Event Kadaluarsa di Billboard Jalan Tunjungan Surabaya Mengganggu Pemandangan Kota

Acaranya sudah November tahun lalu, namun billboard acaranya masih saja terpampang di Jalan Tunjungan Surabaya hingga saat ini.

 

Event yang telah terlaksana November tahun lalu masih juga terpampang billboard-nya di Jalan Tunjungan Surabaya. (sa)

 

Surabayastory.com Bila sering melintasi Jalan Tunjungan Surabaya dari arah Jl Praban ataupun Gemblongan, ada pemandangan yang mungkin agak mengganggu. Sebuah papan reklame (billboard) besar tergantung di jembatan penyeberangan. Desainnya menarik. Letaknya juga sangat strategis. Sayang, pesan yang masih terpasang di billboard itu sudah kadaluarsa.

Jalan Tunjungan Surabaya setiap saat terkenal sangat padat dan macet. Mungkin hanya malam dan dinihari yang lengang. Karena keseringan dan padatnya arus lalu lintas, mungkin sudah tak banyak yang perhatian dan terganggu dengan pengumuman yang sudah lewat jauh waktunya.

Kembali ke papan reklame kadaluarsa di Jalan Tunjungan. Apa sebenarnya yang kadaluarsa? Event yang terpasang adalah The Biggest Series of Disruptive Events yang dihelat di Kota Pahlawan ini. Event ini adalah rangkaian yang terbagi menjadi lima event paralel yang digelar Pemerintah Kota Surabaya dalam menggerakkan ekonomi kreatif anak muda Surabaya. Bila dijajarkan, lima event itu adalah Kamadjaja Logistics Hackathon Day (10-11 November 2018), Inno Creativation (14-15 November 2018), Bekraf Festival 2018 (14-17 November 2018), Startup Nations Summit (SNS) Surabaya (16-17 November 2018), dan ditutup dengan Mlaku-mlaku Nang Tunjungan (18 November 2018).

Acara ini terselenggara dengan baik dan sukses. Perkembangan dunia bisnis rintisan (start-up) digital kemudian seperti mendapat ajang sekaligus darah baru untuk berkembang. Era ini akan menjadi semangat baru bagi anak-anak muda di Surabaya untuk menggugah semangat entrepreneur muda.

Karena telah dihelat November 2018, euphoria kesuksesan acara ini seharusnya sudah selesai. Sudah lima bulan bila dihitung hingga saat ini. Namun, mengapa billboard ini masih terpasang? Ini bisa membuat pengguna jalan yang mendongakkan kepala untuk membaca merasa jengah. Lho, kok tidak ada materi yang baru? Lambat laun, bila melewati jalur ini, tak ingin lagi melihat papan reklame ini.

Reklame yang baik bisa menjadi bagian dari visual kota. Ini sangat terpengaruh pada desain, penempatan, serta ukuran, sehingga bisa menyatu dengan lanskap yang ada di sekelilingnya. Namun, di kota beragam industri seperti Surabaya, setelah puluhan tahun taka da penataan yang mumpuni, membuat papan reklame cenderung menjadi pengganggu keindahan kota. Dengan zaman yang telah berubah, desain serta kemasan iklan menjadi penting.

 

Lima event yang terselenggara tahun lalu, tentu saat ini sudah kadaluarsa. Namun tak juga diganti dengan yang baru. (sa)

 

Sebagai bagian utama dari wajah kota, Jalan Tunjungan menjadi perlu perhatian. Karena ingin digerakkan menjadi kawasan jalan-jalan, sudah seharusnya materi reklame ini dilepas. Isi tak lagi mencerminkan waktu. Kalau belum ada materu baru yang akan dipasang, jalan keluar yang bisa dilakukan bila tidak ingin kosong adalah diisi dengan program-program Pemerintah Kota Surabaya lainnya. Atau pula rencana acara Pemerintah Kota surabaya dalam menyambut HUT Surabaya 31 Mei 2019 nanti. Seperti yang sudah diperlihatkan, Pemerintah Kota Surabaya telah merilis jadwal agenda acara HUT Surabaya tahun ini lebih dini. Yang jelas jangan sampai kosong apalagi kadaluarsa karena sudah terpasang fasilitas di sana.

 

Billboard Masa Depan

Membongkar-pasang materi billboard di ketinggian memang tidak mudah. Untuk itu billboard LED digital menjadi jawaban. Billboard LED semakin menjadi primadona dan akan menjari tren media iklan luar ruang di masa depan. Papan reklame baru ini tampak lebih atraktif dan dinamis.

Salah satu contoh yang menarik pernah dipertontonkan di halaman Times Square, New York, AS. Billboard LED itu tampil secara interaktif. Model yang tampil di papan reklame itu bisa memotret kerumunan massa di sana, dan dalam tempo yang sama mengunggahnya di billboard tersebut.

Masyarakat urban seperti ibukota Jawa Timur ini suatu ketika akan sampai di model ini. Masyarakat urban yang serba cepat dan serba sibuk itu selalu mencari hal-hal yang baru dan menarik perhatian.

Dengan billboard berbasis LED dan bisa dikendalikan computer dari jarak jauh, lebih mudah untuk mengganti materi iklan yang akan ditampilkan. Paling tidak, tak akan terjadi event yang sudah lewat lima bulan masih saja dipromosikan. –sa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *