Sebuah event klasik yang cukup bergengsi di masa lalu. Gerak jalan Mojokerto-Suraboyo kembali dihidupkan untuk kembali meraih pamornya.

 

Setiap pergelaran Gerak Jalan Mojokerto-Suroboyo selalu diminati peserta dan penonton. (kaskus achieve)

 

Surabayastory. com – Gerak Jalan Mojokerto-Surabaya ini punya kisah (story) dan sejarah panjang. Karena itulah gerak jalan ini sangat dikenal oleh masyarakat Jawa Timur dan menjadi legendaris. Awalnya menempuh jarak 45 km yang menjadi simbol dari semangat 45. Memang, gerak jalan ini diyakini sebagai napak tilas dari perjalanan para pejuang Surabaya 10 November 1945, yang sebagian bermarkas di Mojokerto, Mereka kembali ke Surabaya menjelang sekutu masuk Surabaya di akhir Oktober 1945. Kala itu, event ini dibagi dalam tiga kelas utama, yaitu gerak jalan perorangan, beregu dan peserta bersepeda.

Tahun ini, 2018, gerak jalan Mojokerto-Suroboyo bakal hadir lagi. Siap-siap bagi yang telah menunggu, penghobi gerak jalan, atau mereka yang ingin punya pengalaman bersejarah dengan gerak jalan ini. Bagi arek Suroboyo, pernah ikut gerak jalan ini adalah sebuah kebanggaan tersendiri. Gerak Jalan tradisional 2018 ini akan menempuh jarak 56 km. Gerak jalan ini selain mencoba kestabilan stamina fisik, juga menumbuhkan jiwa nasionalisme dari lingkungan terkecil yaitu diri sendiri. Menang-kalah biasanya bukan tujuan utama para peserta, tetapi kegembiraan bersama itu yang menjadi daya tariknya.

 

Ekspresi para peserta tahun sebelumnya (roikansoekartun.com)

 

Gerak jalan Mojokerto-Sururoboyo 2018 masih mengusung semangat kepahlawanan dengan  kaitan Hari Pahlawan. Penyelenggaranya adalah Dinas Kepemudaan dan Keolahragaan Provinsi Jawa Timur (Dispora Jatim), dan akan diselenggarakan Sabtu-Minggu (1-2 Desember). Diperkirakan 10.000 peserta akan mengikuti kegiatan ini. Garis start dimulai dari Lapangan Raden Wijaya Kota Mojokerto dan finish di Tugu Pahlawan Surabaya.

Untuk seri 2018 ini peserta gerak jalan akan diberikan waktu istirahat selama 20 menit. Waktu tersebut diberikan ketika peserta sudah mencapai di dua pos yang disediakan, yaitu Pos Krian di kilometer 24,5 dan Pos Sepanjang di kilometer 17 menjelang finish. Hadiah tahun 2018 ini memperebutkan hadiah total Rp 118 juta.

Kriteria pemenang ditentukan dari ketepatan waktu tempuh, keselarasan barisan, kekompakan, kerapian dan kerapian seragam. Ketepatan waktu untuk pria dihitung 6 km/jam, wanita 5km/jam. Kalau tahun lalu hanya kategori putra putri beregu, tahun ini kita menilai pakaian terunik Ada sebanyak 400 orang juri yang melakukan penilaian sejak start hingga garis finish. Perbedaan dengan tahun lalu, tahun 2018 akan ada penilaian khusus tentang keunikan kostum.

Tahun ini panitia memakai sistem aplikasi di smartphone yang tersambung dengan sistem. Semua data terekapitulasi dalam sistem untuk meminimalisir kecurangan. Setiap peserta selain diberikan nomor dada juga akan diberi seri barcode. Tujuannya agar peserta tidak bisa diganti dengan peserta lain. Hasil penilaian oleh para juri juga bisa diketahui secara langsung saat itu juga.

Dari sisi pengamanan akan melibatkan sekitar 400 personel pengamanan yang berasal dari Polda Jatim, Polresta Sidoarjo, Polres Mojokerto serta beberapa instansi pendukung. Untuk pengamanan dari pihak peserta yang bergerak dilakukan secara mandiri. Dari tim kesehatan disiapkan beberapa dokter, perawat hingga ambulans yang siap siaga.

 

Syarat dan Cara Pendaftaran 2018

Apa yang terjadi tahun lalu sudah evaluasi panitia bersama Polda Jatim, sehingga memberikan alternatif rekayasa agar peserta bisa nyaman. Tahun ini tol sudah operasional, jadi sangat membantu memberikan kenyamanan kepada peserta.

Untuk dapat mengikuti acara ini bagaimana caranya? Yang paling gampang bisa menengok dan mendaftarkan diri secara online melalui www.gjpdisporajatim.com. Selain itu juga bisa secara langsung dengan mendatangi pihak panitia Dispora Pemprov Jatim. Pendaftaran dibuka hingga berakhir pada hari Sabtu, tanggal 1 Desember 2018 mendatang.

Syarat usia peserta perorangan laki-laki minimal 30 tahun, sedangkan perempuan 25 tahun. Untuk peserta beregu usia minimal 17 tahun. Peserta beregu boleh dari umum, sekolahan, TNI-Polri atau pelajar.

Syarat lanjutan kurang lebih sama dengan tahun sebelumnya, harus menyerahkan fotokopi KTP/ SIM/ Kartu Pelajar/ Kartu Mahasiswa. Peserta juga harus menyerahkan surat keterangan sehat dan bagi pelajar menyertakan surat keterangan dari sekolahan.

Biaya pendaftaran Rp 50.000 (beregu) dan Rp 25.000 (perorangan). –sa

surabayastory
Bercerita berarti penyampaian cerita dengan cara bertutur. Yang membedakan adalah metode penyampaiannya.

One Comment to: Siap-siap Ikut Gerak Jalan Legendaris Mojokerto-Suroboyo

  1. Avatar

    Edi Poerwanto Soetardjan

    November 29th, 2018

    Masih seruan Gerak Jalan TAJEM …. Tanggul Jember , Jalan Tanggul Jember dututup total untuk peserta sehingga lebih bebas dan meriah gebyar geraj jalannya, ada juga yang membawa ogoh ogoh peserta beregunya….

    Reply

Leave a Reply

  • (not be published)