Mengenal Proses Pembuatan Nata de Coco

Nata de coco adalah bahan campuran pembuatan es buah, puding, dan lain sebaginya. Nata de coco sering disajikan ketika berbuka puasa.

 

Surabayastory.com – Saat bulan puasa seperti sekarang ini nata de coco menjadi bagian yang menyegarkan yang sering disajikan. Kita mungkin bisa membeli langsung di toko atau supermarket. Sudahkan Anda terpikir untuk mencoba membuatnya sendiri? Pengalaman ini akan sangat menarik untuk menjaga keakraban keluarga di bulan Ramadhan.

Berikut ini cara sederhana pembuatan nata de coco yang bisa Anda kerjakan di rumah.

Cara pembuatan:

  1. Saring air kelapa dengan menggunakan kain saring lalu didihkan dan dinginkan.
  2. Campurkan gula pasir (100 g/l air kelapa), asam cuka 20 ml/l air kelapa dan bibit Acetobacter xylinum (170 ml) (bisa dibeli di toko kue) ke dalam air kelapa di dalam panci pencampur, lalu diaduk sampai merata. Campuran ini mempunyai keasaman (pH) 3-4.
  3. Masukkan campuran tersebut ke alam stoples dengan tinggi campuran 4-5 cm, lalu ditutup dengan kain aring. Letakkan stoples di tempat yang bersih dan aman.
  4. Setelah 15-20 hari berlangsungnya proses fermentasi terbentuklah lapisan nata di permukaan cairan dengan ketebalan 1-2 cm. Lapisan nata dengan berat + 200 g. Cairan dibawah nata merupakan cairan bibit yang dapat digunakan untuk pembuatan nata selanjutnya.

Pemanenan nata:

  1. Lapisan nata diangkat secara hati-hati dengan menggunakan garpu atau penjepit yang bersih supaya cairan di bawah lapisan tidak tercemar. Cairan di bawah nata dapat digunakan sebagai cairan bibit pada pengolahan berikutnya.
  2. Buang selaput yang menempel pada bagian bawah nata, dicuci lalu dipotong dalam bentuk kubus dengan ukuran 1,5 × 1,5 × 1,5 cm dan dicuci. Tuang dan rendam potongan nata de coco dalam ember plastik selama 3 hari dan setiap hari air rendaman diganti. Sesudah itu, nata direbus sampai mendidih bersuhu 110oC selama selama 10-20 menit. Tujuan perendaman dan perebusan untuk meng-hilangkan rasa asam.
  3. Nata dimasukkan dalam sirup lalau didihkan pada suhu 100oC + 15 menit, sesudah itu bila perlu dapat ditambahkan essens panili atau pewangi lainnya dan garam secukupnya, lalu dibiarkan selama 1 malam. Buat sirup nata dengan perbandingan untuk 3 kg produk nata potongan, diperlukan 2 kg gula dan 4,5 l air. Mula-mula gula dituangkan ke dalam air, panaskan sampai larut dan lalu saring.
  4. Selanjutnya nata dikemas dalam kantong plastik atau botol selai dengan perbandingan antara padatan dan cairan 3:1, botol ditutup rapat, kemudian direbus dalam air mendidih selama 30 menit. Angkat dan dinginkan di udara dengan tutup terletak pada bagian bawah, slanjutnya botol diberi label dan siap untuk dipasarkan.

Pembuatan bibit nata (Acetobacter xylinum)

  1. Buah nanas dikupas, dicuci sehingga dihasilkan daging nanas. Daging nanas dipotong kecil-kecil, dihancurkan, dan diambil ampasnya.
  2. Ampas nanas dicampur dengan gula pasir dan air masak dengan perbandingan 6:1:3 sampai merata.
  3. Masukkan campuran tersebut dalam stoples bersih dan tutup dalam kain saring. Diamkan selama 2-3 minggu.
  4. Biarkan tanpa diganggu selama 2-3 minggu hingga terbentuk lapisan putih atau bibit Acetobacter xylinum. –vee

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *