Penggemar sepeda semakin banyak di Surabaya. Parkir sepeda yang disediakan untuk umum belum juga tersentuh. Kerawanan masih membayangi.

 

Beberapa lokasi parkir sepeda umum yang belum dimanfaatkan oleh warga kota Surabaya. (sa)

 

Surabayastory.com – Surabaya bertekat untuk menjadi kota yang hijau yang modern dan ramah terhadap siapa saja. Bergerak dengan menata infrastruktur kota yang memudahkan warga kota, peduli keseimbangan alam, dan menjaga kebersihan udara. Udara Surabaya yang panas dan kering coba diselesaikan dengan menanam banyak pohon di jalur-jalur utama, juga membangun berbagai tema taman kota di seluruh penjuru Surabaya. Pemerintah Kota Surabaya juga rajin membersihan saluran dan menormalisasi sungai. Fasilitas-fasilitas yang ramah lingkungan dan tak menimbulkan polusi banyak didorong. Di antaranya adalah dengan memberi ruang yang lebar pada para pejalan kaki dengan membangun pedestrian yang nyaman, serta mengalokasi ruang untuk para pengguna sepeda. Jumlah peminat sepeda di kota Surabaya semakin banyak, komunitas juga terbentuk semakin beragam. Lihatlah di saat pagi hari, banyak para pekerja yang rajin memancal sepedanya untuk ke kantor. Atau yang paling mencolok, di akhir pekan (Sabtu-Minggu pagi) hampir di seluruh pelosok Surabaya terlihat para pesepeda secara perorangan ataupun berkelompok menghiasi pinggir badan jalan.

Sebagai bagian dari gaya hidup sehat itu, Pemerintah Kota Surabaya menyediakan fasilitas tempat parkir khusus sepeda di beberapa jalur utama. Dengan parkir sepeda ini dimaksudkan agar ketika beristirahat, sepeda bisa diletakkan secara baik, tanpa dirobohkan atau diganjal untuk bisa berdiri dengan nyaman. Dengan diletakkan di tempat parkir khusus, maka para pesepeda bisa santai sejenak sambil berinteraksi dengan para pesepeda lainnya.

Tempat parkir khusus sepeda ini bisa terlihat di sekitar taman-taman kota. Maksudnya, bisa menjadi tempat parkir para pesepeda yang sedang istirahat atau parkir para pengunjung taman. Salah satu yang mencolok terlihat ada di pojok Jl Panglima Sudirman dan Jl TAIS Nasution, samping Tugu Bambu Runcing.

Tempat parkir ini mencolok dengan warna oranye terang. Bentuknya sederhana, melengkung dan berjajar. Bahannya terbuat dari besi. Cara pemakaiannya mudah, roda depan sepeda tinggal dimasukkan diantara besi lengkung itu, lalu gembok. Masalahnya, di sini gembok atau kunci tidak disediakan, jadi harus membawa sendiri. Pengguna sepeda bisa memanfaatkan fasilitas itu dengan kapan saja, tanpa dipungut biaya alias gratis. Sebagai catatan, di seluruh Surabaya untuk parkir sepeda angin gratis, termasuk di wilayah parkir zona.

Fasilitas tempat parkir khusus sepeda dibuat dengan alasan sebagai bagian dari merespon budaya hidup sehat di kalangan masyarakat Surabaya. Masyarakat semakin sadar bila penggunaan sepeda memiliki banyak manfaat. Selain kesehatan, sepeda merupakan alat transportasi ramah lingkungan. Penggunaan sepeda sama artinya mengurangi polusi di perkotaan. Tren penggunaan sepeda sebagai hobi maupun alat transportasi harian semakin meningkat. Itu dilihat dari banyaknya pesepeda di jalanan Surabaya, tumbuhnya komunitas sepeda dan hobi, hingga munculnya jasa sewa sepeda yang difasilitasi aplikasi.

Dengan fenomena itu dijadikan pemkot untuk mewujudkan Surabaya ramah lingkungan. Semakin banyak pengguna sepeda, polusi udara semakin berkurang. Sebelum pengguna sepeda meningkat, Pemerintah Kota Surabaya mengawali dengan fasilitas parkir di beberapa taman.

 

Fasilitas tempat parkir khusus ini masih terasa asing bagi warga kota, nyaris tersisih. (sa)

 

Belum Banyak Digunakan

Dengan semakin banyaknya pesepeda di kota ini, bagaimana dengan pemanfaatan tempat parkir khusus sepeda yang disediakan? Sepi! Meski gratis, nyaris tak ada yang memanfaatkan fasilitas ini. Kalaupun ada masih sangat minim. Dari pemantauan Surabayastory.com di lapangan, tempat parkir khusus sepeda ini nyaris tak ada yang menggunakannya. Beberapa orang yang berada di sekitar itu malah banyak yang tidak tahu kalau itu adalah tempat parkir untuk sepeda.

Kondisi ini sangat mungkin terjadi. Ada beberapa hal yang terlewat ketika fasilitas yang bagus tujuannya ini dilepas ke masyarakat. Pertama, fasilitas tempat parkir khusus sepeda ini tak disosialisasikan kepada masyarakat dengan baik. Komunikasi sebagai ujung tombak dari program yang melibatkan masyarakat banyak mutlak diperlukan.

Selain itu, coba kita bayangkan apakah kita rela kita tinggalkan sepeda yang kita sayangi untuk diletakkan di situ meski sudah dikunci? Inilah yang sebenarnya masih perlu dipikirkan. Tempat parkir khusus sepeda itu tidak dilengkapi dengan penjaga, sehingga keamanan sepeda yang diparkir dari situ masih membuat waswas. Kerawanan masih membayang ketika sepeda ditinggalkan meski sejenak.

Kita paham, juga mahfum, jika kerawanan untuk hal-hal sepele masih sering terjadi. Karena itu masyarakat lebih banyak preventif untuk menghindarkan barang-barang pribadinya dari kemungkinan kehilangan atau kerusakan. Kekhawatiran dan bayang-bayang kerawanan inilah yang harus segera dicari jawabannya jika fasilitas publik ini bisa dimanfaatkan secara optimal. Nantinya, jika kenyamanan dan keamanannya terjamin, dijamin fasilitas itu akan ramai dipakai.

Bila parkir khusus sepeda ini nantinya ramai dipakai, akan tumbuh kreasi-kreasi baru tentang tempat parkir ini. Desainnya akan berkembang dengan berbagai kreasi, kemudian inovasi-inovasi baru akan terdorong kemudian. Kita tengok saja, di beberapa Negara maju yang memberi ruang lebar untuk para pesepedanya, atau Negara-negara yang mulai menerapkan batas emisi gas buang serta standar kebersihan udara kota, inovasi tenang sepeda dan berbagai perangkatnya berkembang luar biasa. Tempat-tempat parkir khusus sepeda berkembang dengan berbagai desain menarik, eksotis, sekaligus unik. Beberapa diantaranya berfungsi juga sebagai penanda (landmark) dari sebuah wilayah.

Di Indonesia, jika kita punya komitmen untuk mendorong udara bersih kota dan memberi ruang bersepeda yang tidak setengah-setengah, perlahan tempat parkir khusus sepeda ini akan berkembang di seluruh penjuru Kota Surabaya. –sa

 

surabayastory
Bercerita berarti penyampaian cerita dengan cara bertutur. Yang membedakan adalah metode penyampaiannya.

Leave a Reply

  • (not be published)