kecantikannya sendiri. Setiap orang, secara intuitif, sesungguhnya tahu dengan caranya sendiri untuk cantik. Yang mereka butuhkan hanyalah tips-tips tertentu untuk mengelola kecanti kan diri sendiri itu. –vee

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *