Anda sering minum teh? Sudahkah Anda menemukan manfaatnya? Atau salah cara sehingga hanya sebagai pelepas dahaga? Berikut ada cerita tentang serba-serbi teh, sekaligus khasiat dan manfaatnya.

 

 

Surabayastory.com – Teh sangat akrab dalam kehidupan keseharian kita. Teh termasuk minuman favorit. Di negeri ini, minum teh adalah satu paket dalam acara makan-minum. Kebiasaan minum teh juga dikenal seluruh penjuru dunia. Di banyak negara bermunculan tradisi minum teh seperti upacara minum teh di Jepang, dan pesta teh di negara-negara Eropa. Selain itu juga muncul ramuan-ramuan khusus teh di berbagai negara.  Di Indonesia misalnya dikenal dengan teh poci, di Inggris ada English Breakfast, di Malaysia ada teh Tarik, Earl Grey, dan Teh Caravan di Rusia.

Minum teh adalah baik, namun lebih baik jika kita memahami khasiat dan manfaat di baliknya. Juga bagaimana cara menyeduh teh yang enak dan khasiatnya tidak melayang terbuang. Meski sudah akrab dengan keseharian, kita sering terlewat dengan khasiatnya.

Ayo kita telaah perlahan. Dalam secangkir teh, ada empat kandungan utama; kafein (jauh lebih sedikit dibanding kopi), polifenol (sejenis antioksidan bioflavonoid yang mengandung 25 kali lebih efektif dari vitamin E dan 100 kali pada vitamin C), essential oil (pembentuk aroma teh), dan flavonoid yang mampu bertindak sebagai antioksidan dan menetralisir radikal bebas yang bisa mengurangi kerusakan pada sel dan jaringan tubuh. Flavonoid juga dikenal memiliki efek anti-inflamasi, sifat anti-alergi, dan anti-virus.

Manfaat teh cukup banyak sekali untuk kesehatan dan beberapa khasiatnya juga dimanfaatkan untuk kecantikan. Dari berbagai penelitian, teh memiliki berbagai kandungan senyawa yang mampu mengobati sejumlah penyakit ringan dan mencegah serangan berbagai penyakit berat. Selain itu karena teh itu minuman alami, maka relatif aman dari berbagai efek samping yang merugikan kesehatan.

Kunci dari sehat teh adalah senyawa katekin yang terbukti mampu mereduksi risiko berbagai penyakit degeneratif yang saat ini menjadi penyebab utama penyakit-penyakit berat.  Khasiat dan manfaat teh secara detil bisa dilihat berikut ini;

* Mengurangi Risiko Penyakit Jantung, Stroke, dan Kanker

Kandungan polifenol pada teh dapat membantu menurunkan kadar kolesterol dan tekanan gula darah, yang jadi penyebab dari penyakit jantung dan stroke. Studi dari Belanda menemukan bahwa minum 2-3 cangkir teh hitam setiap hari mengurangi risiko 70 % terkena serangan jantung. Polifenol ini juga memiliki efek melawan kanker.

 

  • Meningkatkan Metabolisme Tubuh

Teh hijau meningkatkan pengeluaran energi dalam tubuh. Lemak dengan cepat teroksidasi dan sensivitas insulin membantu peningkatan metabolisme pada tubuh.

 

  • Meningkatkan Kesehatan Gigi

Polifenol dalam teh sangat efektif sebagai pembunuh bakteri akibat plak yang menempel pada gigi yang menyebabkan gigi berlubang.

 

  • Meningkatkan Mood (mood booster)

Sebuah studi dalam Journal of American Medical Association menyebutkan bahwa dengan mengonsumsi teh hitam selama enam bulan dapat menurunkan tekanan darah sistolik, yang berarti mengurangi kadar hormon stres pada partisipan studi.

 

Untuk Kecantikan

Manfaat teh ternyata tidak hanya sampai pada masalah kesehatan tubuh, tapi juga kecantikan. Apa saja?

  • Rambut

Teh hijau yang diendapkan selaman, gosokkan pada rambut, tunggu beberapa menit lalu bilaslah dengan sampo. Patehnol dalam teh hijau membantu mengurangi rambut rusak dan bercabang.

  • Wajah

Masker berbahan dasar teh dapat mencegah kekeringan pada kulit wajah. Mengompres bagian bawah mata dengan teh, dapat memberi kesegaran kembali pada kulit sekitar mata.

  • Tubuh

Antioksidan sebagai penangkal radikal bebas, sangat diperlukan untuk mencegah pemicu munculnya kerutan.

 

Di balik kesederhanaan secangkir teh, ternyata  menyimpan banyak manfaat yang membuat kita semakin mencintai teh. Sudah minum teh hari ini? Temukan khasiatnya. –sa

 

 

surabayastory
Bercerita berarti penyampaian cerita dengan cara bertutur. Yang membedakan adalah metode penyampaiannya.

Leave a Reply

  • (not be published)