Balai Pemuda di jantung kota Surabaya punya sejarah, kisah, cerita, dan kekaguman. Warga Surabaya perlu mengenalnya dari sisi yang berbeda.

 

Kompleks Balai Pemuda yang dulu bernama Simpangsche Societeit tahun 1930-an. (ist)

 

Kutunggu di Balai Muda

Pagi ini bersenandung bersama

Kutunggu di Balai Muda

Malam ini bergumam bersama

Di mana keadilan diporak-porandakan angkara murka

Kutunggu di Balai Muda

Leo Kristi, musisi asal Surabaya

 

Surabayastory.com – Jejak Balai Pemuda menggurat kuat dalam tubuh Kota Surabaya. Berada di jantung kota, Balai Pemuda telah melewati berbagai zaman dengan penuh kewibawaan. Balai Pemuda juga telah menjadi banyak saksi dari segala aktivitas warga kota Surabaya. Menelisik jejak lain Balai Pemuda Surabaya, akan menarik untuk diikuti.

Balai Pemuda berdiri sebenarnya terbetik dari aktivitas ekonomi Surabaya yang menggeliat saat itu. Modal asing banyak masuk, pabarik-pabrik besar berdiri, dan masyarakat Surabaya tumbuh menjadi sangat heterogen.

Bangunan Balai Pemuda Surabaya di masa kolonial Belanda, bernama Simpangche Societeit, dibangun atas prakarsa orang-orang Belanda yang berdomisili di Surabaya. Societeit adalah semacam klub yang untuk bersosialita, berkumpul dan berpesta, berdansa bagi orang-orang kolonial dan golongan tertentu. Societeit biasanya terdapat di kota-kota besar.

Dari keinginan punya tempat untuk bersosialita, mereka dari pihak swasta atau perkumpulan partikelir ingin mendirikan sebuah gedung pertemuan untuk keperluan rekreasi atau hiburan. Hal ini mengingat semakin banyaknya masyarakat Eropa (terutama orang-orang Belanda) yang berdiam di Surabaya. Mereka terlibat dalam penanaman modalnya di perkebunan-perkebunan, pabrik gula di Jawa Timur serta kegiatan ekonomi perdagangan di Surabaya.

Surabaya pun semakin ramai dan berkembang menjadi pusat perdagangan di Jawa Timur. Yunus TR dalam kumpulan klipingnya Kampungku Tempo Doeloe menyebutkan; sejak tahun 1857 di Surabaya telah dibuka perkawilan-perwakilan konsuler asing.

Mengingat perkembangan kota dan aktivitas ekonomi serta dibukanya perwakilan konsuler asing di Surabaya, tentunya diperlukan suatu master plan perluasan kota. Adapun perluasan yang diarahkan ke selatan itu meliputi untuk tempat hunian, pusat-pusat perdagangan, perkantoran, sarana dan prasarana perhubungan termasuk sarana untuk rekreasi dan hiburan. Tempat-tempat hiburan itu merupakan merupakan sesuatu yang sangat penting bagi orang-orang Belanda dan anggota angkatan bersenjata yang jauh dari keluarganya. Karena tempat pelepas rindu terhadap keluarga yang jauh di negeri Belanda.

 

Sisi dalam Simpansche Societeit kala menjadi tempat makan, dansa, dan hiburan. (ist)

 

Pelepas Penat, Pelipur Rindu

Di samping itu, tempat hiburan dan rekreasi ini juga berfungsi sebagai tempat pertemuan tidak resmi (informal meeting) dalam rangka antivitas bisnis mereka. Oleh sebab itu, kota Surabaya semakin diminati masyarakat asing, baik oleh masyarakat Eropa (Barat) maupun masyarakat Timur asing. Mereka dating ke Surabaya umumnya ingin mengembangkan usahanya di Jawa Timur juga di Surabaya. Untuk keperluan aktivitas ekonomi tersebut maka pemerintah kolonial memandang perlu didirikan kantor-kantor dagang, pertokoan, pusat grosir dan juga jasa perbankan.

Kegiatan ekonomi perdagangan di Surabaya, ternyata telah menarik perhatian masyarakat luar, terutama para pedagang China. Mereka melibatkan diri dalam kegiatan ekonomi di Surabaya sejak 1900. Disebutkan oleh Yunus TR bahwa Orang-orang China berada di Surabaya sudah sejak tahun 1900 sebagai pedagang perantara.

Dengan semakin meningkatnya aktivitas perdagangan di Kota Surabaya, citra Surabaya sebagai kota dagang semakin cerah. Keadaan ini ditunjang dengan meningkatnya kegiatan yang berkaitan dengan masalah ekonomi, yaitu dibukanya perwakilan konsuler, jasa bank dan perkantoran. Dikatakan oleh Hadinoto: Semua kantor serta agen perdagangan seperti LIndeteves, Stokvis, Carl Schliper semuanya terletak di daerah permukiman orang-orang Eropa.

Maka masyarakat Surabaya terutama orang-orang Belanda di Surabaya itu memerlukan sarana hiburan sebagai pelepas lelah, untuk melepaskan diri dari kegiatan rutin sehari-hari. Maka atas izin pemerintah daerah (Gemeente) didirikan tempat-tempat rekreasi berupa taman atau bangunan yang diperuntukkan bagi warga Belanda atau anggota Angkatan Bersenjata Kerajaan Belanda di Surabaya.

 

Detil langgam arsitektur yang memikat dengan gaya romatik-tropik. (ist)

 

Mahakarya Westmaes

Gagasan orang-orang Belanda di Surabaya itu semakin kuat untuk membangun gedung societeit di Jl Simpang. Akhirnya izin dari Gemeente Soerabaia turun, dan gedung Simpangsche Societeit berhasil diwujudkan dengar rancangan arsitek Belanda bernama Westmaes. Arsitek ini berada di Surabaya sejak awal abad ke-20. Dua karyanya yang terkenal di Surabaya adalah; De Tweede Roomsch Katholieke Ker (Maria Geborte), sekarang menjadi gereja Santa Perawan Maria di tempelstraat (sekarang Jl Kepanjen). Gereja ini dibangun tahun 1899. Yang kedua adalah Simpangsche Societeit yang kemudian diubah namanya menjadi gedung Balai Pemuda. Gedung ini dibangun tahun 1907 di Simpang-Weg (sekarang Jl Gubernur Suryo setelah sebelumnya sempat bernama Jl Pemuda). Gedung ini memiliki menara berbentuk kubah menonjol, yang menjadi ciri khas. Perancangan gedung ini sudah memperhatikan iklim tropis-basah. Teras atau selasar yang mengelilingi gedung tersebut menggunakan penutup atap seng gelombang yang ditopang pipa bulat, menjadi bukti kepeduliannya terhadap iklim tropis-basah.

Sebagai tambahan catatan, dari data von Faber, tahun 1931, ketika berada di Surabaya, orang Belanda banyak mendirikan tempat hiburan serta perkumpulan kesenian seperti teater dan apa yang mereka namakan dengan Societeit. Simpangsche Societeit kala itu dibuat sangat eksklusif, dengan hanya warga Belanda dan Eropa lainnya (orang partikulir) yang bisa menjadi anggota Societeit. Aktivitas hiburannya adaag bersantai, menikmati music, berdansa, bermain bilyard bola tiga atau main bowling bola kayu.

 

Balai Pemuda kini tengah direnovasi besar-besaran. Pemerintah Kota Surabaya menjanjikan tampilan yang baru. (sa)

 

Simpangsche Societeit yang kini dikenal dengan Balai Pemuda, saat ini tengah berbenah dengan banyak perubahan dan perombakan untuk elemen pendukungnya. Fasilitas-fasilitas yang nantinya ditawarkan sedang dibongkar total. Visi baru tengah dibangun oleh Pemerintah Kota Surabaya. Dan kita, sebagai warga kota, setia menunggu dengan harapan baru. –sa

 

 

surabayastory
Bercerita berarti penyampaian cerita dengan cara bertutur. Yang membedakan adalah metode penyampaiannya.

Leave a Reply

  • (not be published)