Membesarkan Hati Anak Pemalu di Sekolah

Ada banyak cara untuk menyelesaikan anak pemalu disekolah. Yang paling utama: jangan marah!

Ilustrasi anak pemalu ( Kinderling Kids Radio )

Surabayastory.com – Menghadapi anak pemalu memang gampang-gampang susah. Ada banyak cara yang ditempuh, namun setiap orang punya kasus dan cara penanganan yang berbeda. Pertama, cara paling efisien adalah ajak bicara para gurunya. Di rumah, Anda lah yang tahu betul tentang anak pemalu Anda. Di sekolah, para guru lah yang lebih tahu tentang lingkungan kelas dan bagaimana anak-anak berinteraksi. Berdiskusilah dengan para guru tentang kondisi anak pemalu Anda sehingga para guru nantinya bisa membentuk suasana yang paling pas buat anak Anda di dalam ruang kelas. Guru-guru yang baik dan berpengalaman tentu paham betul perlunya para orangtua kontak lebih dekat dengan para guru dan staff sekolah. Komunikasi orangtua-guru adalah alat penting untuk membantu anak-anak pemalu di sekolah.

Saat berkomunikasi dengan guru, Anda bisa mulai dengan membandingkan catatan anak Anda di sekolah dengan pengetahuan Anda tentang anak itu di rumah. Aktivitas-aktivitas apa yang disukai anak Anda di rumah namun tidak ada di ruang kelas? Apa yang tidak disukai anak Anda namun harus dilakukan di dalam kelas? Model interaksi bagaimana yang membedakan antara pergaulan anak Anda di rumah dengan di kelas? Dan lain-lain. Kumpulkan dan berbagilah informasi dengan guru-guru. Lalu, cari cara-cara untuk menata ruang kelas dan membentuk tempat yang lebih nyaman bagi anak pemalu Anda. “Temui guru lalu buat perencanaan,” kata Meg Zweiback, praktisi perawatan, konsultan keluarga, dan profesor klinik di University of California di San Francisco.

Kedua, bawa ke sekolah hal-hal yang menarik minat anak Anda. Misalnya, jika anak Anda sangat menyukai ikan di rumah, namun di kelas tidak aktivitas khusus terkait ikan, ada baiknya Anda mengusulkan itu pada guru. Lalu, biarkan anak Anda membawa ikan ke sekolah dan kemudian guru membimbing ia dan anak-anak lain untuk berdiskusi tentang ikan. Guru bisa membimbing diskusi dengan pertanyaan-pertanyaan kecil pada anak Anda tentang ikan, lalu biarkan anak Anda menjawab sebisanya. Lalu, guru bisa melontarkan pertanyaan kecil lain pada murid-murid lain. Dengan demikian, diskusi di kelas akan lebih meriah. Anak pemalu Anda akan belajar mengemukakan pendapat karena ia lebih tahu tentang ikan yang dipelihara di rumahnya.

Pengalaman solusi menarik lainnya tentang anak yang sulit berpartisipasi bermain dalam kelas adalah dengan membujuk anak untuk membawa barang-barang yang ia suka dari rumah ke kelas. Dengan mainan yang ia senangi ia mulai bisa berbagi dan berinteraksi dengan teman-teman. Cara ini bisa Anda tiru. Mungkin, anak pemalu Anda tidak langsung berani berbicara. Namun, benda-benda favoritnya di kelas bisa membantu ia melumerkan rasa malunya. Ia bisa berpartisipasi dan memiliki sense of belonging tanpa harus diucapkan secara verbal. Lama-kelamaan ia akan mulai bisa bicara lebih banyak.

Ketiga, datanglah ke sekolah. Keberadaan Anda di sekolah bisa membantu anak pemalu Anda merasa lebih nyaman di kelas. Kalau aturan sekolah melarang Anda masuk kelas, ya duduklah sekadar di ruang depan atau di ruang tunggu. Kehadiran Anda di sekolah juga tidak harus sepanjang waktu belajar. Namun, sekadar hadir saja sudah cukup untuk memberikan rasa nyaman pada anak pemalu Anda dan sekaligus Anda bisa memantau perkembangan anak Anda. Itu karena kebanyakan anak memandang kunjungan Ayah atau Ibu adalah perlakukan istimewa di sekolah. Mereka akan senang dan bangga. Pada saat yang sama, Anda juga bisa menyempatkan diri mengobrol dengan guru atau staf sekolah tentang perkembangan anak Anda dan tentang anak-anak lainnya.

Jika anak pemalu Anda mempunyai kakak di sekolah yang sama, mintalah pada sang kakak untuk menjaga ia. Begitu juga jika ada tetangga atau teman rumah anak Anda juga bersekolah di tempat yang sama. Lambaian akrab atau sekedar tatapan yang familiar meskipun hanya sekilas, akan dapat menenangkan rasa gelisah anak pemalu Anda di tempat baru.

Anak Menghindari yang Tak yakin

Keempat, atur suasana agar anak berhasil. Sekali lagi, Anda harus mengecek apakah aturan di sekolah memungkinkan Anda untuk masuk dan turut bermain bersama anak. Jika boleh, segera lihat apakah permainan, games, aktivitas, di ruang kelas cocok bagi anak pemalu Anda. Apakah semuanya memberikan stimulasi dan peluang pada ia untuk berhasil. Dale Walker, profesor perkembangan anak dari  University of Kansas di kota Lawrence, mengatakan, “Anak mungkin menghindari sesuatu karena ia tidak yakin bisa melakukannya.”

Jika aktivitas-aktivitas dalam ruang kelas ternyata berada di atas level kemampuan anak pemalu Anda, komunikasikan itu pada guru. Mintalah guru untuk membuat aktivitas-aktivitas itu menjadi lebih sederhana. Misalnya, jika anak pemalu Anda sangat kesulitan menyebut semua nama abjad, mintalah guru hanya memfokuskan ke beberapa huruf saja. Jika anak pemalu Anda masih kesulitan menggunakan lem atau gunting, mintalah guru untuk mengubahnya menjadi aktivitas menggambar dan mewarnai saja dulu. “Jika aktivitasnya masih jauh di atas kepala si anak, Anda harus menurunkannya. Pastikan anak tidak jadi frustrasi karena terlalu sulit melakukan aktivitas tertentu,” kata Walker. Namun, bisa sudah agak terbiasa, segera kembali tingkatkan level kesulitannya. Ini agar anak tidak tertinggal dari teman-temannya –yang bisa membuat ia minder lagi.

Kelima, pastikan ia mendapat tantangan. Berlawanan dengan cara keempat, cara kelima adalah mencari aktivitas yang lebih menantang. Bisa jadi, aktivitas-aktivitas di dalam kelas terlalu mudah bagi anak Anda sehingga ia tidak tertantang. Jika ini memang masalahnya, segeralah temui gurunya. Diskusikan dengan guru tentang cara-cara untuk memberi anak Anda tantangan lebih berat. Mungkin, gurunya bisa meminjamkan material dari kelas lebih atas untuk anak Anda.

Banyak Aktivitas

Keenam, bantu ia di rumah. Sebagai murid, anak Anda memang diharapkan bisa melakukan semua aktivitas di kelas sekolah. Namun, tidak bisa dipungkiri, ada sejumlah murid yang lebih gampang mengerjakan aktivitas-aktivitas sekolah di tempat yang tenang dan nyaman tanpa stimulasi dan tekanan dari ruang kelas. Jika anak Anda enggan menggambar di sekolah, coba lakukan tugas-tugas menggambar itu di rumah. Coba juga amati lagu-lagu apa yang banyak disukai murid-murid di sekolah, lalu nyanyikan bersama anak Anda di rumah atau di meja makan. Dorong anak untuk berlatih di rumah, namun jangan paksakan. Anak-anak menguasai skill baru dengan kecepatan dan cara yang berbeda. Yang penting adalah membangun kepercayaan diri dan kenyamanan diri si anak. “Kuncinya adalah jangan paksa anak terlalu berlebihan,” kata Walker.

Ketujuh, lebih fokus ke kenyamanan. Saat membantu anak mengerjakan aktivitas sekolah di rumah, jangan hanya memberikan perhatian pada hal-hal yang sulit dan tidak bisa dikerjakan. Melakukan aktivitas-aktivitas sekolah yang ringan dan menyenangkan di rumah adalah cara sangat dahsyat untuk mengurangi rasa malu berpartisipasi dalam aktivitas kelompok. Kebanyakan kelas playgroup memiliki lagu-lagu favorit untuk kelas masing-masing. Pilih salah satu yang paling disukai anak, dan jadikan itu sebagai bagian dari rutinitas sehari-hari di rumah. Jika anak pemalu Anda sudah berani menyanyikannya di rumah, ini bisa mendorongnya untuk tidak malu menyanyikannya di kelas.

Kedelapan, jadilah ‘murid’ anak Anda. Meg Zweiback, menyarakankan anak bermain sekolah-sekolahan di rumah. Dengan bermain bersama boneka atau barang-barang lain, ia bisa melakukan latihan bagaimana bisa bergaul di dalam kelas. Latihan semacam ini dijamin tidak memberikan ancaman rasa malu bagi anak Anda karena teman-temannya adalah boneka diam. Dalam kondisi tidak terancam sesuatu yang memicu rasa malu, anak akan lebih bisa beraktivitas tanpa rasa cemas. “Bentuklah suasana ruang kelas dengan boneka, bantal, atau lainnya. Biarkan anak menghidupkan sendiri suasana dalam kelas,” kata Zweiback.

Anda bisa membantu melakukan permainan atau aktivitas lain dengan cara berpura-pura menjadi murid anak Anda. Ingat, Anda hanya membantu –dan biarkan anak Anda sendiri yang mengendalikan situasi. Dari situ, Anda bisa mengamati apa-apa saja yang mungkin menjadi pemicu rasa malu anak di sekolah. Sambil berkelakar seperti anak-anak, tanyai apa yang terjadi. Misalnya; apakah itu karena gangguan dari teman-teman. Jika sebagai ‘murid’ Anda bisa membuat lelucon tentang teman-teman yang ditakutkan itu, maka anak pemalu Anda akan bisa tertawa-tawa. Dan, tawa anak Anda ini akan mengendurkan perasaan takutnya pada beberapa temannya di kelas. Saat berada di kelas sesungguhnya, ini akan membuat anak Anda bisa lebih percaya diri. Pada saat yang sama, Anda bisa berbicara pada staf sekolah tentang sumber rasa takut anak Anda.

Lalu, bagaimana kalau masalahnya anak Anda lebih dari sekadar malu? Seperti sudah berkali-kali saya utarakan sebelumnya, kebanyakan pemalu atau pendiam adalah bukan masalah serius karena suatu saat nanti akan hilang dengan sendirinya. Namun, ada kalanya muncul rasa malunya berlebihan sehingga sangat mempengaruhi perilaku. Misalnya, setiap menjelang atau saat berada di sekolah, anak Anda menangis meronta-ronta, atau melampiaskan tantrum, atau menarik diri, atau sedikit sekali melakukan kontak mata, atau beraksi kekerasan dengan memukul anak lain atau gurunya. Jika efek rasa malu sudah berlebihan, ini perlu mendapat perhatian dari para profesional. Maka, bicaralah pada psikolog, pediatrik, atau pembimbing di sekolah maupun di luar sekolah.

Ketika anak pemalu Anda sudah bisa menyesuaikan diri dengan rutinitas kelas lalu membentuk ikatan dengan guru-guru dan teman-teman barunya, ini menjadi perkembangan bagus bagi ia dalam menghadapi area baru. Ketika usianya bertambah, ia akan memiliki lebih banyak interaksi sosial. Membimbing anak pemalu untuk mempelajari skill membina hubungan saat ini akan bisa membuatnya lebih piawai melakukannya di masa mendatang. Mungkin anak pemalu Anda tidak akan pernah jadi remaja yang hura-hura, namun Anda, teman-teman sebayanya, guru-gurunya akan bisa menghargai pendekatan-pendekatan lebih tenang dan hati-hati oleh anak pemalu Anda terhadap dunianya sendiri. Respons demikian akan membuat ia merasa lebih nyaman pada dirinya sendiri dan lebih bisa menghadapi dunianya sendiri –meski ia masih agak malu-malu. –-est

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *