Surabaya adalah kota istimewa di timur Pulau Jawa. Menjadi pusat dari perkembangan Indonesia bagian timur. Surabaya punya banyak sisi yang menarik untuk ditelisik.

Perkembangan kota Surabaya yang pesat dan dinamis bisa dilihat dari potret udara dari waktu ke waktu. (t)

Surabayastory.com – Surabaya adalah kota yang paling berkembang sesudah Jakarta. Ia berada di provinsi Jawa Timur yang terpadat penduduknya di Pulau Jawa, dan dikenal sebagai lumbung beras, gula, dan tanaman perkebunan.

Surabaya Raya juga dikelilingi kawasan penyangga (hinterland) yang hebat sebagai pusat pertumbuhan baru di Jawa Timur, yaitu Kabupaten Sidoarjo, Gresik, Pasuruan, Mojokerto. Dan karena Surabaya kini terhubung langsung dengan Pulau Madura, melalui jembatan megah Suramadu (Surabaya-Madura) sepanjang 5,7 km, maka Surabaya berada tepat di titik persilangan utama pertumbuhan Kawasan Timur Indonesia, yakni Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, Bali, Nusa Tenggara Barat dan Timur, Maluku dan Papua.

Dengan posisi amat strategis, Surabaya memiliki peluang dan potensi investasi yang ‘melebihi kapasitasnya’. Banyak fasilitas yang sedang dan akan dibangun diarahkan untuk menyambut pertumbuhan daerah pendukung Surabaya Raya, Jawa Timur, dan Kawasan Timur Indonesia.

Fasilitas masa depan itu antara lain pelabuhan laut Tanjung Perak, bandar udara internasional Juanda, terminal bus terbesar, dan dua stasiun kereta api penghubung utama dengan Jakarta dan seluruh kota besar di Pulau Jawa.  Tumbuh pesat pula pusat-pusat perbelanjaan dan pasar modern, perhotelan dan apartemen, perkantoran, rumah sakit, tempat hiburan, serta kampus pendidikan tinggi nasional-internasional.

Topografi

Surabaya terletak pada garis Lintang Selatan antara 7.9 – 7.21, dan 112.36-112.57 Bujur Timur. Luas wilayah kota ini 33.048 Ha dan wilayah laut seluas 19.039 Ha. Ketinggian tanahnya berkisar 1-20 meter di atas permukaan laut. Kawasan kota rata-rata datar 1-10 m, sedangkan kawasan 11-20 meter berada di barat kota yaitu Lakarsantri, Sambikerep, Tandes.

Iklimnya tropik-basah. Musim hujan umumnya berlangsung bulan November-April, kemarau antara Mei-Oktober. Angin dari arah utara selama Nopember sampai Februari menaikkan curah hujan tinggi. Sebaliknya angin tenggara dari arah Australia mendominasi musim kemarau.

Suhu rata-rata 21-34 derajat Celcius. Kelembaban udara 80% di musim hujan dan 60% saat kemarau. Curah hujan tahunan 1.560 mm. Curah hujan tertinggi lebih 300 mm terjadi Januari, terendah 23 mm pada Agustus.

Warga Kota

Tahun 2010 Surabaya akan dihuni 2.622.137 penduduk. Pagi akan bertambah sekitar 400.000  dari daerah penyangga. Pertumbuhan penduduk dikendalikan hanya 1% dan diupayakan menyebar ke berbagai kawasan permukiman dan perniagaan.

Untuk menjaga keseimbangan, tersedia 260 Ha ruang terbuka hijau untuk memelihara kesejukan dan mengendalikan polusi udara. Tujuh lokasi hutan kota dibangun di Penjaringan, Prapen Indah, Wonorejo, Kebraon, Babat Jerawat, ditambah taman-taman kota yang indah di Taman Flora Bratang dan bekas lokasi pompa-pompa bensin jalur hijau. Inilah modal Surabaya sebagai Kota Bersih dan Tertib, serta Kota Hijau rendah polusi.

Pembangunan di tengah kota mengarah utara-selatan, diimbangi dengan perkembangan baru melebar ke barat-timur. Seluruh sudutnya terhubung jalan raya utama di pusat kota, dan jalan tol  lingkar barat dan timur yang berkapasitas besar. Jalan raya perniagaan menjangkau penjuru kota.

Pasar tradisional dan modern yang tumbuh bersama menjadi salah satu tempat interaksi masyarakat Surabaya. (t)

Kawasan Industri

Surabaya memiliki dua kawasan industri utama. Di sebelah timur kawasan itu berada di Kecamatan Rungkut (Surabaya) dan Gununganyar, Sedati (Sidoarjo). Kawasan khusus seluas 150 Ha ini dikelola PT SIER (Surabaya Industrial Estate Rungkut) dan diarahkan ke industri pengolahan berpolusi rendah.

Kawasan lain di barat kota adalah ‘Margomulyo’ di Kecamatan Tandes seluas lebih 200 Ha, ‘Tambakoso Wilangun’ di Kecamatan Benowo, ‘Krembangan’ di Kecamatan Krembangan, dan sisanya tersebar di Kecamatan Asemrowo dan Sukomanunggal.

Sebuah kawasan khusus berupa industri dok dan perkapalan (PT PAL Indonesia) seluas 574 Ha berada di sisi pelabuhan Tanjung Perak dan di Kecamatan Semampir. Selain kawasan industri utama, masih terdapat sentra industri rumah tangga (home industry) yang melibatkan ribuan pekerja, tersebar di Waru, perbatasan dengan  Sidoarjo.

Seluruh kawasan industri itu terhubung jalan raya atau tol. Hal ini memungkinkan truk-truk berbagai ukuran berat, leluasa menuju pelabuhan dan Terminal Peti Kemas di Tanjung Perak,  maupun bergerak dari dan ke luar kota Surabaya.

Kawasan-kawasan industri pendukung juga telah berkembang di daerah kabupaten penyangga utama, yaitu Kabupaten Gresik, Lamongan, Pasuruan, Sidoarjo, dan Mojokerto.  Industri pendukung ini menjadi bagian penting jaring perniagaan dengan kawasan industri serupa di Surabaya.

Tenaga Kerja Industri :

Pekerja di kawasan industri Surabaya berdatangan dari berbagai daerah, terutama daerah penyangga. Sejak Nopember 2007 UMK (Upah Minimum Kabupaten) buruh dinaikkan. Kota Surabaya dari Rp 746.000/bulan menjadi Rp 805.500. Upah ini yang tertinggi, disusul Kab Mojokerto, Gresik, Malang, Pasuruan.

Transportasi Darat

Moda angkutan darat didominasi sepeda motor, mobil pribadi, angkutan umum berupa taksi, bemo (kapasitas penumpang 12-16 orang) dan bus kota (40-60 orang). Akan dikembangkan  angkutan massal (MRT = Mass Rapid Transportation) berupa bus, monorel, atau kereta api/listrik. Kawasan penyangga dilayani kereta ulang-alik/komuter  (commuter) dan bus mini.

Pelaju masih menggunakan sepeda motor dan mobil pribadi. Jumlah sepeda motor bernomor-polisi Surabaya sekitar 1,4 juta, dan roda empat 340.000 unit. Jika kendaraan bermotor luar kota sekitar 10 %, maka sepeda motor diperkirakan 1,54 juta, dan roda empat 385.000 unit. Dengan pertumbuhan 7,9 % pertahun, total jumlah kendaraan bermotor di Surabaya tahun 2011 sekitar 2,14 juta. Sedangkan pertumbuhan roda empat 4 % setahun maka tahun 2011 menjadi 462.000. Panjang jalan utama 1.400 km.

Peluang investasi transportasi darat adalah meningkatkan kapasitas stasiun kereta api, menambah stasiun pembantu, menambah sub terminal angkutan kota, mengembangkan terminal bus Bungurasih di  selatan dan terminal Tambakoso Wilangun di barat kota. Di pusat kota dikembangkan sarana mobilitas non-motor dengan penyediaan jalur khusus pejalan kaki (pedestrian) dan pesepeda.

Kalimas:

Secara historis Kota Surabaya pernah hidup dari Sungai Kalimas. Sungai ini merupakan satu di antara dua muara Kali Brantas yang menjadi sumber kemakmuran Provinsi Jawa Timur. Kali Brantas membentang 670 km sejak dari Batu, Malang, dan berakhir di Kali Porong dan Surabaya.

Pada zaman kerajaan dan penjajahan Belanda, Kalimas menjadi urat nadi transportasi kapal-kapal kayu dari pedalaman menuju pesisir Surabaya, atau sebaliknya dari arah laut menuju pusat Kota Surabaya. Hingga kini sungai yang membujur 12 Km dari pintu air Gunungsari hingga pelabuhan Tanjung Perak itu, masih terawat baik. Kalimas, seperti halnya Sungai Potomac di Washington, melintasi kawasan pemerintah dan pusat-pusat perniagaan di pusat kota Surabaya.

Kawasan sepanjang Kalimas juga dikembangkan sebagai kawasan wisata dan penghijauan mirip Boat Quay di Singapura. Di atas sungai ini dapat dioperasikan alat transportasi massal seperti bus-air yang diintegrasikan dengan moda angkutan darat dan laut. Di sepanjang sungai terdapat lahan terbuka hijau dan teduh sebagai kawasan pemeliharaan sungai, ideal dimanfaatkan sebagai jalur pejalan kaki dan pesepeda.Taman-taman bermain dan hiburan yang berfungsi sebagai ruang publik berkembang, menambah kehijauan kota Surabaya.

Program kali bersih yang dilakukan bersama warga, mengubah saluran-saluran pematusan dalam kota yang tersumbat sampah, menjadi saluran pengendali banjir di musim penghujan. Kanal irigasi dikonversi menjadi saluran pematus. Pengendalian pencemaran sungai juga dilakukan terhadap Kali Surabaya, yang menjadi pemasok bahan baku utama produksi air bersih kota.

Jembatan Suramadu

Jembatan Surabaya-Madura (Suramadu) dibuka 10 Juni 2009. Jembatan jenis ‘stayed-cable bridge’ ini membentang 5.438 meter, terpanjang di Asia Tenggara. Dirancang sejak 2003, jembatan ini membuka isolasi Pulau Madura sebagai kawasan pendukung perkembangan Surabaya dan Jawa Timur. Madura berpotensi besar untuk pengembangan industri manufaktur, dok perkapalan, agrobisnis, pariwisata, dan pelabuhan laut.

Keberadaan Suramadu juga menyatu dengan pengembangan wilayah laut, pelabuhan baru Teluk Lamong, dan pelabuhan Tanjung Perak di Surabaya. Penyeberangan ke Madura yang semula rata-rata 35-55 menit, diringkas hanya 5 menit. Diperkirakan setiap harinya akan melintas 4.000 kendaraan roda empat dan 9.000 sepeda motor. Jembatan Suramadu dibangun dengan biaya Rp 4,5 triliun.

Tanjung Perak

Pelabuhan Tanjung Perak dimanfaatkan sebagai terminal angkutan kapal penumpang dan barang berskala regional, nasional, dan internasional. Di sini terdapat muara  sungai Kalimas yang menjadi tempat bongkar muat kapal-kapal kayu pelayaran rakyat. Di kawasan Tanjung Perak pula terdapat Pelabuhan Terminal Peti Kemas dan kargo berskala internasional, sepanjang 1.900 m dilengkapi 10 derek petikemas (container crane) berkapasitas 40 ton. Bersebelahan dengannya terdapat dermaga bongkar-muat general cargo, curah kering, dan curah cair.

Pengembangan pelabuhan baru di Teluk Lamong akan meningkatkan peran gerbang laut ini. Tanjung Perak sebagai pelabuhan lama, sudah tidak mampu menampung sandar dan lego jangkar kapal-kapal kargo maupun penumpang berukuran besar. Kawasan sekitar pelabuhan juga ditempati Industri Perkapalan PT PAL Indonesia dan markas besar kapal-kapal perang TNI-AL.

Dengan adanya pelabuhan baru Teluk Lamong yang terletak di sebelah barat Tanjung Perak,  kepadatan lalu lintas kapal besar di Terminal Jamrud Utara Tanjung Perak bisa dikurangi. Teluk Lamong  akan berupa pulau reklamasi yang berada satu kilometer dari daratan, dan direncanakan sebagai terminal petikemas internasional. Fasilitasnya sebagian besar terdiri atas dermaga, penimbunan barang dan pergudangan.

Di sini terdapat terminal penumpang yang terdiri Gapura Surya seluas 5.060 m2 berkapasitas 1.200 penumpang, Gapura Nusantara seluas 4.950 berkapasitas 1.500 penumpang. Terminal penumpang ini telah dilengkapi X-Ray dan walk through metal detector untuk keamanan.

Data Pelabuhan Tanjung Perak

Kedalaman kolam sisi dermaga  : – 9m LWS

Panjang Dermaga                        : 9.055 m

Kapal Tunda                                : 9 unit

Motor Pandu                                : 5 unit

Kapal Kepil                                 : 3 unit

Areal pergudangan                      :  82.676 m2

Lapangan Penumpukan               : 434.000 m2

Pengembangan Wilayah Laut

Kawasan laut di utara dan timur daratan Surabaya dibagi menjadi empat zona pengembangan.

  • Zona  1: adalah Teluk Lamong seluas 2500 Ha difungsikan untuk pengembangan pelabuhan, kota tepi pantai (waterfront city), dan alur pelayaran kapal besar.
  • Zona 2: Tanjung Perak seluas 2.600 Ha sebagai pelabuhan dan angkutan penyeberangan, pangkalan militer Angkatan Laut, industri perkapalan, dan alur pelayaran kapal besar
  • Zona 3: Tambak Wedi-Kenjeran seluas 4.375 Ha untuk wisata bahari, areal penangkapan dan budidaya perikanan, dan alur pelayaran kapal-kapal nelayan
  • Zona 4: Pesisir dan Laut Timur seluas 13.125 Ha untuk konservasi dan rehabilitasi lingkungan laut dan pantai, serta sebagai areal penangkapan dan budidaya perikanan.

Kawasan pengembangan pantai hanya diperuntukkan kegiatan daya tarik investasi dan nilai ekonomi tinggi, tetapi harus dilengkapi studi Amdal, prasarana transportasi dan fasilitas umum. Hal ini disesuaikan dengan kondisi lahan dan kelestarian lingkungan.

Kawasan budidaya dan penangkapan ikan berada di sekitar Tambak Wedi, Pantai Kenjeran, sekitar Gunung Anyar, dan pantai timur kota.

Mall dan Apartemen

Surabaya dikembangkan sebagai pusat perniagaan dan ‘kota belanja’. Setiap bulan Mei bertepatan hari jadi Kota Surabaya, selalu diadakan bulan obral (Surabaya Big Sale). Pusat perbelanjaan (mall) dan pasar modern terus tumbuh, bukan sebatas untuk memenuhi kebutuhan konsumen Surabaya, melainkan lebih luas ke wilayah timur Indonesia.

Pusat belanja dan niaga itu tersebar di kawasan barat:  Pakuwon Trade Centre, Superblok Ciputra, Golden City. Kawasan tengah: Tunjungan Plaza, BG Junction, Pasar Atum Mall (Superblok Semut), ITC Mega Grosir, Empire Palace-Blauran, Hi-Tech Mall/THR, E-Square/Ngagel, Grand City Surabaya, dan Pusat Grosir Surabaya/Pasar Turi.  Kawasan timur: Mal Galaxy, East Point, Alfa Grosir. Kawasan selatan: Darmo Trade Centre, Royal Plaza, Giant Supermarket, Hypermart, Makro.

Untuk menampung mobilitas pelaku ekonomi, jumlah hotel bintang lima yang sudah ada yaitu Hyatt, JW Marriott, Shangrilla, Sheraton, dilengkapi oleh tumbuhnya apartemen-apartemen modern berkelas antara lain High Point Luxury Apartment, Ciputra World, De Residence Pakuwon, Dharmala Land, Adiwangsa, The Cosmopolis.

Perumahan:

Perumahan dibangun warga sendiri, perusahaan properti (real estate), dan pemerintah. Bentuknya horisontal maupun vertikal. Cara vertikal berwujud rumah-rumah susun di kawasan padat hunian dan kawasan baru pinggir kota. Sedangkan pengembangan perumahan lama dan perkampungan kota, mengutamakan kualitas lingkungan dan pembenahan sarana pendukungnya. Sedangkan apartemen dan kondominium di kawasan barat dan selatan melengkapi perumahan menengah-atas.

Proyek PMA, PMDN

Penanaman Modal Asing (PMA) di Surabaya umumnya berasal dari negara tetangga Asia, seperti Singapura, Malaysia, Hongkong, Korea Selatan, Taiwan, Cina, Jepang,  India, dan Australia. Investor dari Eropa adalah Belanda, Jerman, Inggris, Belgia, Swiss, Yordania, Italia, Prancis, Belgia. Dari benua Amerika adalah Amerika Serikat, Kanada, Meksiko.

Peluang-peluang investasinya adalah:

  • Pelabuhan baru Teluk Lamong.
  • Revitalisasi Kalimas
  • Revitalisasi Central Business District (CBD) dan pengembangan Pusat Perdagangan Baru
  • Pengembangan pelayanan air minum/air bersih, dan pengolahan limbah
  • Pengembangan permukiman di wilayah timur dan barat
  • Transportasi massal dan jalan tol
  • Jasa-jasa pendidikan dan sosial

Bidang usaha yang terbuka:

Perdagangan:  

Supermarket, hypermarket, department store, pasar modern.

Jasa :

Pembangunan gedung, perhotelan, pariwisata, restoran, rumah sakit, telekomunikasi seluler, angkutan laut, darat, dan udara.

Industri Logam

Besi, baja, tembaga, kuningan, plat-plat logam, suku cadang mesin, kapal laut, bahan bangunan.

Industri non-Logam:

Plastik, bahan kimia, obat, perhiasan, kerajinan, elektronika, komputer, perkakas rumah tangga, piranti lunak, kertas, kemasan, kosmetika.

Kesehatan

Surabaya memiliki beberapa rumah sakit modern. RSUD (Rumah Sakit Umum Daerah) Dr Soetomo yang terbesar dan memiliki fasilitas terlengkap di wilayah timur Indonesia. Dr Soetomo juga berfungsi sebagai ‘Rumah Sakit Pendidikan’ Universitas Airlangga sebagai salah satu Fakultas Kedokteran tertua. Rumah sakit (RS) pemerintah lainnya adalah RS Haji Surabaya, RS Jiwa Menur, dan RS Dr Ramelan milik Angkatan Laut.

Pelayanan kesehatan bertaraf internasional dilayani RS Internasional Gleneagles dan RS Budi Mulia-Siloam. RS swasta terkemuka lainnya adalah RKZ, William Booth, Darmo, Mardi Santosa, Adi Husada, Mitra Keluarga.

Air Bersih

Di bidang pelayanan air bersih, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Surabaya sebagian besar (95 %) memanfaatkan air permukaan Kali Surabaya. Sisa 5 % dipenuhi sumber air alam di Umbulan. Pelayanan baru mencakup 68 % jumlah penduduk kota dan diharapkan mencapai 80 %. Instalasi penjernihan air yang sedang ditingkatkan adalah Ngagel III, Karangpilang I dan rencana pembangunan industri penjernihan Karangpilang III. Kapasitas produksi terpasang baru mencapai 8.780 liter/detik.

Pendidikan

Peluang terbuka bagi pengembangan sarana pendidikan tinggi. Banyak siswa dari kawasan timur Indonesia memilih Surabaya sebagai tempat mengembangkan ilmu. Mereka dari Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, dsb.

Universitas negeri bertaraf nasional adalah Universitas Airlangga (Unair), Universitas Negeri Surabaya (Unesa), dan Institut Teknologi 10 Nopember (ITS) yang sekaligus merupakan pusat pengembangan teknologi kelautan Indonesia. Sedangkan universitas swasta terkemuka adalah Universitas Surabaya (Ubaya), Universitas Kristen Petra (UK Petra), Universitas Widya Mandala (UWM), Universitas Ciputra, Universitas Pelita Harapan.

Olahraga :

Sejumlah fasilitas olahraga-prestasi berstandar nasional dan internasional ada di sini. Surabaya dua kali menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional ke IX tahun 1969 dan ke XV tahun 2000. Kini sedang dibangun kompleks olahraga baru di Pakal, Surabaya Barat. Bangunan fisiknya sudah 35 % dan diproyeksikan menjadi ajang pesta olahraga antarnegara Asean (SEA Games) tahun 2010. Selama ini SEA Games hanya di Jakarta. Sarana olahraga yang masih terus dikembangkan berada di kawasan Jl. Kertajaya Indah, Surabaya Timur. Fasilitas kebugaran juga tumbuh pesat seperti bowling, rumah senam (gymnastic), futsal, kebugaran (fitness centre), dsb.

Wisata

Pengembangan bidang pariwisata diarahkan untuk mewujudkan Surabaya sebagai daerah tujuan wisata dan pusat pelayanan jasa pariwisata. Kawasan yang dikembangkan berupa wisata bahari/pantai, wisata satwa, wisata budaya dan religi, serta wisata kota lama.

Wisata bahari berada di sekitar Kenjeran dan Jembatan Suramadu. Wisata satwa berada di Kebun Binatang Surabaya. Wisata pertanian (agrowisata) berada di Ahmad Yani dan Wiyung sebagai pusat penelitian dan pengembangan pertanian perkotaan dan budidaya pertanian.

Wisata budaya dan religi berada di kawasan Masjid Ampel dan sekitarnya, Tunjungan, Taman Hiburan Rakyat (THR), Monumen Kapal Selam, dan sekitar Masjid Al Akbar. Sedangkan wisata kota lama dikembangkan di sekitar Tanjung Perak, Jembatan Merah, Tugu Pahlawan, Jl Tunjungan, Jl Pemuda, dan Jl Raya Darmo.

Potensi wisata lainnya adalah Surabaya sebagai kota wisata belanja dan konvensi, dengan memanfaatkan fasilitas perdagangan dan jasa di pusat-pusat kegiatan komersial di pusat kota, maupun di barat, utara, timur dan selatan pusat kota.

 Sarana Ibadah

Mayoritas warga Surabaya beragama Islam. Sarana ibadah berupa masjid tersebar di berbagai tempat, berdampingan dengan sarana ibadah agama Kristen, Katholik, Budha, Hindu, Kong Hu Cu. Ini membuktikan kehidupan ummat beragama terjalin baik. Masjid tertua adalah peninggalan satu di antara Sembilan Wali (Wali Sanga) yaitu Masjid Ampel. Sedangkan masjid besar lainnya, Masjid Al-Akbar. 📌

— suwarsono

surabayastory
Bercerita berarti penyampaian cerita dengan cara bertutur. Yang membedakan adalah metode penyampaiannya.

Leave a Reply

  • (not be published)