Ketika lelah berjalan, diperlukan bangku untuk duduk. Surabaya menyadari hal itu, dan menyediakan tempat duduk di sepanjang pedestrian Surabaya.

Surabayastory.com – Bangku tempat duduk yang disediakan di sepanjang pedestrian kota Surabaya, bukan sekadar street furniture. Lebih dari itu, bangku ini juga bermanfaat sebagai tempat bersantai, jeda, sekaligus mempercantik visual di setiap pedestrian.

Bangku sebagai tempat duduk di pedestrian Surabaya, melengkapi ikhtiar Pemerintah Kota Surabaya untuk memberi ruang yang nyaman untuk para pejalan kaki di kota ini. Pedestrian terus diperpanjang dan dilengkapi berbagai fasilitas. Sejak mulai dibangun

Pembangunan pedestrian di Surabaya mulai dilakukan sejak 2010. Saat ini, pedestrian di kota ini sudah mencapai 52.700 meter. Dan akan terus bertambah.

Dengan adanya pedestrian akan membuat penjalan kaki lebih nyaman dan aman. Nyaman karena ada tempat khusus untuk jalan tanpa lenggak-lengggok karena jalur jalan kaki terhalang parkiran, tempat jualan, atau jalanan yang berlubang. Aman karena tak takut terserempet sepeda motor karena harus jalan di bahu jalan. Dengan lebar 2-3 meter, pedestrian Surabaya sudah sangat nyaman.

Secara masif pedestrian di Surabaya terus dikembangkan dengan berbagai variasi. Penutup lantainya tidak hanya keramik tapi juga granit. Yang terbaru, adanya variasi warna dan bentuk pada beberapa bidang pedestrian. Kemudian diberikan motif. Jadi tidak sama desain dan warnanya berbeda-beda hampir di semua surabaya. Aksen-aksen baru dan kekinian dari penutup drainase membuatnya semakin menarik.

Bangku pedestrian dengan taman yang rimbun dan menghijau membuat nyaman bagi pejalan kaki untuk beristirahat. (sa)

Pedestrian-pedestrian baru ini juga dirancang ramah untuk warga yang difabel (berkebutuhan khusus). Seperti adanya jalur pemandu. Jalur ini memandu penyandang cacat untuk berjalan dengan memanfaatkan tekstur ubin pengarah dan ubin peringatan. Jalur pemandu ini tekstur ubin pengarahnya bermotif garis-garis menunjukan arah perjalanan. Tekstur ubin peringatan (bulat) memberi peringatan terhadap adanya perubahan situasi di sekitarnya. Untuk memberikan perbedaan warna antara ubin pemandu dapat diberi warna kuning atau jingga.

Jalur ini yaitu jalur yang digunakan untuk berjalan kaki atau berkursi roda bagi difabel secara mandiri dirancang berdasarkan kebutuhan orang untuk bergerak aman, mudah, nyaman, dan tanpa hambatan. Karena itu permukaan jalan harus stabil, kuat, tahan cuaca, bertekstur halus tetapi tidak licin, tidak ada halangan, sambungan atau  gundukan pada permukaan jalan.

Tempat duduk yang nyaman untuk menunggu dan beristirahat di pedestrian Kota Surabaya. (sa)

Menyatu dalam Lanskap

Tempat duduk di pedestrian Surabaya ini memiliki beberapa desain. Visualnya memikat dan menyatu dengan tatanan lanskap di sekitarnya. Bahannya juga beragam, mulai dari kayu, besi cor, hingga kuningan.

Bangku-bangku pedestrian ini punya banyak fungsi, di luar sebagai pelengkap visual pedestrian atau bangku taman. Bangku pedestrian secara fungsional adalah tempat duduk, jeda sejenak ketika sedang lelah berjalan. Kita kerap melihat, beberapa pengendara sepeda motor juga berhenti sejenak lalu duduk di sana. Bangku pedestrian sudah menjadi bagian dari fasilitas kota. Story (cerita) tentang  bangku pedestrian kemudian berkembang, tidak sekadar fungsional tetapi juga ada interaksi sosial antar para pejalan atau warga kota yang tek saling mengenal sebelumnya.

Sebagai kota metropolitan, tentunya kita bisa membayangkan bagaimana kondisi warga kotanya yang supersibuk dan lupa punya tetangga. Fasilitas perkotaan seperti bangku taman kota dan bangku pedestrian akan sangat berguna.

Kursi-kursi taman dan pedestrian yang digunakan di Surabaya sangat baik mutunya. Tidak mudah rusak, tidak mudah goyah, dan yang penting tidak mudah diangkut diambil orang. Bangku yang dipakai di beberapa taman kota dan pedestrian menggunakan bahan cor logam FCD yang telah bersertifikatkan SNI dan ISO 9001, sehingga hasilnya sangat keras, awet, dan berkualitas tinggi. Bangku-bangku ini memiliki desain sesuai dengan fungsinya. Sangat unik dengan lekukan-lekukan yang artistik. Plus ciri khas logo atau ikon kota Surabaya berupa Ikan sura dan buaya. Dicat dengan warna keemasan sehingga memberikan unsur kemewahan pada kursi taman tersebut.

Mengapa bangku-bangku ini dibuat dengan besi cor? Inilah yang menarik. Yang utama, material ini dipilih dengan alasan awet. Selain itu, karena dipakai di luar ruang (outdoor) maka material ini yang paling cocok. Bangku pedestrian dari bahan besi cor memiliki banyak kelebihan yang tidak dimiliki kursi-kursi lain pada umumnya.

Bangku pedestrian Surabaya dengan besi cor tidak hanya sebagai street furniture yang hanya bisa ditempatkan di trotoar dan taman kota. Kursi jenis ini bisa digunakan di area lainnya seperti area lain yang membutuhkan tempat duduk untuk jeda dengan desain yang fleksibel.

Pengembangan pedestrian dengan bangku-bangkunya akan terus dikembangkan dengan beragam desain di berbagai pedestrian Surabaya. Warga Surabaya akan terus menanti hingga di pinggiran kota, dengan catatan tidak merusak yang telah ada. –sa

surabayastory
Bercerita berarti penyampaian cerita dengan cara bertutur. Yang membedakan adalah metode penyampaiannya.

One Comment to: Story tentang Bangku di Sepanjang Pedestrian Surabaya

  1. Avatar

    Hari

    October 3rd, 2019

    Menurut saya jalur pedestrian di Surabaya sepertinya lebih sebagai bagian dari upaya menghiasi kota. (Surabaya memang terkesan sekali dihiasi dengan segala pernak-pernik yang bisa menarik perhatian.)
    Lantai keramik pun banyak yang sampai diberi motif dan memakai lebih dari satu warna, bahkan ada yang bentuk segitiga. (Semoga ini tidak membuat lebih mudah pecah saja). Sayang nya sepertinya juga kualitas pemasangan keramik nya memang juga tidak begitu bagus karena di banyak tempat banyak lantai keramik yang retak dan pecah.
    Bangku taman juga semakin banyak dipasang di jalur pedestrian bahkan di jalur pedestrian yang bersebelahan dengan taman-taman kota. Sebagai contoh di jalur pedestrian yang tidak begitu lebar di sebelah taman Flora juga tetap dipasang bangku taman yang sangat berdekatan dengan tiang listrik sehingga justru bisa menyulitkan pedestrian nya sendiri untuk berjalan disitu.
    Bollard juga semakin diperbanyak dari yang bentuk bola, tiang, tiang dibentuk huruf L terbalik, bahkan sekarang juga ada bollard bentuk orang-orangan (di jalan Pemuda). Sebetul nya apa benar tiang yang ada palang horisontal nya benar aman bagi pedestrian? Bagaimana dengan anak kecil yang mungkin justru bisa terbentur dibagian kepala nya?
    Jalur pedestrian memang bukan untuk sepeda motor, tapi bila bollard dipasang di jalur pedstrian untuk penghalang sepeda motor, bisa-bisa pedestrian nya pun akan kesulitan melewatinya apalagi untuk mereka yang berbadan besar, (turis asing yang berbadan besar pasti juga bisa kesulitan).
    Jalur pedestrian seharusnya juga untuk pendukung public transport, dimana nantinya harus bisa nyaman dan aman untuk dilalui banyak pedestrian secara bersamaan. Semoga jalur pedstrian di Surabaya kelak juga bisa nyaman dan aman bila sudah berfungsi public transport nya dan digunakan banyak pedestrian, sebab disamping banyak nya pernak-pernik tsb seperti bollard-bollard, bangku taman, pot-pot bunga, tempat sampah (yg berada di tengah jalur pedestrian), segala macam tiang juga masih tidak dirapikan di jalur pedestrian, bahkan tiang telepon yang sudah miring ke kiri dan ke kanan sekalipun, pohon-pohon juga masih banyak yang tertanam tidak rapi dan memakan jalur pedestrian sangat banyak.
    Jalur pedestrian yang baik seharusnya bisa dilalui pedestrian tanpa harus berjalan zig-zag ke kiri ke kanan karena menghindari segala sesuatu termasuk lantai keramik yang pecah (bahkan sampai seperti berlubang). Karena berjalan beriringan dan bersimpangan dengan jumlah pedestrian tang banyak akan jadi tidak nyaman dan aman bila bila ada saja rintangan-rintangan yang tiba-tiba muncul di tengah jalur pedestrian.

    Reply

Leave a Reply

  • (not be published)