Cagar budaya adalah cermin peradaban dan interaksi sosial masyarakat sebuah kota. Kota Surabaya punya potensi besar untuk membuat cermin itu berkilau.

 

Cagar budaya Surabaya memberi jiwa dalam pembangunan dan perkembangan kota. (sa)

 

Surabayastory.com –  Pertanyaan langsung yang banyak ditanyakan adalah mengapa bangunan-bangunan cagar budaya harus dilindungi? Benda cagar budaya (heritage) merupakan kekayaan budaya bangsa yang penting artinya bagi pemahaman dan pengembangan sejarah, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan. Mengingat sangat esensinya keberadaannya, maka objek tersebut perlu dilindungi dan dilestarikan demi memupuk kesadaran jatidiri sebuah kota, wilayah, atau negara.

Untuk menjaga kelestarian objek cagar budaya diperlukan langkah pengaturan bagi penguasaan, pemilikan, penemuan, pencarian, perlindungan, pemeliharaan, pengelolaan, pemanfaatan, dan pengawasan benda cagar budaya.

Mempertahankan sesuatu yang telah ada memang bukan sesuatu yang gampang. Apalagi itu adalah sebuah benda atau bangunan yang bernilai. Banyak sekali tantangan dan hambatan yang menjerat di saat kaki-kaki ini berusaha untuk melangkah. Beberapa permasalahan klasik kerap muncul dalam usaha mempertahankan orisinalitas bangunan tersebut.

Upaya melestarikan benda dan bangunan cagar budaya, punya tantangan tersendiri. Namun, yang namanya benda atau bangunan benda cagar budaya sesungguhnya bukan saja harus dilindungi, tetapi juga harus bisa dijamin kelestariannya. Menjaga eksistensi warisan budaya agar tidak musnah digerus perubahan.

Gejala tergusurnya benda-benda cagar budaya akibat perubahan kota yang terlalu cepat tanpa pijakan yang kuat. Hal yang paling dekat untuk menjelaskan apa yang dimaksud dengan cagar budaya selain lestari atau pelestarian. Bukankah tiap nilai-nilai budaya luhur harus tetap dicagarkan agar dia tetap lestari menembus zaman. Adanya kompleksitas nilai-nilai budaya, benda-benda budaya bersejarah, yang dianggap sebagai bukti dari kualitas kultural di masa lampau maupun di masa kini harus tetap dipertahankan.

Tiada nilai-nilai budaya yang tak mengalami perubahan. Kebudayaan tak hanya nilai-nilai, tapi juga benda-benda. Apa yang secara artifisial tampak, yang merupakan manifestasi suatu nilai kultural tertentu yang menunjukkan bagaimana nilai aktual budayanya. Nilai-nilai kultural tak sekadar harus dilestarikan, tapi juga meliputi bagaimana sesungguhnya suatu konsep aktivitas kultural mendapat tempat di dalam suatu kerangka budaya ekonomi baru.

 

Perlindungan tentang Nilai-nilai

Banyak nilai yang terangkum dalam sebuah bangunan atau situs cagar budaya. (sa)

Apa saja yang termasuk dalam cagar budaya? Seperti yang tertuang dalam Undang-undang Nomor 5 tahun 1992, tanggal 21 Maret 1992, benda cagar budaya adalah suatu benda buatan manusia, bergerak atau tidak bergerak yang berupa kesatuan atau kelompok, atau bagian-bagiannya atau sisa-sisanya, yang berumur sekurang-kurangnya 50 tahun, atau mewakili masa gaya yang khas dan mewakili masa gaya sekurang-kurangnya 50 tahun, serta dianggap mempunyai nilai penting bagi sejarah, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan.

Sedangkan situs adalah lokasi yang mengandung atau diduga mengandung benda cagar budaya termasuk lingkungannya yang diperlukan bagi pengamannya. Perlindungan benda cagar budaya dan situs bertujuan melestarikan dan memanfaatkannya untuk memajukan kebudayaan nasional Indonesia. Benda cagar budaya dapat dimanfaatkan untuk kepentingan agama, sosial, pariwisata, pendidikan ilmu pengetahuan, dan kebudayaan.

Bangunan  cagar budaya mengandung  unsur penting dalam nilai kebudayaan; nilai estetik, artistik, sosial, sejarah, hingga spiritual. Juga nilai  sejarah (historical  value), nilai  estetika (aesthetic  value), nilai  edukasi (education  value),  nilai  informasi (information  value),  nilai warisan (bequest value), nilai otentik (authentic value) dan sebagainya.

Bangunan  cagar budaya mampu memberi  bukti  yang  secara pasti tentang  suatu  peradaban  manusia, dan nilai sebuah kota. Sekaligus mampu  mewakili  status  sosial  dari  masyarakat  tertentu. Semua nila-nilai tersebut memberi nilai  pada individu  maupun  komunitas yang melingkupinya.

Bagi sebuah kota, bangunan cagar budaya bisa menjadi elemen  utama  urban  decorum, yaitu perilaku  beradab  yang  pantas dalam lingkungan masyarakat sosial yang nyaman. Juga sebagai penanda kehidupan dan sejarah kota. Sebagai unsur dan peletak identitas kota. Bangunan cagar budaya bias memberi garis sejarah terhadap perubahan dan transformasi sebuah kota. Dan bias menjadi inspirasi perancang pengembangan kota selanjutnya.

Banyak aspek dan dimensi yang membuat cagar budaya begitu penting bagi wilayah, kota, dan Negara. Mulai dari sejarah, karya seni-budaya, hingga struktur dan tata kota sebuah wilayah. Bangunan cagar budaya sekaligus bisa menjadi ciri khas atau ikon dari sebuah kota.

 

Psikologi Kebudayaan

Bangunan cagar budaya punya ikatan batin yang kuat bagi warga kotanya. (sa)

 

Bangunan cagar budaya sebagai salah satu serpihan budaya, merupakan hasil cipta, rasa, karsa, dan karya manusia yang universal dan membuat historis. Ini berarti bahwa kebudayaan juga mengemban amanat sejarah, yaitu misi untuk menjalankan humanisasi terhadap dunia, lingkungan serta masyarakat. Karena itu, warisan budaya tersebut patut disikapi secara wajar, tanpa harus dibedakan asal muasal ras, bangsa serta negara mana yang membangunnya. Merawat cagar budaya berarti juga berperan dalam proses pembangunan.

Mempertahankan sesuatu yang telah ada memang bukan sesuatu yang gampang. Apalagi itu adalah sebuah benda atau bangunan yang bernilai. Upaya melestarikan benda dan bangunan cagar budaya punya tantangan tersendiri.

Sebagai bagian dari kekayaan budaya, benda dan bangunan cagar budaya bukan hanya perlu dilindungi, tetapi lebih jauh lagi harus diupayakan pelestariannya. Benda dan bangunan cagar budaya perlu dilestarikan karena telah menjadi bagian dari tata kota dan identitas sebuah kota. Sebuah tindakan yang tidak bijaksana ketika pembangunan kota menuju tingkat peradaban selanjutnya harus menggempur jejak peradaban yang ada di masa lalu. Kota Surabaya dan kota-kota lain di Indonesia (juga di dunia) mulai bercermin tentang peradaban masa lalu untuk menjadi lebih waskita (bijaksana) dalam menjalani kehidupan.

Cagar budaya sekaligus menjadi pengaruh  psikologi  kebudayaan (cultural  psychological  impact) yang kuat dalam suatu generasi, untuk memberi pijakan proses pengembangan character building bagi manusia selanjutnya.

Apa yang bisa diperoleh dari masa lalu? Selain kenangan, masa lalu bisa menjadi cermin bagi kita untuk melihat perubahan-perubahan yang terjadi. Masa lalu, mungkin bagi sebagian orang adalah bagian yang sudah usang dan sudah sepantasnya dilupakan. Tetapi sebenarnya tidak sepenuhnya seperti itu. Masa lalu bisa menjadi inspirasi, dorongan semangat, serta titik awal untuk menjadi lebih baik. Kita bisa belajar dari masa lalu.

Sejarah dengan berbagai kejadian di masa lampau, bisa menjadi fenomena untuk perkembangan masa depan. –sa

 

Referensi:
>Bimo Hernowo; Mengapa Bangunan Heritage Sangat  Penting Untuk Kota Kita?, researchgate.net, 2015
>Mulyadi Alrianto Tajuddin,Stefanie Gabriella Putri; Aspek Hukum Dalam Pemeliharaan Situs Benda Cagar Budaya di Kabupaten Merauke, Jurnal Restoratif Justice, 2017
>Septina Alrianingrum, Cagar Budaya Surabaya Kota Pahlawan sebagai Sumber Belajar, Program Pascasarjana Universitas Sebelas Maret, 2010
>Titing Kartika, Khoirul Fajri, Robi’al Kharimah; Pengembangan Wisata Heritage Sebagai Daya Tarik Kota Cimahi, ejournal.upi.edu, 2017
>cagarbudaya.kemdikbud.go.id
>peraturan.bpk.go.id
>surabaya.go.id
* Naskah artikel ini mengalami penyempurnaan dan dilengkapi Rabu (26/6/2019)
surabayastory
Bercerita berarti penyampaian cerita dengan cara bertutur. Yang membedakan adalah metode penyampaiannya.

Leave a Reply

  • (not be published)