Puasa tahun 2019 ini sudah setengah jalan. Bagaimana yang Anda rasakan di bulan Ramadhan kali ini? Mengapa kita perlu berpuasa? Apakah puasa akan justru akan menyiksa kita?

 

Surabayastory.com – Semua makhluk di dunia ini sejatinya perlu berpuasa. Sebenarnya ketika menggugurkan daun pohon sedang berpuasa. Rumput dan biji berhenti tumbuh juga sedang berpuasa. Beruang berpuasa (hibernasi) selama musim dingin, Kelelawar, tikus, landak, woodchuck, katak, kadal air, kadal, ular, siput, lalat, tawon, lebah, serangga,beruang, buaya, juga berpuasa di musim dingin, buaya berpuasa (aestivasi) selama musim panas. Ikan salmon, penguin, angsa, sea bull, anjing laut, singa laut, ulat bulu, berpuasa di saat musim kawin. Ketika proses metamorfosis, kupu-kupu berpuasa selama tahap kepompong. Dan banyak lagi contoh dalam kehidupan.

Selain iman, ada banyak sisi kajian tentang puasa. Dalam kondisi normal, tubuh makhluk hidup mendapatkan energi dan nutrisi yang berasal dari luar tubuh, melalui makanan,minuman dan radiasi Autolisis atau self digest adalah program untuk mendapatkan energi dan nutrisi yang berasal dari dalam tubuh, melalui “pembakaran” sel-sel tubuh yang dikenali sebagai sumber makanan. Makhluk akan berpuasa sesuai perintah “nalurinya”.

Mengapa saat berpuasa justru bisa mendapatkan manfaat? Ini Karena setiap makhluk hidup dibekali program autolisis. Saat berpuasa maka program autolisis ini aktif dan memberi manfaat yang dibutuhkan makhluk. Dan manusia juga dibekali program autolisis.  Seperti halnya makhluk hidup di bumi lainnya, semua mengikuti pola rotasi dan revolusi planet bumi. Semua hidup dari apa yang disediakan bumi. Semua makhluk hidup punya roh. Bahkan 99.3% rancangan dasar (genetik) manusia sama dengan simpanse. Bedanya hanya pada kemampuan otak

Manfaat Autolisis bagi manusia

Serupa dengan manfaatnya bagi makhluk bumi, ketika autolisis diaktifkan, maka ia segera beraksi. Pertama kali ia akan mengambil database mengenai rancangan dasar (fitrah) manusia. Secara keseluruhan ada sekitar 50 triliun sel yang menyusun tubuh kita, yang terdiri dari sekitar 200 jenis sel. Autolisis bekerja berdasarkan data detail setiap sel tubuh, tentang bagaimana seharusnya kondisi sehat dari setiap jenis sel? Bagian tubuh mana seharusnya sel itu berada? Berapa banyak jumlah setiap jenis sel yang ideal bagi tubuh?

Langkah berikutnya ia akan mendekati sel-sel liar yang tidak terdapat dalam daftar fitrah. Kemudian, mengubah asam amino dan laktat menjadi gula. Jika sel-sel liar sudah habis, barulah ia akan mendatangi timbunan lemak dalam tubuh dan membakar (oksidasi lemak) menjadi ketone. Dengan demikian autolisis akan menghilangkan sel-sel rusak, sel-sel mati, benjolan hingga tumor, dan timbunan lemak yang juga sering menjadi sarang zat-zat beracun.

Ketika berpuasa sistem pencernaan kita juga beristirahat. Sel-sel liar dan lemak yang telah dihancurkan akan dibawa ke hati. Saat puasa, hati tidak disibukkan oleh makanan hasil serapan dari usus. Oleh karena itu hati akan bekerja penuh menyaring racun-racun hasil autolisis. Selanjutnya racun akan dibuang keluar tubuh. Lalu darah akan dipenuhi energi dan nutrisi yang sehat dan berkualitas tinggi. Menjamin penggantian sel mati, perbaikan sel rusak, dan pembentukan sel baru, terjadi dengan kualitas prima. Tubuh kita segera memiliki sel-sel baru dengan kualitas fitrah, sehat dan berfungsi baik.

Masih ketika puasa, energi yang dihemat dari sistem pencernaan, akan digunakan untuk aktivitas sistem kekebalan tubuh dan proses berpikir oleh otak. Dengan puasa, penyakit lebih mudah disembuhkan Dengan puasa, kita lebih mudah dalam menerima pelajaran maupun saat berpikir secara jernih. –dkk

surabayastory
Bercerita berarti penyampaian cerita dengan cara bertutur. Yang membedakan adalah metode penyampaiannya.

Leave a Reply

  • (not be published)